RSS

Category of Syarat Alat Ukur Yang Baik

Validitas Tes pada Syarat Alat Ukur Yang Baik

29 May 2011 - Syarat utama tes adalah validitas, kesahihan atau ketepatan. Tes yang valid adalah tes yang sahih, atau tes yang tepat. Tes yang valid adalah tes yang dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Tes yang mengukur hasil belajar matematika benar-benar mengukur hasil belajar matematika, dan bukan mengukur hasil belajar bahasa Indonesia atau baik buruknya tulisan misalnya. Ada dua macam validitas, yaitu validitas yang menyangkut seluruh soal dan validitas untuk setiap butir soal. Di samping itu ada validitas dari hasil pemikiran dan validitas dari hasil pengalaman. Yang pertama disebut validitas logis dan yang kedua disebut validitas empiris. Validitas Logis Validitas Isi Sebuah tes dikatakan mempunyai validitas isi jika mengukur kompetensi tertentu yang sejajar dengan materi pelajaran. Oleh karena materi yang diajarkan tertera dalam kurikulum maka validitas isi sering disebut validitas kurikuler. Validitas isi dapat diusahakan tercapainya sejak saat penyusunannya dengan cara memerinci materi kurikulum. Setiap rincian dari kurikulum/materi pelajaran dibuatkan soal tes yang sesuai Validitas Konstruksi Sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruksi jika butis-butir soal yang membangun tes tersebut mengukur aspek tingkah laku tertentu yang disebutkan dalam indikator/TIK. Dengan kata lain jika butir-butir soal tersebut sudah sesuai dengan aspek berpikir yang menjadi indikator/TIK. Seperti halnya validitas isi, validitas ...

Tes, Instrumen Psikomotor pada Pengembangan Alat Ukur

29 May 2011 - Pengembangan instrumen psikomotor mencakup: tes psikomotor, daftar cek, dan skala penilaian. Tes untuk mengukur ranah psikomotor adalah tes untuk mengukur penampilan atau  kinerja yang telah dikuasai peserta didik. Hal ini dapat berupa: test paper and pencil, tes identifikasi, tes simulasi, dan tes unjuk kerja. Test paper and pencil Walaupun bentuk aktivitasnya seperti tes tulis, yang menjadi sasaran adalah kemampuan peserta didik dalam menampilkan karya, misalnya: berupa desain alat, desain grafis, dsb. Tes identifikasi Tes ini lebih ditujukan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi sesuatu hal, misalnya menemukan bagian yang rusak atau tidak berfungsinya dari suatu alat. Tes simulasi Tes ini dilakukan jika tidak ada alat yang sesungguhnya yang dapat dipakai untuk memperagakan penampilan peserta didik sehingga dengan simulasi dapat dinilai apakah seseorang sudah dapat menguasai keterampilan dengan bantuan alat tiruan , atau berperaga seolah-oleh menggunakan suatu alat. Tes unjuk kerja Tes ini menggunakan dengan alat yang sesungguhnya, tujuannya untuk mengetahui apakah peserta didik sudah terampil menggunakan alat tersebut. Tes penampilan perbuatan baik menggunakan tes identifikasi, simulasi maupun unjuk kerja datanya dapat diperoleh dengan menggunakan daftar atau skala penilaian. Daftar cek dan skala penilaian dapat juga dipakai sebagai lembar penilaian atau alat untuk observasi dalam rangka pengukuran yang bebas waktunya, ...
1



Checkpagerank.net