RSS

Category of Perkembangan Peserta Didik Masa Sekolah Dasar

Perkembangan Sosioemosional Peserta Didik Masa Sekolah Dasar

16 Jul 2011 - Menjelang anak-anak masuk sekolah dasar, mereka telah mengembangkan keterampilan-keterampilan berfikir, bertindak, dan pengaruh sosial yang lebih kompleks. Sampai dengan masa ini, anak-anak pada dasarnya egosentris, dan dunia mereka adalah rumah, keluarga dan mungkin play-group atau tempat penitipan anak. Selama duduk di kelas rendah akan berada pada tahap keempat Erikson, percaya-diri vs rendah-diri. Dengan asumsi bahwa seorang anak telah mengembangkan kepercayaan selama bayi, selama tahun-tahun usia mereka, dan inisiatif selama tahun-tahun prasekolah, pengalaman-pengalaman anak di dalam  kelas-kelas rendah sekolah dasar dapat menyumbang kepada rasa percaya-diri dan kecakapan mereka. Selama tahap ini, anak-anak mulai mencoba untuk membuktikan bahwa mereka “dewasa”; dan tahap ini sering disebut tahap saya-dapat-mengerjakan-sendiri-tugas itu (I-can-do-it-my-self stage). Mereka dimungkinkan untuk diberikan suatu tugas. Pada saat daya konsentrasi anak tumbuh, mereka dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk tugas-tugas pilihan mereka, dan sering kali mereka dengan senang hati menyelesaikan berbagai proyek. Tahap ini juga termasuk tumbuhnya tindakan mandirim bertindak menurut cara-cara yang dapat diterima lingkungan mereka, dan peduli pada  permainan yang jujur. Penelitian tentang sosialisasi keluarga telah mengidentifikasi strategi yang digunakan orang tua dalam mensosialisasikan kepada anak-anak mereka perilaku-perilaku yang dapat diterima masyarakat. Orang tua tampaknyamemiliki gaya yang disukai dalam berinteraksi dengan anak-anak mereka,  dan variasi gaya ini mempengaruhi seluruh aspek ...

Perkembangan Kognitif Peserta Didik Masa Sekolah Dasar

16 Jul 2011 - Antara usia 5 dan 7, proses-proses berfikir anak-anak mengalami perubahan yang berarti. Ini merupakan periode transisi dari tahap berfikir  praoperasi ke tahap operasi kongkrit. Perubahan ini memungkinkan anak-anak melakukan secara mental suatu tindakan yang sebelumnya telah dilakukan secara fisik dan kemudian secara mental membayangkan seolah-oleh melakukan kembali tindakan-tindakan yang dilakukan sebelumnya itu, namun dengan urutan terbalik. Tidak seluruh anak melakukan transisi ini pada usia yang sama, dan tidak ada satupun individu anak berubah darias tu tahap ketahap berikutnya secara cepat. Anak-anak pada waktu yang sama sering menggunakan perilaku kognitif yang merupakan ciri-ciri dua tahap perkembangan. Pada saat individu berkembang dari satu tahap ke tahap berikutnya, ciri-ciri tahap sebelumnya masih bertahan pada saat perilaku kognitif tahap yang lebih tinggi berkembang. Disamping itu untuk memasuki tahap operasi kongkrit, anak-anak usia sekolah dasar dengan cepat mengembangkan keterampilan-keterampilan kognitif dan memori, termasuk keterampilan-keterampilan metakognitif, yaitu kemampuan berfikir tentang berfikir mereka sendiri dan belajar bagaimana belajar. Perkembangan kognitif anak sekolah dasar pada umumnya berada pada tahap operasi kongkrit dan oleh karena itu lemah dalam berfikir abstrak. Ini berarti bahwa pembelajaran di kelas-kelas sekolah dasar hendaknya sekongkrit mungkin dan sebanyak mungkin melibatkan pengalaman-pengalaman fisik. Pelajaran IPA hendaknya melibatkan penyentuhan, perakitan, pemanipulasian, pengeksperimenan dan pengecapan. Pelajaran ...
12



Checkpagerank.net