RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Model Drill And Practice Pada Materi Pengolah Angka Siswa Smp

Triyanna Widiyaningtyas, S.T, M.T(1)

Abstrak: Dalam kegiatan pembelajaran, khusunya dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa masih menggunakan buku yang berisi latihan whorksheet praktek. Padahal, fasilitas laboratorium dukungan untuk media pembelajaran interaktif berbasis multimedia. Oleh karena itu, diperlukan untuk mengembangkan bor instruksional media dan model praktek yang dikemas dalam cara yang terstruktur untuk subjek nomor pengolahan. Secara umum, tujuan pengembangan adalah untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif dengan bor dan model praktek pada sejumlah subjek pengolahan untuk siswa SMP. Spesifically, tujuan pengembangan adalah untuk meningkatkan motivasi siswa untuk mempelajari subjek ini.
Ini pengembangan multimedia interaktif menggunakan Dick dan Carey metode. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner validasi para ahli media, ahli pelajaran, dan penonton.
Hasil dari pembangunan adalah pakar media yang diuji untuk mendapatkan skor 97% dan ahli pelajaran yang mendapatkan nilai 97%. Hasil sidang kelompok kecil mendapatkan skor 94% dan hasil uji coba evaluasi lapangan mendapatkan nilai 95%. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif dengan latihan dan model praktek berlaku.
PENDAHULUAN
Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memang menuntut seseorang untuk langsung praktik dan latihan. Seperti halnya dalam pembelajaran di sekolah, seringkali guru Teknologi Informasi dan Komunikasi kurang memiliki bahan materi untuk praktik beserta latihan yang dikemas secara terstruktur dalam sebuah multimedia pembelajaran interaktif khususnya pada perangkat lunak pengolah angka. Mereka biasanya memanfaatkan satu contoh dari buku Lembar Kerja Siswa (LKS) dan paper praktikum yang disediakan oleh guru. Dengan kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher center). Padahal dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi telah menawarkan fasilitas dalam menyampaikan bahan ajar, seperti multimedia pembelajaran interaktif dalam bentuk Compact Disk.
Perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang di dalamnya bersamaan dengan perkembangan teknologi multimedia, menjadikan produk-produk TIK semakin beragam. Pada pertengahan dekade tahun 1980-an tatkala teknologi komputer multimedia mulai diperkenalkan, maka sejak saat itu multimedia pembelajaran berbasis komputerpun dimulai. Terdapat berbagai sebutan untuk media pembelajaran berbasis komputer seperti CAI (Computer Assited Instruction), MPI (Multimedia Pembelajaran Interaktif), software pembelajaran mandiri, media presentasi berbantuan komputer, dll. Setiap penyebutan tentu saja mempunyai karakteristik khusus sesuai dengan yang dimaksudkan oleh pengembangnya (Wahono, 2006: 6). Mulai saat itu MPI sudah menjadi bahan pembicaraan di kalangan dunia.
Peristilahan MPI di Indonesia baru muncul ke permukaan sekitar tahun 2005-an setelah diadakan lomba pembuatan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk SMA dan sederajat oleh Dikmenum, walaupun kegiatan merancang MPI telah dilakukan tahun-tahun sebelumnya oleh PH atau institusi tertentu. Sebenarnya pembuatan bahan ajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah dirintis oleh Direktorat Pembinaan SMA sejak tahun 1990, dimulai dengan pelatihan guru-guru MIPA (matematika dan ilmu pengetahuan alam) dalam pembuatan multimedia pembelajaran. Kegiatan tersebut berlanjut dan berkembang hingga sekarang dengan bentuk dan nama kegiatan yang berbeda. Selama kurun waktu tersebut telah dihasilkan banyak multimedia pembelajaran (bahan ajar berbasis TIK) (Wahono, 2006: 7).
Secara umum manfaat yang dapat diperoleh dari multimedia pembelajaran adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan prises belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.
Manfaat di atas akan diperoleh mengingat terdapat keunggulan dari sebuah multimedia pembelajaran, yaitu: (1) Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron dll. (2) Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dll. (3) Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dll. (4) Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dll. (5) Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dll. (6) Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran. Karakteristik multimedia pembelajaran adalah (1) Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual. (2) Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna. (3). Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan oran lain.
Selain memenuhi ketiga karakteristik tersebut, multimedia pembelajaran sebaiknya memenuhi fungsi sebagai berikut (1) Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin. (2) Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri. (3) Memperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang koheren dan terkendalikan. (4) Mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon, baik berupa jawaban, pemilihan, keputusan, percobaan dan lain-lain.
Menurut Arsyad (2009:158) model drill and practice (praktik dan latihan) merupakan latihan digunakan untuk mengasah ketrampilan atau memperkuat penguasaan konsep. Di sisi lain, komputer menyiapkan serangkaian soal atau pertanyaan yang serupa dengan yang biasa ditemukan dalam buku atau lembar kerja.
Dengan demikian, perlu dikembangkan multimedia pembelajaran interaktif model drill and practice yang dikemas secara terstruktur untuk materi pengolah angka. Dengan multimedia pembelajaran interaktif siswa dapat meningkatkan motivasi belajar dalam mempelajari materi perangkat lunak pengolah angka. Selain itu juga dapat meminimalisir paper dalam kegiatan praktikum. Karena siswa dituntut untuk banyak latihan dan praktik dengan materi dan contoh soal yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Teknologi Informasi dan Komunikasi khususnya perangkat lunak pengolah angka.
METODE
Dalam penelitian ini akan dikembangkan metode pengembangan Dick and Carey (2005) sebagai dasar pengembangan multimedia pembelajaran interaktif. Metode pengembangan Dick and Carey hasil modifikasi disajikan pada gambar 1 berikut ini.

