RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Meningkatkan Hasil Belajar Debit Melalui Pemecahan Masalah Model Polya

ABSTRAK

Pratiwi, Dyah Sekti. 2010. Meningkatkan Hasil Belajar Debit Melalui Pemecahan Masalah Model Polya di Kelas VI SDN Plumbangan 03 Kecamatan Doko. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd., (II) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si.
Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada di dalamnya. Selain itu, matematika merupakan pengetahuan yang logis, sistematis, artifisial, dan menghendaki suatu pembuktian. Sifat-sifat matematika tersebut menuntut siswa untuk menggunakan kemampuan-kemampuan dasar dalam pemecahan masalah, seperti berpikir logis dan berpikir strategik. Pemecahan masalah merupakan materi pemecahan masalah dalam mata pelajaran matematika. Materi pemecahan masalah diajarkan untuk membelajarkan siswa tentang pemecahan masalah. Pemecahan masalah merupakan suatu usaha dengan menggunakan matematika maupun aplikasinya dan ilmu pengetahuan lain secara kreatif yang menjadikan suatu strategi untuk menyelesaikan suatu masalah atau kesulitan sehingga tujuan yang diinginkan segera tercapai. Dalam membelajarkan pemecahan masalah di kelas VI SDN Plumbangan 03 Kec. Doko Kab. Blitar, guru dan siswa mengalami permasalahan, sehingga siswa tidak dapat mencapai SKM yang ditentukan. Karena itulah peneliti melakukan penelitian tindakan kelas untuk mencapai ketuntasan siswa dalam belajar sesuai dengan SKM yang ditetapkan dalam KTSP SDN Plumbangan 03. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan pemecahan masalah model Polya. Penelitian dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian dilakukan menurut tahap yang dikemukakan oleh Lewin’s. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa dan kemampuan menyelesaikan pemecahan masalah menggunakan pemecahan masalah model Polya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi, tes, angket, dan wawancara. Teknik analisa data disesuaikan dengan instrumen dan untuk hasil belajar digunakan SKM sebagai standar ketuntasan siswa dalam belajar. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; pada siklus I, 55% siswa sudah mampu memahami masalah, 30% siswa mampu menyusun rencana penyelesaian, 25% siswa mampu melaksanakan rencana penyelesaian, dan 20% siswa mampu menguji kembali jawaban. Kemudian pada siklus II, 85% siswa mampu memahami masalah, 40% siswa mampu menyusun rencana penyelesaian masalah, 45% siswa mampu melaksanakan rencana penyelesaian, dan 40% siswa mampu menguji kembai jawaban. Sedangkan untuk hasil tes, pada siklus I hasil tes awal diperoleh 41,30% dan pada siklus II diperoleh 51,05%. Pada siklus I, tes akhir diperoleh 47,20% dan siklus II diperoleh 71,20%. Kegiatan guru pada siklus I mendapatkan nilai 19 dan pada siklus II mendapatkan nilai 21. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pemecahan masalah model Polya dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang pemecahan masalah. Dari hasil penelitian tersebut, diharapkan guru mencoba menerapkan model ini untuk membantu mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah sekaligus sebagai rangsangan pada guru untuk dapat mencipatakan inovasi dalam meningkatkan pembelajaran.

Posted 04 Aug 2011 08:06 PM by admin in Abstrak Penelitian


Download Attachment :
Jawa4.doc
Penggunaan Integral Tentu Pertemuan 3.pdf
Bahasa Indonesia 4.pdf
The Effectiveness Of Mobile Technology In A University E Learning Environment.pdf
Sap Matematika Bisnis8.doc

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net