RSS

Category of Perkembangan Anak Masa Sekolah Menengah

Problematika Masa Usia Sekolah Menengah

16 Jul 2011 -

Guru sekolah menengah hendaknya peka terhadap berbagai macam stress atau ketegangan yang dihadapi remaja dan hendaknya menyadari bahwa gangguan-gangguan emosional merupakan hal biasa. Mereka hendaknya memahami bahwa perilaku murung, putus asa, marah yang tidak diketahui sebabnya dapat merupakan kunci bahwa remaja itu membutuhkan bantuan, dan mereka hendaknya mencoba menangani anak seperti itu dengan bekerja sama dengan konselor sekolah atau orang dewasa yang terlatih secara psikologis. Penyalahgunaan obat bius dan alkohol. Obat bius dan alkohol penggunaannya terus berlanjut dan tersebar di antara remaja, meskipun secara keseluruhan hal ini menurun selama dekade terakhir. Sementara itu, peningkatan tajam dari 1992 sampai 1993 sebagain besar alasannya adalah mariyunana dan merokok (U.S. Department of Health and Human Services, 1994). Tidak mengejutkan apabila penggunaan alcohol dan obat bius memiliki dampak serius terhadap kinerja anak di sekolah (Conger & Peterson, 1984). Kejahatan. Satu masalah remaja yang paling berbahaya adalah mulai melakukan kejahatan yang serius. Masalahnya jauh lebih umum di antara laki-laki daripada di antara wanita (U.S. Department of Justice, 1992). Kejahatan umumnya dilakukan oleh siwa-siwa berprestasi rendah yang sedikit diberikan pengertian agar yakin bahwa mereka dapat berhasil dengan mengikuti jalur yang disediakan bagi mereka oleh sekolah. Kejahatan merupakan suatu kelompok gejala yang besar sekali; kebanyakan tindak kejahatan

Perkembangan Moral dan Nilai-Nilai Agama Anak Masa Sekolah Menengah

16 Jul 2011 - Pikumas dalam  Hartinah (2008) menyatatak bahwa tugas utama dalam perkembangan anak masa sekolah menengah adalah memperoleh kematangan sistem moral untuk membimbing perilakunya kematangan belumlah sempurna jika tidak memiliki moral yang diterima secara universal. Penadapat itu menunjukkan pentingnya remaja memiliki landasan hidup yang kokoh, yaitu nilai-nilai moral, terutama yang bersumber dari agama. Terkait dengan kehidupan beragama remaja, ternyata mengalami proses yang cukup panjang untuk mencapai kesadaran beragama yang diharapkan. Kualitas kesadaran beragama remaja sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan atau pengalaman keagamaan yang dietrimanya sejak usia dini, terutama di lingkungan keluarga. Masa Remaja Awal (Usia 13-16 tahun) Pada masa ini terjadi perubahan fisik secara cepat, yaitu dengan dimulai tumbuhnya cirri-ciri keremajaan yang terkait dengan matangnya organ-organ seks seperti: cirri primer (menstruasi pada wanita atau mimpi basah pada pria), dan cirri sekunder (tumbuhnya kumis, jakun, bulu-bulu di sekitar kemaluan, dan membesarnya buah dada pada wanita, membesarnya pinggul). Pertumbuhan fisik yang terkaiat dengan organ seksual mengakibatkan terjadinya kegoncangan emosi, kecemasan, dan kekawatiran pada diri remaja. Bahkan lebih jauh kondisi itu dapat mempengaruhi kesadaran beragamanya, apalagi jika remaja kurang mendapatkan pengalaman atau pendidikan agama sebelumnya. Penghayatan rohaninya cenderung skeptic (acuh tak acuh), cuek atau was-was) sehingga muncul keengganan atau kemalasan untuk melakukan berbagai ibadah, ...
1234



Checkpagerank.net