Gambar 1. Metode Pengembangan Dick and Carey Hasil Modifikasi

Prosedur Pengembangan
  1. Analisis Kebutuhan (Identify Instructional Goal)
    Langkah awal yang ditempuh pengembang adalah observasi dan wawancara ke sekolah. Dari hasil wawancara dengan guru di sekolah tersebut, didapatkan kesimpulan bahwa Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi kurang memiliki bahan materi untuk praktik beserta latihan yang dikemas secara terstruktur dalam sebuah multimedia pembelajaran khususnya pada perangkat lunak pengolah angka.
  2. Analisis Pembelajaran Conduct Instructional Analysis)Analisis pembelajaran dalam pengembangan ini yaitu dalam kegiatan praktikum siswa masih menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan paper praktikum yang telah disediakan oleh guru.
  3. Analisis Karakteristik Siswa dan Lingkungan (Analyze Learners and Contexts)Analisis karakteristik siswa dan lingkungan dalam pengembangan ini yaitu dalam kegiatan belajar peserta didik masih cenderung berpusat pada guru (teacher center).
  4. Merumuskan Tujuan Khusus (Write Performance Objectives)
    Berdasarkan analisis pembelajaran dan pernyataan tentang analisis karakteristik siswa dan lingkungan, selanjutnya akan dirumuskan pernyataan khusus tentang tujuan multimedia pembelajaran interaktif yang akan dikembangkan. Tujuan khusus pengembangan multimedia pembelajaran interaktif yaitu untuk mengatasi kondisi yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar diantaranya: (1) Menyediakan bahan materi untuk praktik beserta latihan yang dikemas secara terstruktur dalam sebuah multimedia pembelajaran dan (2) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa secara mandiri dalam mempelajari materi pengolah angka.
  5. Mengembangkan Instrumen Penelitian (Develop Assessment Instruments)Instrumen yang dikembangkan dalam pengembangan ini adalah data angket. Data angket digunakan untuk mengukur kelayakan/kevalidan multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan. Dalam hal ini akan diujicobakan kepada ahli media, ahli materi dan audiens. Hasil dari data angket digunakan untuk menyempurnakan multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan.
  6. Mengembangkan Strategi Pembelajaran (Develop Instructional Strategy)
    Strategi dalam pengembangan multimedia pembelajaran interaktif ini meliputi: (1) Kegiatan pra-pembelajaran (pre-activity) diaplikasikan melalui tes kemampuan awal, (2) Penyajian informasi diaplikasikan melalui materi perangkat lunak pengolah angka, (3) Praktek dan umpan balik (practice and feedback) diaplikasikan melalui materi perangkat lunak pengolah angka yang dikemas dalam kegiatan praktik dan latihan dan umpan baliknya diaplikasikan melalui video untuk memperjelas penyajian materi, (4) Pengetesan (testing) diaplikasikan melalui latihan kompetensi dasar dan soal evaluasi.
  7. Mengembangkan Materi Pembelajaran (Develop And Select Instructional Materials)
    Pengembangan materi pembelajaran dilakukan berdasarkan konsultasi dengan guru mata pelajaran TIK. Dari hasil konsultasi tersebut didapatkan kesimpulan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif pada materi perangkat lunak pengolah angka.
  8. Merancang dan Mengembangkan Evaluasi Formatif (Design and Develop Formative Evaluation)
    Ada tiga jenis evaluasi formatif yaitu uji perorangan (one-to-one), uji kelompok kecil (small group), dan uji lapangan (field evaluation). Dalam hal ini, pengembang mengembangkan evaluasi formatif yang dihasilkan yaitu instrumen atau angket penilaian yang digunakan untuk mengumpulkan data. Data-data yang diperoleh tersebut sebagai pertimbangan dalam merevisi pengembangan multimedia pembelajaran.
  9. Revisi Pembelajaran (Revise Instructional)
    Dalam pengembangan ini, data yang diperoleh dari evaluasi formatif dan diinterpretasikan untuk memecahkan kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam mencapai tujuan. Selain itu, hasil evaluasi formatif ini digunakan untuk merevisi pembelajaran agar lebih efektif.
Uji Coba Produk
Desain uji coba multimedia pembelajaran interaktif disajikan pada gambar 2 berikut.

