RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Macam-macam metode ilmiah

Beberapa pendapat yang dikemukakan para ilmuwan mengenai metode ilmiah seperti J.C. Almack, adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Sedangkan B. Ostle dalam bukunya yang berjudul “Statistic in Research” berpendapat bahwa metode ilmiah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu yang interelasi. Berdasarkan pada pendapat para ilmuwan di atas dapat ditangkap bahwa metode ilmiah adalah suatu proses keilmuwan untuk memperoleh kebenaran dan pengertahuan secara sistematis dengan bukti-bukti yang fisis atau nyata dan yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis yang berarti dalam meneliti, peneliti atau ilmuwan harus mematuhi criteria dan langkah-langkah tertentu yang terdapat dalam metode ilmiah.

Kriteria Metode Ilmiah

  1. Berdasarkan Fakta

    Keterangan dan data-data yang didapat selama dalam proses penelitian harus berdasarkan pada kenyataan atau fakta dan bukan berdasarkan daya khayal, legenda, mitos dan sebagainya.
  2. Bebas dari Prasangka

    Dalam menilai dan menganalisis suatu data harus menggunakan alasan dan bukti yang lengkap serta menggunakan pembuktian objektif dan bersih, bukan dari hasil prasangka.
  3. Menggunakan Prinsip-prinsip Analisis

    Ideal dari ilmu adalah mendapatkan interelasi yang sistematis dari fakta-fakta. Metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta dengan menggunakan pendekatan kesangsian sistematis. Hal ini berarti kita harus menggunakan prinsip-prinsip analisis dengan tidak membiarkan fakta yang ada sebagaimana adanya. Tetapi kita dituntun dalam proses berpikir untuk mencari sebab-akibat dari fakta-fakta tersebut dengan analisis yang tajam.
  4. Menggunakan Hipotesis

    Hipotesis adalah kesimpulan sementara tentang hubungan sangkut paut fenomena dalam penelitian sebelum diuji dalam eksperimen. Oleh karena itu, hipotesis harus ada dan harus diformulasikan, kemudian diuji kebenarannya sehingga dapat ditindaklanjuti. Artinya, jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang diuji tidaklah benar dan layak untuk diperbaiki atau ditinggalkan.
  5. Menggunakan Ukuran Objektif

    Dalam kegiatan penelitian tidak boleh menggunakan ukuran –ukuran subjektif, seperti merasa-rasa dengan hati nurani atau dengan daya khayal. Tetapi itu semua harus menggunakan ukuran atau pertimbangan objektif dan logis.
  6. Menggunakan Teknik Kuantitatif

    Satuan-satuan atau ukuran-ukuran seperti kg, ohm, volt, km dan sejenisnya wajib digunakan untuk data ukuran kuantitatif. Dan janganlah sekali-kali menggunakan ukuran-ukuran subjektif seperti sejauh mata memandang, semanis gula dan setumpuk gunung yang mungkin dapat memunculkan kalimat ambiguitas. Namun seringkali kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran normal, rangking dan rating.

Langkah-langkah dalam Metode Ilmiah

  1. Pendefinisian

    Langkah pertama adalah memilih dan mendefinisikan masalah. Masalah didefinisikan dan dirumuskan sehingga dapat mengurangi rasa keraguan terhadap objek serta untuk membatasi luas cakupan masalah yamg akan dibahas.
  2. Mengadakan Studi Kepustakaan

    Studi kepustakaan adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap peneliti untuk mendapatkan data. Peneliti dapat mencari data atau referensi yang ada kaitannya dengan masalah yang sedang dibahas di dalam perpustakaan.
  3. Memformulasikan Hipotesis

    Hipotesis wajib diformulasikan agar hipotesis dapat diuji benar atau salahnya, sehingga dapat diketahui apakah hipotesis itu dapat ditindaklanjuti atau tidak.
  4. Membangun Kerangka

    Membangun kerangka analisis serta alat-alat dalam menguji hipotesis sehingga diperoleh prediksi untuk kemudian diuji dalam eksperimen.
  5. Mengumpulkan Data

    Mengumpulkan data untuk keperluan menguji hipotesis karena setiap illmuwan memiliki teknik dan metode penlitian yang berbeda dalam meneliti sehingga teknik pengumpulan datanya juga berbeda-beda.
  6. Menyusun, Menganalisa dan Memberikan Interpretasi

    Setelah data terkumpul, maka langkah berikutnya adalah menyusun data untuk dianalisa dan kemudian membuat tafsiran/interpretasi setelah dianalisa.
  7. Membuat Generalisasi dan Kesimpulan

    Setelah data dibuat interpretasinya, peneliti mengembangkan tafsirannya (membuat generalisasi). Dan selanjutnya membuat kesimpulan. Kesimpulan dan generalisasi ini harus berhubungan dengan hipotesis, apakah hipotesis tersebut dapat diterima kebenarannya atau tidak. Apakah hubungan-hubungan antara fenomena hanya berlaku untuk situasi umum atau khusus dan saran-saran apa yang dapat diberikan dari hasil penelitian dan lain-lain.
  8. Membuat Laporan

    Langkah terakhir yang ditempuh sebagai hasil yang paling akhir adalah membuat laporan ilmiah.

