RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Pembiasaan Perilaku Berkarakter, sebaiknya dimulai dari mana?

Rasanya kini memang sulit menentukan dari mana kita bisa memulai membangun budaya masyarakat yang berkarakter, karena dampak dari kurangnya implementasi nilai sopan santun dan etika disetiap kehidupan peribadi maupun sosial.
Bagi masyarakat ultra modern, ekpresi kebebasan demokrasi sudah sangat lumrah dan bahkan telah bosan, tetapi bagi kelompok urban, mereka sedang asyik-asyiknya menikmati kebebasan, melampiaskan segala yang dikehendaki, dan cenderung anarkhis, mencaci-maki pemimpin yang dulu ditakuti, bisa merobohkan pintu gerbang kantor pemerintah dan sebagainya. Rasanya kini tidak ada teori yang bisa digunakan sebagai dasar problem solving.
Belajar kepada sejarah bangsa lain (misalnya Amerika Serikat), ternyata orang Amerika yang dulu orang kulit putih anti terhadap kulit hitam, limapuluh tahun yang lalu, orang negro benar-benar dinista dalam sistem sosial Amerika Serikat. Tetapi kini Presiden yang dipilih justeru orang kulit hitam, Barack Obama.
Oleh karena itu kita tidak boleh perputus asa untuk tetap membangun karakter masyarakat yang bermartabat, meski hari-hari ini kurang laku. Membangun karakter dewasa ini sama sulitnya seperti menebar benih di musim kemarau, tidak tumbuh. Tetapi jika tidak ada yang menebar benih di musim kemarau, nanti ketika musim hujan yang tumbuh hanya alang-alang.
Kita dihadapkan pada pilihan-pilihan, membangun budaya berkarakter masyarakat bisa melalui lembaga pendidikan, lembaga sosial dan lembaga keagamaan. Kampus dalam hal ini sebagai lembaga tempat menanamkan sikap dan sopan santun (tata krama) yang efektif sehingga perlu penanaman sikap dan pembiasaan selama mahasiswa menempuh pendidikan di kampus.
Bagaimana mengintegrasikan perilaku berkarakter ke dalam kehidupan di kampus? Bagaimana kedisiplinan dapat berjalan di kampus, tumbuh sikap dan kesadaran menghormati dosen, melakukan pergaulan dengan teman yang berlandaskan perilaku berkarakter, membangun lingkungan kelas yang positif, mengembangkan sikap-sikap positif kepemimpinan, mengkaitkan program kampus, masyarakat, dan rumah dengan perilaku berkarakter.
Perlu segera menyusun cetak biru untuk membenahi karakter bangsa ini yang telah berkembang lebih ke karakter buruk (kurang sopan santun dalam pergaulan). Tidak perlu menjadikan pendidikan karakter sebagai mata pelajaran baru, karena nanti akan lebih terfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah. Lebih baik membangun karakter, dibanding “Mata Pelajaran Pendidikan Karakter”. Membangun karakter melalui pembiasaan disetiap kegiatan atau disetiap unit terutama dilingkungan kampus.
Perilaku berkarakter dilaksanakan melalui kegiatan ekstra kurikuler yang selama ini diselenggarakan di kampus. Kegiatan Ekstra Kurikuler diharapkan merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh unit-unit kegiatan yang wajib diikuti mahasiswa sesuai kepeminatannya. Melalui kegiatan ekstra kurikuler diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial, serta potensi dan prestasi peserta didik serta sarana pengembangan perilaku berkarakter.
Pendidikan karakter pada tingkatan institusi mengarah pada pembentukan budaya kampus, yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga kampus, dan masyarakat sekitar kampus. Budaya kampus harus merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra kampus di mata masyarakat luas.
Pada tataran mahasiswa, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya kampus, yaitu perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga kampus, dan masyarakat sekitar kampus harus berlandaskan nilai-nilai tersebut.
Oleh karena itu perlu penanaman pembiasaan perilaku berkarakter di kampus yang meliputi:
  1. Pembekalan tata krama bagi mahasiswa baru. Setiap mahasiswa baru mendapat pembekalan tata krama yang ditempuh melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Materi tata krama sebagai pembekalan mahasiswa baru perlu dikemas yang bersifat praktis dengan mengedepankan praktek/perilaku selama menempuh pendidikan di kampus.
  2. Pembekalan tata krama bagi mahasiswa kependidikan yang akan menempuh PPL. Dalam pembekalan mahasiswa yang akan menempuh PPL diberikan materi tata krama untuk membentuk watak mahasiswa agar berperilaku yang selaras dengan citra kependidikan.
  3. Penerapan tata tertib bagi segenap pengurus organisasi kemahasiswaan. Setiap organisasi kemahasiswaan harus bisa menjadi sarana penanaman perilaku berkarakter, baik perilaku orangnya maupun kondisi tempat kerjanya.
  4. Penerapan tata tertib bagi penghuni asrama mahasiswa (PGSD, RUSUNAWA, UKKI di Masjid) yang dapat mencerminkan keteladanan bagi mahasiswa lain.
  5. Penerapan tata tertib dikelas dalam perkuliahan maupun dalam menempuh ujian.
  6. Sikap dan keteladanan bagi pemgurus organisasi mahasiswa. Pengurus organisasi mahasiswa wajib menerapkan perilaku berkarakter, oleh karena itu persyaratan menjadi pengurus perlu ditetapkan dengan norma-norma yang menjung tinggi keteladanan dan keoemimoinan.
  7. Pengurus organisasi mahasiswa wajib mengikuti upacara bendera yang diselenggarakan oleh universitas. Bagi mahasiswa baru selama dalam proses PKKMB satu tahun, wajib mengikuti upacara bendera yang diselenggarakan universitas.
  8. Memakai almamater dalam kegiatan kampus maupun luar kampus:

