RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Model Pendidikan Karakter Melalui Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)

Secara formal, instrument untuk membangun moral dan karakter bangsa sudah ada dalam kurikulum pendidikan nasional. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000, kurikulum di perguruan tinggi meliputi lima rumpun, yaitu: (1) pengembangan kepribadian (MPK); (2) pengembangan keilmuan dan ketrampilan (MPKK); (3) pengembangan keahlian berkarya (MPKB); (4) pengembangan perilaku berkarya (MPB); dan (5) pengembangan berkehidupan bermasyarakat (MPBB). Yang termasuk rumpun matakuliah pengembangan kepribadian antara lain adalah mata kulian agama, matakuliah Pendidikan Pancasila yang kemudian diganti dengan matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan, mata kuliah bahasa Indonesia, dan matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Rumpun matakuliah pengembangan kepribadian merupakan instrument pendidikan karakter bagi para mahasiswa.
Sesuai dengan rumpun matakuliah dan program pendidikan karakter bangsa, rumpun matakuliah pengembangan kepribadian, pelaksaan perkuliahan diarahkan untuk memperkuat jati diri bangsa dan membangun karakter. Oleh karena itu dalam proses, matakuliah pengembangan kepribadian, tidak hanya dirahkan untuk transfer pengetahuan dan keterampilan tetapi juga sebagai proses internalisasi nilai yang terkandung dalam pengetahuan tersebut. Dengan cara ini, mahasiswa bukan hanya diberi pengetahuan, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan yang dipakai dalam perkuliahan adalah pendekatan kontekstual, yang lebih menekankan pada pembahasan masalah-masalah yang aktual dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sedangkan metode yang dipakai lebih banyak menggunakan metode diskusi dan problem solving. Dalam perkuliahan ini dosen memberi stimulus berupa persoalan-persoalan yang aktual dan kontektual, seperti kasus korupsi yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan lapisan elit, pembohongan public, pelanggaran HAM, konflik sosial dan konflik politik, sebagai bahan diskusi. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa, mahsiswa telah memiliki pengetahuan awal dan kemampuan abstraksi serta analisis yang cukup. Oleh karena itu, metode diskusi dianggap lebih tepat dan sekaligus mampu menumbuhkan partisipasi mahasiswa.
Setelah mahasiswa memperoleh perkuliahan sebagai wahana untuk menambah wawasan, selanjutnya mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang ada. Mahasiswa boleh memilih kegiatan yang diminati. Dalam mengikuti kegiatan tersebut, mahasiswa dinilai perilakunya sebagai aplikasi dari pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam perkuliahan. Lembar penilaian telah dibuat oleh Tim pengembang pendidikan karakter. Lembar tersebut diserahkan kepada masing-masing unit kegiatan kemahasiswaan untuk diisi. Untuk menjaga obyektivitas atau menghindari subyektivitas dalam penilaian, lembar itu juga diberikan kepada mahasiswa untuk menilai temannya (peer group). Hasil lembar observasi dan pengamanatan itu kemudian dijadikan sebagai bahan untuk menentukan kelulusan mahasiswa untuk matakuliah pengembangan kepribadian

Posted 07 Oct 2011 03:24 AM by admin in Pendidikan Karakter


Download Attachment :
26.pdf
27.pdf
311.pdf
34.pdf
47.pdf

Recent Post

  • Prinsip pendidikan dan
    Prinsip pendidikan dan pengajaran peserta didik autis - AsesmenAsesmen adalah proses yang sitematis dalam mengumpulkan data berfungsi untuk ...
  • Contoh Asesmen Perkembangan
    Contoh Asesmen Perkembangan Peserta Didik Autis - Aspek Sosial Apakah anak dapat diajak dalam kegiatan menempel ...
  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...




Checkpagerank.net