RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Pedoman Penyusunan Bahan Ajar

Bahan ajar ditulis dengan menggunakan strategi pembelajaran yang sama seperti yang digunakan dalam kelas biasa. Menulis bahan ajar berarti mengajarkan isi suatu matakuliah melalui tulisan. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan bukan bahasa buku teks yang bersifat sangat resmi atau sangat formal, melainkan bahasa setengah formal dan setengah lisan.
Ketika menulis bahan ajar, penulis hendaknya membayangkan bahwa ia sedang memberi kuliah tatap muka kepada seorang pembaca, seolah-olah sedang mengajak pembaca berbicara. Dengan demikian, penulis diharapkan menggunakan bahasa yang berada di antara bahasa formal dan bahasa lisan.
Susunan tulisan dalam suatu bahan ajar mencerminkan strategi pembelajaran atau urutan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang biasa digunakan oleh dosen dalam perkuliahan tatap muka.
Panduan Khusus
Bahan ajar sebaiknya dikembangkan mengikuti ketentuan-ketentuan umum di atas serta ketentuan-ketentuan khusus untuk setiap bab. Setiap bab sebaiknya diseragamkan memasukkan komponen-komponen berikut:
BAGIAN PENDAHULUAN
Bagian pendahuluan terdiri dari kerangka isi, tujuan pembelajaran, deskripsi singkat, dan relevansi.
  1. Kerangka isi, yang diletakkan pada setiap awal bab, berfungsi untuk memperlihatkan kaitan antara bab yang sedang dibahas dengan bab sebelumnya serta bab sesudahnya. Untuk memusatkan perhatian pembaca, bab yang sedang dibahas diberi tanda yang berbeda (umpamanya, kotak yang berbayang).
  2. Tujuan. Mengungkapkan kemampuan apa yang harus dimiliki oleh peserta setelah selesai mengikuti kegiatan belajar bab tersebut. Tujuan hendaknya diungkapkan agak operasional sehingga pencapaiannya mudah diukur.
  3. Deskripsi singkat tentang isi bab (diungkapkan dalam satu paragraf). Dengan membaca deskripsi tersebut mahasiswa akan memdapatkan gambaran umum tentang keseluruhan isi dari bab yang akan dibahas.
  4. Relevansi isi bab (diungkapkan dalam satu paragraf). Relevansi isi bab mengungkapkan kaitan antara isi bab yang sedang dipelajari dengan isi bab yang telah dipelajari sebelumnya dan kegunaannya dalam mempelajari bab berikutnya, serta kegunaannya dalam keseluruhan proses belajar.
  5. Kata-kata kunci. Kata-kata kunci perlu diidentifikasi dan dikemukakan dalam bagian ini.
Keseluruhan butir di bagian pendahuluan ini ditulis secara berkesinambungan dengan ketentuan sub judul kerangka isi tidak perlu ditulis. Uraian mengenai deskripsi dan relevansi ditulis dalam satu sub judul: Deskripsi.
BAGIAN ISI
Bagian isi adalah "daging" suatu bab, yang terdiri dari beberapa sub bagian:
  1. Judul
  2. Uraian atau penjelasan (explanation) secara terperinci tentang isi bab, yang diikuti dengan contoh-contoh konkrit (examples) dan non-contoh, serta gambar atau grafik. Uraian dapat pula dimulai dengan contoh-contoh, atau kasus-kasus kemudian baru diikuti dengan penjelasan tentang konsep yang dimaksud.
  3. Ringkasan dari konsep atau prinsip yang telah dipelajari dalam bab tersebut.
  4. Latihan (exercise) yang berisi kegiatan yang harus dilakukan peserta setelah membaca uraian di atas. Latihan ini berisi perintah yang harus dilakukan peserta dengan mengikuti petunjuk-petunjuk secara bertahap, langkah demi langkah. Tujuan latihan ini adalah agar peserta benar-benar menguasai konsep yang telah dibahas.
Setiap butir dari bagian ini perlu diberi sub judul (umpamanya: "Ringkasan").

Posted 12 Jun 2011 02:35 PM by admin in Pengembangan Modul Pembelajaran


Download Attachment :
2 Landasan Keilmuan Kearifan Lokal.pdf
Bab 1 New.pdf
Peta Konsep.pdf
Bab 1.pdf
Bab Iii.pdf

Recent Post

  • Prinsip pendidikan dan
    Prinsip pendidikan dan pengajaran peserta didik autis - AsesmenAsesmen adalah proses yang sitematis dalam mengumpulkan data berfungsi untuk ...
  • Contoh Asesmen Perkembangan
    Contoh Asesmen Perkembangan Peserta Didik Autis - Aspek Sosial Apakah anak dapat diajak dalam kegiatan menempel ...
  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...




Checkpagerank.net