    • kengikuti Upacara Bendera;
    • kegiatan seminar;
    • kegiatan menerima tamu;
    • berkunjung ke instansi lain;
    • rapat-rapat dengan pimpinan;
    • Dsb.
  9. Peduli lingkungan kampus. Segenap civitas akademik Unesa harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan kampus, yang diwujudkan dalam bentuk:

    • Jika melihat lampu menyala tidak pada fungsinya sebaiknya matikan!
    • Jika ada air mengocor dari kran dalam keadaan tidak berfungsi sebaiknya matikan!
    • Jika ada komputer menyala dalam keadaan sudah tidak berfungsi sebaiknya matikan!
    • Jika ada AC hidup dalam ruang yang tidak berfungsi sebaiknya matikan!
    • Kepedulian terhadap hal-hal yang sederhana seperti jangan terbiasa membiarkan apapun yang terlihat dalam keadaan terbengkelai, karena tidak merasa memiliki. Melihat benda menghalangi orang lewat jika kita mengetahui lebih dulu harus disingkirkan, jangan sekali-kali mengatakan “saya tidak menaruh benda itu”
    • Jika melihat barang yang tidak terawat seperti melihat barang inventaris tergeletak, barang tempelan dinding terjatuh, jangan sekali-kali mengatakan ”toh ada petugas atau penjaga yang akan menatanya kembali”. Hal itu cermin tidak peduli.
    • Jika berada di penginapan atau di hotel, akan meninggalkan ruang lampu menyala, TV menyala, air kran mengalir, jangan sekali-kali anda mengatakan “biarkan saja toh kita sudah membayar” Hal itu sebagai cermin sebagai orang yang berjiwa ingin selalu merugikan orang lain, bahkan tidak senang orang lain memiliki usaha yang berhasil. Buatlah kondisi seandainya aku pemilik hotel atau penginapan tersebut.
    • Mahasiswa di tempat kos, tak peduli dengan barang rusak yang menggangu orang lain (membaiarkan lampu, kipas angin, TV dan air kran yang bocor), membiarkan begitu saja dengan alasan anda sudah bayar uang kos. Hal itu sebagai cermin sebagai mahasiswa yang mau menempati tempat kos tetapi tidak ikut bertanggung jawab pada pemilik jasa penyedia kos, bahkan jika kos anda digratiskan sekalipun tidak akan berubah perilaku tersebut, karena prinsip hidup anda tidak peduli. Coba renungkan! Seandainya aku pemilik usaha diperlakukan seperti itu, bagamana sikap anda? Membiasakan peduli terhadap barang milik orang lain mesti bukan miliknya akan membauat orang lain juga peduli pada kita.
    • Kembalikan kepada pemilikya jika menemukan barang yang sudah jelas tahu pemiliknya, dan jika belum tahu pemiliknya sampaikan ditempat publik yang memungkinkan orang lain mengetahui barang tersebut milik siapa. Mengembalikan barang yang bukan miliknya terasa hidup lebih mulia.
  10. Larangan Merokok di lingkungan kelas dan kampus

