RSS

Category of Prinsip Dan Karakteristik Penilaian Berbasis Kompetensi

Bentuk tes dalam evaluasi belajar

28 May 2011 - Ada beberapa bentuk soal tes yang dipakai dalam sistem penilaian berbasis kompetensi  dasar. Oleh karena itu kita bicarakan lebih dahulu bentuk-bentuk tes tersebut. Tingkat berpikir yang digunakan dalam mengerjakan tes harus mencakup mulai dari yang rendah sampai yang tinggi, dengan proporsi yang sebanding  sesuai dengan jenjang pendidikan. Pada jenjang pendiddikan menengah misalnya, tingkat berpikir yang terlibat  sebaiknya terbanyak pada tingkat pemahaman, aplikasi, dan analisis. Namun hal ini tergantung pada karakteristik mata pelajaran. Bentuk tes yang digunakan di sekolah dapat dikategorikan menjadi tes objektif  dan tes nonobjektif.  Objektif di sini dilihat dari sistem penyekorannya. Bentuk-bentuk  soal yang dipakai dalam sistem penilaian berbasis kompetensi  dasar, yaitu: Pilihan ganda: Bentuk ini dapat mencakup banyak materi pelajaran, penyekorannya objektif, dapat dikoreksi dengan komputer. Namun membuat soal  butir soal pilihan ganda  yang berkualitas baik cukup sukar, dan kelemahan lain adalah peluang kerja sama antarpeserta tes sangat besar. Oleh karena itu bentuk ini  baik dipakai untuk ujian yang melibatkan banyak peserta didik dan waktu untuk koreksi relatif singkat. Penggunaan bentuk tes ini menuntut pengawas  ujian teliti dalam melakukan pengawasan saat ujian berlangsung. Tingkat berpikir yang diukur dapat tinggi tergantung pada kemampuan pembuat soal. Uraian objektif Bentuk soal ini cocok untuk mata pelajaran yang  batasnya jelas ...

Ciri-Ciri Penilaian

28 May 2011 - Ciri-ciri penilaian pada umumnya adalah sebagai berikut: Penilaian dilakukan secara tidak langsung Penilaian pendidikan itu dilakukan dengan mengukur indikatornya, misalnya mengukur kepandaian dengan mengukur dalam mengerjakan soal-soal ujian. Penilaian tidak dapat langsung seperti mengukur pajang meja dengan alat pengukur panjang/meteran Bersifat relatif Penilaian tidak selalu tetap dari waktu ke waktu. Hal ini terjadi karena ada perubahan dan perkembangan Bersifat kuantitatif Penilaian dilakukan dengan simbol-simbol bilangan sebagai hasil pertama pengukuran, kemudian diinterpretasikan ke bentuk kualitatif. Sering terjadi kesalahan Sumber kesalahan pada penilaian pendidikan dapat ditinjau dari berbagai faktor: alat ukurnya, orang yang melakukan penilaian, peserta didik yang dinilai, dan situasi tempat penilaian dilaksanakan. Untuk meminimalkan kesalahan alat pengukur tersebut maka alat ukurnya harus baik, dan ini akan dibicarakan pada bab tersendiri. Sedangkan faktor penilai antara lain: waktu penilaian yang berhubungan faktor subjektivitas penilai, kecenderungan penilai untuk memberikan nilai murah atau mahal, adanya hallo effect yakni kesan penilai terhadap peserta didik baik kesan dari guru lain maupun kesan sendiri saat penilaian pertama atau telah mengajar waktu yang lalu. Juga karena pengaruh terhadap hasil ujian/ulangan yang lalu. Misalnya ulangan pertama mendapat 10 sebanyak dua kali maka untuk ulangan ketiga dan seterusnya ada kecenderungan untuk memberikan nilai lebih dari keadaan yang sebenarnya. Kesalahan juga  ...
12



Checkpagerank.net