RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Dasar-Dasar Pemilihan Strategi Pembelajaran

Banyak pendapat mengenai dasar-dasar yang dipergunakan untuk memilih atau menentukan strategi pembelajaran. Beberapa diantaranya adalah :
Joyce and Weil, mengemukakan ada 4 hal yang perlu diperhatikan dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu :
  1. Sintaksis
    Yang dimaksud dalam hal ini adalah urutan kegiatan yang dilakukan pembelajar dalam menggunakan strategi pembelajaran tertentu. Sintaksis ini akan membedakan strategi yang satu dengan strategi pembelajaran yang lain.
    Misalnya : Strategi-strategi yang bersifat edukatif akan berbeda dari strategi yang bersifat enduktif.
  2. Respon pembelajar (principle of reaction)
    Dalam menggunakan strategi pembelajaran akan tampak bagaimana pembelajar memberikan respon terhadap pendapat pebelajar, jawaban pebelajar, pekerjaan pebelajar, dan lain-lain.
  3. Hubungan pembelajar dengan pebelajar (social system)
    Di dalam strategi pembelajaran tersirat apa peranan pembelajara dan apa peranan pebelajar dalam situasi belajar mengajar. Sayangnya murid selalu berperan secara aktif dalam proses pembelajaran (prinsip CBSA).
  4. Sistem penunjang
    Sistem penunjang dalam hal ini yang dimaksud adalah apa yang diperlukan bagi kegiatan pembelajaran agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Lawrence T. Alexander dan Robert H. Davis, mengemukakan ada 4 faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu
  1. Tujuan Pembelajaran khusus
  2. Keadaan pebelajar
  3. Sumber dan fasilitas untuk melaksanakan suatu strategi tertentu
  4. Karakteristik teknik penyajian tertentu.
Donald P. Ely, berpendapat bahwa ada 3 macam pola dasar kegiatan pembelajaran, ditinjau dari segi jumlah pebelajar yang belajar, yaitu :
  1. Pembelajaran untuk kelompok dasar, yaitu pembelajaran yang diikuti oleh lebih dari 30 orang pebelajar.
  2. Pembelajaran untuk kelompok, yaitu pembelajaran yang diikuti oleh 5 – 15 orang pebelajar.
  3. Pembelajaran secara individual, yaitu pembelajaran yang diikuti oleh 1 – 3 orang pebelajar.
Besarnya kelas (kelompok) ini akan mempengaruhi pembelajar dalam menentukan atau memilih strategi pembelajaran yang akan digunakan.
 Jerold Kemp, meninjau pola mengajar dari segi hubungan (interaksi) antara pembelajar dengan pebelajar. Dalam hal ini dikemukakan ada 3 macam kegiatan pembelajaran, yaitu :
  1. Penyajian dimana pembelajar menyampaikan informasi kepada pebelajar dengan cara ceramah, berbicara secara informasi, menulis di papan tulis, menunjukkan sesuatu dengan memakai alat audio-visual seperti: radio, film, atau menunjukkan alat peraga, dan sebagainya.
  2. Studi independent dimana pebelajar bekerja sendiri melalui kegiatan, misalnya membaca buku, memecahkan masalah, menulis laporan, melakukan percobaan di laboratorium, membaca di perpustakaan, membaca modul dan sebagainya.
  3. Interaksi pembelajar-pebelajar, dimana dalam pola kegiatan ini pembelajar dan pebelajar bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk diskusi, tanya jawab, mengerjakan tugas-tugas tertentu dan sebagainya.
Dengan demikian akan tampak jelas bagi kita bahwa jenis interaksi mana yang akan dipilih pembelajar akan mempengaruhi pemilihan strategi pembelajaran yang akan dipergunakan.

Posted 22 Jul 2011 04:40 PM by admin in Strategi pembelajaran


Download Attachment :
Makalah Isbd.doc
Kel 8 Manajemen Humas.doc
Ringkasan Harga Cd Motivasi_oktober.pdf
Scholarships2012.xls
Lkti Juara 3.doc

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net