    • Mahasiwa tidak dibenarkan merokok dalam kelas baik waktu belajar maupun dalam kelas kosong, demikian juga tidak dibenarkan merokok di lingkungan kampus.
    • Untuk lebih efektifnya larangan ini maka segenap pengurus organisasi mahasiswa di kampus (BEM, DLM, UKM [Unit Kegiatan Mahasiswa]) harus dapat menjadi model perilaku berkarakter, dengan menunjukkan perilaku tidak merokok di kampus, tidak ada bekas rokok didalam ruang organisasi, dan tidak berperilaku merokok disetiap aktifitas kemahasiswaan.
    • Masyarakat kampus dapat mencontoh aturan yang diterapkan di sebuah perusahaan taxi, yang melarang sopirnya merokok di dalam taxi baik ada penumpang atau tidak, dan juga larangan merokok dilingkungan taxi ketika parkir. Bahkan bagi sopir yang kedapatan melanggar aturan tersebut dan ada yang melaporkan ke kantornya maka dikenakan sanksi denda Rp 200 ribu. Semua berjalan baik suka atau tidak suka, semua mentaati, karena semua aturan diberlakukan sejak awal melamar menjadi pengemudi taxi. Demikian juga tidak akan diterima bagi calon pengemudi yang memiliki tato dan sejenisnya.
    • Filosofi aturan itu tentu sederhana “jika sopir merokok di dalam taksi atau diluar taksi, pasti ada yang protes dan merasa tidak suka untuk memakai taksi tersebut, namun dapat dipastikan tidak ada penumpang yang protes jika sopir dilarang merokok.
  11. Etika berpakaian Fungsi pakaian adalah sebagai penutup aurat sekaligus perhiasan, namun dalam pemakaiannya harus menyelaraskan dengan situasi dan kondisi.
    Dalam ajaran agama diperintahkan agar setiap orang memakai pakaian yang baik dan bagus, baik berarti sesuai dengan fungsinya yaitu menutupi aurat, sedangkan bagus berarti memadai (serasi) sebagai perhiasan penutup tubuh yang sesuai kemampuan si pemakai.
    Mahasiswa tidak diperkenankan memakai kaos oblong, sandal jepit, atau sandal lainnya yang tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kuliah atau berurusan administrasi maupun urusan akademik di kampus.

Posted 08 Oct 2011 05:33 PM by admin in Pendidikan Karakter


Download Attachment :
G1898518 Instalasi Wordpress Offline.pdf
Mkpbm I Mata Kuliah Pbm I.doc
Pengaruh Ifrs Terhadap Silabus Dan Materi Pengajaran Akuntansi Keuangan.doc
Workshop Pengembangan Silabus Dan Rpp Pada Guruguru Sekolah Dasar Se Kota Surabaya Tahun 2011.doc
Nara Sumber Pada Workshop Pengembangan Silabus Dan Rpp Pada Guruguru Sd Pemerintah Kota Surabaya Tanggal 20 Juli 2010.doc

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net