RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Keefektifan Pembelajaran

Pengukuran keefektifan pembelajaran harus selalu dikaitkan dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Ada 7 indikator penting yang dapat dipakai untuk menetapkan keefektifan pembelajaran, yaitu: (1) kecermatan penguasaan perilaku,(2) kecepatan unjuk kerja,(3) kesesuaian dengan prosedur,(4) kuantitas unjuk kerja,(5) kualitas hasil akhir,(6) tingkat alih belajar,(7) dan tingkat retensi.
Kecermatan Penguasaan
Kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari, juga sering disebut dengan tingkat kesalahan unjuk kerja, dapat dipakai sebagai indikator untuk menetapkan keefektifan pembelajaran. Makin cermat mahasiswa menguasai perilaku yang dipelajari, makin efektif pembelajaran yang telah dijalankan. Atau, dengan ungkapan lain, makin kecil tingkat kesalahan, berarti makin efektif pembelajaran.
Kesulitan yang segera muncul adalah ketika penentuan kriteria tingkat kecermatan. Tingkat kecermatan dapat ditunjukkan oleh jumlah kesalahan dalam suatu unjuk-kerja. Makin banyak kesalahan yang dibuat, makin tidak cermat unjuk-kerja mahasiswa. Berapa tingkat kesalahan yang bisa diterima untuk menetapkan bahwa suatu pembelajaran efektif? Nampaknya sukar menemukan jawaban yang baku mengenai pertanyaan ini. Ia akan amat tergantung pada jenis unjuk-kerja yang diinginkan. Umpamanya, unjuk kerja: "Menghitung jumlah kuadrat 50 skor", menuntut tingkat kecermatan 100%. Dalam unjuk-kerja: "Membuat definisi penelitian eksperimental", tingkat kecermatannya bisa bergerak turun dari 100%. Pertanyaan yang muncul, berapa persen penurunan tingkat kecermatan yang bisa ditoleransi  sebagai ukuran keefektifan. Kemp (1985, hlm. 230) memberi rambu-rambu tentang hal ini, sebagai berikut:
In a systematically planned academic cource, attainment of the 80 percent level by at least 80 percent of the learners in a class could be acceptable as a highly effective program. In a vocational or skill area, 90-90 (90 percent of the trainees accomplishing 90 percent of the objectives) might be the accepted success level.
Indeks keefektifan mengungkapkan 2 hal pokok, yaitu (1) tingkat persentase mahasiswa yang mencapai tingkat penguasaan tujuan, dan (2) persentase rata-rata  penguasaan tujuan oleh semua mahasiswa. Jadi, apabila semua mahasiswa mencapai semua tujuan yang telah ditetapkan, maka indeks keefektifannya dapat diungkapkan dengan 100-100. Ini adalah indeks keefektifan maksimum. Apabila hanya 85% mahasiswa mencapai 80% tujuan yang telah ditetapkan, apakah pembelajaran dapat dikatakan efektif? Rambu-rambu Kemp dapat menjawab pertanyaan ini.
Bagaimanapun juga, dengan berbagai kondisi yang ada: karakteristik tujuan dan matakuliah, kendala, dan karakteristik mahasiswa; demikian juga ketidak-mampu dosen dalam merancang metode pembelajaran yang optimal: strategi pengorganisasian, strategi penyampaian, dan strategi pengelolaan; akan terlalu ideal kalau mengharapkan tingkat keefektifan 100%. Memang tingkat keefektifan ini adalah yang terbaik, namun variabel kondisional pembelajaran secara sistematik membatasi kemungkinan pencapaian tingkat keefektifan tertinggi ini.
Prof Dr I Nyoman S Degeng - Guru Besar Teknologi Pembelajaran UM

Posted 12 Jun 2011 08:54 AM by admin in Efisiensi Pembelajaran


Download Attachment :
G1898518 Instalasi Wordpress Offline.pdf
Mkpbm I Mata Kuliah Pbm I.doc
Pengaruh Ifrs Terhadap Silabus Dan Materi Pengajaran Akuntansi Keuangan.doc
Workshop Pengembangan Silabus Dan Rpp Pada Guruguru Sekolah Dasar Se Kota Surabaya Tahun 2011.doc
Nara Sumber Pada Workshop Pengembangan Silabus Dan Rpp Pada Guruguru Sd Pemerintah Kota Surabaya Tanggal 20 Juli 2010.doc

Recent Post

  • Prinsip pendidikan dan
    Prinsip pendidikan dan pengajaran peserta didik autis - AsesmenAsesmen adalah proses yang sitematis dalam mengumpulkan data berfungsi untuk ...
  • Contoh Asesmen Perkembangan
    Contoh Asesmen Perkembangan Peserta Didik Autis - Aspek Sosial Apakah anak dapat diajak dalam kegiatan menempel ...
  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...




Checkpagerank.net