Macam-macam Metode Ilmiah

Pada dasarnya untuk menyusun suatu objek (masalah) menjadi sebuah sistem pengetahuan dibutuhkan metode. Dan setiap ilmu memiliki cara yang berbeda-beda dalam penyusunannya (memiliki metode yang berbeda antara ilmu satu dengan yang lain). Perbedaan metode yang digunakan tersebut dikarenakan setiap ilmu memiliki tujuan masing-masing secara garis besar. Tujuan pengetahuan ada dua corak yaitu (1) bertujuan untuk mencapai pengetahuan tentang sesuatu yang umum dan tetap, (2) bertujuan mencapai pengetahuan tentang sesuatu yang sifatnya khusus. Dan dari dua corak tujuan pengetahuan di atas, kita dapat membagi metode pokok dalam memecahkan fenomena-fenomena alam menjadi dua macam yaitu :

  1. Metode Induksi

    Metode ini berangkat dari peristiwa atau fakta yang khusus, kemudian kita tarik generalisasi-generalisasi yang bersifat umum sehingga kita dapat memformulasikan atau menciptakan pengertian dan hokum yang bersifat umum dan tetap.

    Metode induksi dibagi dalam tiga macam yaitu:

    1. Metode induksi komplit/sempurna

      yaitu metode induksi yang memerlukan observasi mengenai cirri-ciri objek, individu atau peristiwa secara keseluruhan dalam suatu kelas atau jenis. Setelah itu dibutuhkan sebuah kesimpulan yang bersifat umum dari penelitian yang telah dilakukan.
    2. Metode sistem Bacon

      Metode ini memerlukan tiga macam Tabulasi untuk mendapatkan sifat, cirri atau unsure dan hakikat suatu gejala.

      • Tabulasi ciri-ciri Positif

        Kondisi dimana suatu gejala pasti timbul jika kondisi itu ada.
      • Tabulasi ciri-ciri Negatif

        Kondisi dimana gejala tidak timbul walaupun gejala itu ada
      • Tabulasi variasi kondisi

        Pencatatan terhadap perubahan ciri-ciri gejala pada kondisi yang berubah-ubah.
    3. Metode induksi tidak komplit

      Yaitu metode induksi yang tidak memerlukan observasi mengenai cirri-ciri subjek, individu atau peristiwa secara keseluruhan dalam suatu kelas. Cukup hanya mengambil sampel yang merupakan bagian dari satu kelas tersebut. Metode ini sering diterapkan dalam banyak penelitian ilmiah.

      Dalam metode induksi ini, untuk mendapatkan pengertian atau hukum yang bersifat umum, peneliti dapat menempuh dua cara:

      • Cara komparasi (membandingkan)
      • Cara eksperimen (percobaan)

      Cara komparasi dapat dilakukan dengan langkah-langkah:

      1. Menumpulkan data dan keterangan
      2. Menganalisis data yang terkumpul
      3. Membandingkan sifat-sifat data, yang sama dan yang berbeda
      4. Mengumpulkan sifat-sifat yang sama dan menyisihkan yang berbeda
      5. Merumuskan hukum, umumnya berdasarkan sifat-sifat

      Cara eksperimen dilakukan dengan langkah-langkah:

      1. Menciptakan gejala yang akan diselidiki dengan sengaja
      2. Menguji gejala-gejala tersebut sehingga didapatkan persamaan-persamaan dari gejalanya
      3. Merumuskan hukum, umumnya atas dasar persamaan gejala-gejalanya
  2. Metode Deduksi

    Adalah metode dari fakta atau pengetahuan umum kemudian berdasarkan pengetahuan kita tarik kesimpulan yang bersifat khusus. Prinsip Deduksi; apa yang dianggap benar pada semua kejadian dalam suatu hal atau jenis, akan dianggap sebagai hal yang benar pula pada semua kejadian yang termasuk dalam hal atau jenis itu. Dan dalam metode deduksi diperlukan bantuan silogisme dalam menarik kesimpulan suatu pengetahuan

Posted 21 Jun 2011 04:59 PM by admin in Proses Dan Syarat-Syarat Ilmiah


Download Attachment :
Makalah Isbd.doc
Kel 8 Manajemen Humas.doc
Ringkasan Harga Cd Motivasi_oktober.pdf
Scholarships2012.xls
Lkti Juara 3.doc

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net