RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Konsep-Konsep Khusus yang sering Digunakan dalam Model Elaborasi

Beberapa istilah dan konsep khusus yang sering digunakan dalam model elaborasi tampak perlu dikemukakan di sini. Konsep-konsep yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Konstruk isi (content construct) dan struktur bidang studi (subject-matter structure)
    Konstruk isi adalah suatu fakta, konsep, prinsip atau langkah (dari suatu prosedur). Struktur Bidang Studi adalah sejumlah konstruk isi yang dikelompokkan atas dasar keterkaitannya yang amat erat di antara konstruk-konstruk isi tersebut. Struktur isi bidang studi dapat diklasifikasi menjadi 3, yaitu:

    • Struktur orientasi,
    • Struktur pendukung,
    • Struktur ganda.
  2. Struktur orientasi adalah suatu struktur yang amat inklusif, yang di dalamnya tercakup semua atau sebagian besar isi bidang studi yang akan diajarkan. Struktur orientasi dapat bersifat konseptual, prose-dural, atau teoretik. Fungsinya adalah memperkenal-kan semua bagian bidang studi yang penting, yang nantinya dapat dijadikan sebagai kerangka untuk, mengaitkan bagian-bagian isi yang lebih rinci. la menunjukkan bagian-bagian penting dan sekaligus kaitan-kaitan yang ada di antara bagian-bagian itu. Dengan melihat struktur orientasi bidang studi, siswa akan mendapat gambaran umum mengenai apa yang akan dipelajari kemudian
  3. Struktur pendukung adalah suatu struktur yang tidak begitu inklusif jika dibandingkan dengan struktur orientasi. Struktur ini dapat berisi fakta-fakta, konsep-konsep, prosedur-prosedur, atau prinsip-prinsip yang melengkapi struktur orientasi. la diperlukan untuk membantu memahami konsep-konsep, atau prosedur-prosedur, atau prinsip-prinsip yang dimasukkan dalam struktur orientasi.
  4. Struktur ganda adalah suatu struktur yang menunjukkan kaitan di antara struktur-struktur suatu bidang studi. Struktur ini akan melibatkan struktur orientasi dan struktur pendukung. Oleh karena itu, struktur ini akan memasukkan hampir semua isi bidang studi yang penting mulai dari fakta, konsep, prosedur, sampai prinsip.
    Struktur orientasi seperti terlihat dalam pembagian di atas dapat bersifat konseptual, prosedural, dan teoretik, sedangkan struktur pendukung, di samping dapat mengambil ketiga sifat itu, iajuga bisa berupa struktur belajar (hirarkhi belajar).
  5. Struktur konseptual adalah suatu struktur yang menunjukkan hubungan lebih tinggi/setingkat/lebih rendah di antara konsep-konsep. Struktur konseptual pada hakikatnya memuat konsep-konsep bidang studi untuk mencapai tujuan orientasi konseptual.
    Ada 3 tipe penting dari struktur konseptual, yaitu:

    • taksonomi bagian,
    • taksonomi jenis, dan
    • matriks atau label.
    Taksonomi bagian adalah struktur konseptual yang menunjukkan bahwa konsep-konsep merupakan bagian dari suatu konsep.
    Taksonomi Jenis
    adalah struktur konseptual yang menunjukkan bahwa konsep-konsep merupakan varietas dari suatu konsep.
    Matriks
    atau Tabel adalah struktur konseptual yang menunjukkan kombinasi dari dua taksonomi atau lebih.
  6. Struktur prosedural adalah struktur yang menun­jukkan hubungan prosedural di antara bagian-bagian bidang studi. Struktur ini memuat isi bidang studi untuk mencapai tujuan orientasi prosedural. Ada 2 tipe dari struktur ini, yaitu:

