RSS

Category of Strategi pembelajaran

Prinsip-prinsip Penggunaan Model Pembeiajaran Ekspositori

07 Feb 2014 -

Dalam penggunaan model pembeiajaran ekspositori terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru. Berorientasi pada TujuanWalaupun penyampaian materi pelajaran merupakan ciri utama dalam model pembeiajaran ekspositori melalui metode ceramah, namun tidak berarti proses penyampaian materi tanpa tujuan pembelajaran; justru tujuan itulah yang harus menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan model ini. Karena itu sebelum model pembelajaran ini diterapkan terlebih dahulu guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Prinsip KomunikasiProses pernbelajaran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi, yangmenunjuk pada proses penyampaian pesan darr seseorang (sumber pesan)kepada seseorang atau sekelompok orang (penerima pesan), Pesan yang ingindisampaikan dalam hal ini adalah materi pelajaran yang diorganisrr dan disusunsesuai dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai.Dalam proses komunikasiguru berfungsi sebagai sumber pesan dan siswa berfungsi sebagai penerimapesan. Prinsip KesiapanDalam teori belajar koneksionisme, “kesiapan” rnerupakan salah satu hukum belajar. Inti dari hukum belajar ini adalah bahwa setiap individu akan merespons dengan cepat dari setiap stimulus manakala dalam dirinya sudah memiliki kesiapan; sebaliknya, tidak mungkin setiap individu akan merespon setiap stimulus yang muncul manakala dalam dirinya belum memiliki kesiapan.Yang dapat kita tarik dari dari hukum belajar ini adalah agar siswa dapat menerima informasi sebagai stimulus yang kita berikan, terlebih dahulu kitaharus memposisikan mereka dalam keadaan

Bentuk-Bentuk CBSA

28 Jul 2011 - Kejelasan konsep CBSA., dan kelengkapan sarana pembelajaran sangat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan CBSA.; dalam hal yang berhubungan dengan beban belajar yang berlebihan dan cakupan kurikulum yang terlalu luas (over loaded) dapat menghambat pelaksanaan CBSA Penunjukan bentuk pembelajaran (sebagai pelaksanaan CBSA) yang terlalu formalistis, yang terlalu mengutamakan bentuk pembelajaran yang utuh, optimal, dan mempribadi bagi siswa. Praktik CBSA hendaknya dapat mendayagunakan segala bentuk pembelajaran (monologis, dialogis, dan pembelajaran berupa = diektis), dapat mendayagunakan segala fasilitas pembelajaran yang ada (dalam banyak hal justru guru bersama siswa membuat sarana pembelajaran yang diperlukan), dapat mengaktualkan semua potensi diri siswa dalam rakitan program (perencanaan) serta pelaksanaan pembelajaran bersistem yang kompak dan produktif. Jadi praktik CBSA menuntut kreativitas guru bersama siswa menuntut keterlibatan kerja banyak pihak yang bertaraf tinggi. Secara garis besar ciri-ciri bentuk pembelajaran CBSA yang berhasil, adalah yang memberi peluang siswa untuk aktif, mendayagunakan segala kemampuannya secara optimal, banyak usaha atau kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa (baik perorangan maupun kelompok) secara terarah, dibawah bimbingan guru yang kreatif, dan penuh pengabdian (dedikasi). Sehubungan dengan hal ini, Nana Sudjana dan Daeng Arifin (1988:33, 34) menegaskan bahwa Praktik CBSA yang berhasil berciri. Dari sudut siswa, tampak adanya keinginan yang kuat untuk belajar, kadar kegiatan (partisipasi) belajar yang ...
12345



Checkpagerank.net