RSS

Category of Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd

Metode Pembelajaran: Strategi Pengorganisasian

24 Feb 2012 -

Prof. Dr I Nyoman Sudana Degeng Tugas sebagai pengembang teori yang diemban oleh ilmuwan pembelajaran amat rumit, karena ia berhadapan dengan sejumlah besar variabel yang berada di luar kontrolnya. Variabel-variabel ini diklasifikasi menjadi variabel kondisi pembelajaran. Isi pembelajaran, yang telah ditetapkan lebih dulu berdasarkan tujuan yang ingin dicapai; si belajar, yang membawa seperangkat sikap, kemampuan awal, serta karakteristik perseorangan lainnya ke dalam situasi pembelajaran; dan variabel kendala, seperti terbatasnya waktu, dana, serta media pembelajaran. Sering kali, variabel-variabel ini harus diterima sebagai barang jadi, dan selanjutnya dijadikan sebagai pijakan kerja. Peluang yang tinggal sekarang hanyalah bagaimana memanipulasi variabel metode pembelajaran (strategi pengorganisasian, strategi penyampaian, dan strategi pengelolaan pem-belajaran) untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. STRATEGI PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN Strategi mengorganisasi isi pembelajaran disebut oleh Reigeluth, Bunderson, dan Merrill (1977) sebagai structural strategy, yang mengacu kepada cara untuk membuat urutan (sequencing) dan mensintesis (synthesizing) fakta, konsep, prosedur, dan prinsip yang berkaitan. Sequencing mengacu kepada pembuatan urutan penyajian isi bidang studi, dan synthesizing mengacu kepada upaya untuk menunjukkan kepada si-belajar keterkaitan antara fakta, konsep, prosedur, atau prinsip yang terkandung dalam suatu bidang studi. Pengorganisasian pembelajaran, secara khusus, merupakan fase yang amat penting dalam rancangan pembelajaran. Synthesizing akan membuat topik-topik dalam suatu bidang studi menjadi

Strategi Penyampaian Pembelajaran

24 Feb 2012 -

Uraian mengenai strategi penyampaian pembelajaran menekankan pada media apa yang dipakai untuk menyampaikan pembelajaran, kegiatan belajar apa yang dilakukan siswa, dan dalam struktur belajar mengajar yang bagaimana. Strategi pengelolaan menekankan pada penjadualan penggunaan setiap komponen strategi peng- organisasian dan strategi penyampaian pembelajaran, termasuk pula pembuatan catatan tentang kemajuan belajar siswa. Strategi penyampaian (delivery strategy) mengacu kepada cara-cara yang dipakai untuk menyampaikan pembelajaran kepada si-belajar, dan sekaligus untuk menerima serta merespon masukan-masukan dari si-belajar. Oleh karena fungsinya seperti ini, maka strategi ini juga dapat disebut sebagai metode untuk melaksanakan proses pembelajaran. Gagne dan Briggs (1979:175) menyebut strategi ini dengan delivery system, yang didefinisikan sebagai "the total of all components necessary to make an instructional system operate as intended". Dengan demikian, strategi penyampaian mencakup lingkungan fisik, guru, bahan-bahan pembelajaran, dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran. Atau, dengan ungkapan lain, media merupakan satu komponen penting dari strategi penyampaian pembelajaran. Itulah sebabnya, media pembelajaran merupakan bidang kajian utama strategi ini. Secara lengkap ada tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam mempreskripsikan strategi penyampaian, yaitu: Media pembelajaran, Interaksi si-belajar dengan media, Bentuk (struktur) belajar-mengajar. Media pembelajaran adalah komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada si-belajar, apakah itu orang, alat, atau
123456



Checkpagerank.net