    • struktur prosedural-prasyarat, dan
    • struktur prosedural-putusan.
    Struktur prosedural-prasyarat adalah struktur prosedural yang menunjukkan hubungan-hubungan prosedural-prasyarat, yang menspesifikasi urutan (-urutan) untuk menampilkan langkah-langkah dari suatu prosedur.Struktur ini dapat diungkapkan dengan kalimat: "Lakukanlah X sebelum Y".
    Struktur prosedural-putusan
    adalah struktur prosedural yang menunjukkan hubungan-hubungan prosedural-putusan, yang mendeskripsikan hal-hal yang diperlukan dalam pengambilan suatu keputusan tentang prosedur atau sub prosedur mana yang tepat digunakan dalam suatu situasi. Struktur ini dapat diungkapkan dengan kalimat: "Di bawah kondisi A, lakukan X bukan Y atau Z".
  7. Struktur teoretik adalah suatu struktur yang menunjukkan rangkaian hubungan kausal di antara konsep-konsep atau prinsip-prinsip. Umpamanya, suatu prinsip akan menunjukkan hubungan kausal di antara konsep-konsep. Struktur ini biasanya ditunjukkan dengan cara yang berbeda dengan semua struktur yang sudah diuraikan sebelumnya. Dalam banyak hal, sering ditunjukkan dengan ungkapan matematik, atau juga berbentuk diagram yang dilengkapi dengan tanda panah untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat. Struktur ini memuat isi bidang studi untuk mencapai tujuan orientasi teoritik.
  8. Struktur belajar adalah suatu struktur yang menunjukkan hubungan prasyarat belajar di antara fakta, konsep, dan prinsip. Umpamanya, suatu konsep merupakan parasyarat untuk belajar prinsip. Struktur belajar sepadan dengan hirarkhi belajar yang dikemukakan oleh Gagne (1968). Struktur ini mendeskripsikan pengetahuan apa yang harus diketahui lebih dulu sebelum pengetahuan yang lain dapat dipelajari. Atau, bila diungkapkan dengan kalimat, akan berbunyi: "Seorang siswa harus mengethui X agar dapat mempelajari Y". Jangan mengacaukan struktur belajar, yang menunjukkan hubungan prasyarat belajar dengan struktur prosedural-prasyarat, yang menunjukkan urutan langkah-langkah dalam menampilkan suatu prosedur.
  9. Konstruk isi

    • Fakta
    • Konsep
    • Prinsip
    • Prosedur
    Fakta: asosiasi satu-ke-satu antara objek, peristiwa, atau simbul yang ada, atau mungkin ada, di dalam lingkungan riil atau imajinasi.
    Konsep:
    sekelompok objek, peristiwa, atau simbul yang memiliki karakteristik umum yang sama dan yang diidentifikasi dengan nama yang sama.
    Prinsip:
    hubungan sebab-akibat antara konsep-konsep.
    Prosedur:
    urutan langkah untuk mencapai suatu tujuan, memecahkan masalah tertentu, atau membuat sesuatu.
    Dua konsep berikut ini, amat penting kaitannya dengan pembuatan urutan dan sintesis isi bidang studi, yaitu: epitome dan elaboration.
  10. Epitome adalah struktur konseptual, atau prosedural, atau teoretik dari seluruh isi penting bidang studi yang  akan diajarkan. Epitome hanya memuat aspek-aspek terpenting dari struktur orientasi dan keterkaitannya dengan struktur pendukung. Umpamamanya, untuk struktur orientasi prosedural, epitomenya akan berupa prosedur-prosedur yang amat umum yang mencakup semua bagiar, prosedur yang perlu dipelajari oleh siswa. Epitome juga disebut sebagai overview yang memiliki karakteristik khusus. la memberikan kerangka cantolan, bukan merangkum, semua isi bidang studi. Isi epitome hanya terdiri dari satu tipe isi bidang studi, apakah itu konsep, prosedur, atau prinsip. Di samping itu, epitome harus disajikan pada tingkat aplikasi. Artinya, bahwa pengertian-pengertian harus disertai dengan contoh-contoh konkret dan contoh-contoh latihan.
  11. Elaboration adalah tahapan pembelajaran yang menyajaikan konstruk isi yang lebih rinci. Elaborasi tahap pertama, akan mengelaborasi bagian-bagian yang tercakup dalam epitome; elaborasi tahap kedua, akan mengelaborasi bagian-bagian yang tercakup dalam elaborasi tahap pertama, dan begitu seteYus-nya. Pengurutan sajian seperti ini akan membuat pembelajaran bergerak dari umum-ke-rinci (urutan elaboratif).
Prof . Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.PdGuru Besar Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang

Posted 11 Jul 2011 03:27 PM by admin in Teori Elaborasi


Download Attachment :
Jawa4.doc
Penggunaan Integral Tentu Pertemuan 3.pdf
Bahasa Indonesia 4.pdf
The Effectiveness Of Mobile Technology In A University E Learning Environment.pdf
Sap Matematika Bisnis8.doc

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net