Gambar 2. Desain Uji Coba


Desain uji coba dalam pengembangan media ini meliputi:
  1. Uji Coba Perorangan (One to one)
    Uji coba satu perorangan dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan dan untuk mengetahui saran dan kritik yang berkaitan dengan media yang telah dikembangkan. Uji coba perorangan atau biasa disebut validasi dilakukan oleh validator yaitu ahli media dan ahli materi yang telah menguasai bidang multumedia pembelajaran maupun materi pembelajaran.
  2. Uji Coba Kelompok Kecil (Small group)
    Uji coba kelompok kecil dilakukan untuk mengetahui apakah media ini layak digunakan dan untuk mengetahui respon audiens dalam skala kecil terhadap media yang dikembangkan. Uji coba kelompok kecil dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 3 siswa yang memiliki tingkat kemampuan belajar yang berbeda.
  3. Uji Coba Lapangan (Field evaluation)
    Uji coba lapangan dilakukan untuk mengetahui apakah media ini layak digunakan dan untuk mengetahui respon audiens terhadap media yang dikembangkan. Uji coba lapangan dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 24 siswa yang memiliki tingkat kemampuan belajar yang berbeda.
Subjek uji coba dalam pengembangan multimedia pembelajaran interaktif adalah ahli materi, ahli media, dan audiens. Pada penelitian pengembangan ini menggunakan data kuantitatif, yaitu berupa penilaian kelayakan multimedia pembelajaran interaktif oleh ahli materi dan ahli media berupa skor 1 sampai 4. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa angket (questionnaire) yang bersifat semi tertutup. Karena di dalam angket tersebut terdapat pertanyaan dengan memberi tanda cek (?) dan memberi saran maupun kritik terhadap aspek yang tersedia dalam angket. Multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan tingkat kriteria kelayakan media apabila mencapai skor nilai minimal 80%.
HASIL
Hasil pengembangan (evaluasi formatif) multimedia pembelajaran interaktif model drill and practice ini yaitu uji coba perorangan (one to one) yang terdiri dari, ahli media sebesar 97% dan ahli materi sebesar 97%. Hasil uji coba kelompok kecil (small group) oleh 3 audiens sebesar 94% dan hasil uji coba lapangan (field evaluation) oleh 24 audiens sebesar 95%. Revisi produk yang dilakukan pengembang berdasarkan kritik dan saran dari validator yaitu ahli media, ahli materi, dan audiens kelompok kecil.
Tampilan multimedia interaktif ini dibagi menjadi 5 menu utama, yaitu (1) Menu Tujuan untuk mengetahui tujuan pembelajaran, (2) Menu Test Kemampuan Awal untuk mengukur test kemampuan awal, (3) Menu Materi untuk mempelajari materi Microsoft Excel 2007, (4) Menu Evaluasi untuk mengukur kemampuan setelah mempelajari materi Microsoft Excel 2007, dan (5) Menu Bantuan untuk mengetahui petunjuk penggunaan media.
Berikut ini beberapa tampilan dari multimedia interaktif yang telah dikembangkan dapat dilihat pada gambar 3 gambar 8 berikut ini.

Gambar 3. Menu Utama Multimedia Interaktif

Gambar 4. Tampilan Menu Tujuan

Gambar 5. Tampilan Menu Tes Kemampuan Awal

Gambar 6. Tampilan Menu Materi

Gambar 7. Tampilan Menu Evaluasi

Gambar 8. Tampilan Menu Bantuan

KESIMPULAN
Dari hasil pengembangan (evaluasi formatif), dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif model drill and practice secara keseluruhan dapat dinyatakan valid/layak.
DAFTAR RUJUKAN

  • Anderson, Ronald H. 1994. Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
  • Angkowo, R., & Kosasih, A. 2007. Optimalisasi Media Pembelajaran. Jakarta : Grasindo
  • Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi III). Jakarta : PT.Rineka Cipta.
  • Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
  • Dick, W., Carey, L. & Carey, J. O. 2005. The systematic design of instruction.
  • Boston: Harper Collin College Publisher.
  • Hafidz, Abdul. 2009. Pengembangan Sistem Pembelajaran Model Dick, Carey, dan Carey, (Online), (http://hafiztepum.blogspot.com/, diakses 10 Desember 2010)
  • Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung : Citra Aditya Bhakti.
  • Latuheru, D.J. 1988. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini. Jakarta : Depdikbud Dirjen Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidik.
  • Polla, Gerardus. 2000. Strategi Pembelajaran Menggunakan Media Komputer.Buletin Pelangi Pendidikan, Volume 2 No.1 Tahun 1999/2000
  • Sadiman, A.S.dkk. 2009. Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
  • Sudjana, N., & Rivai, A. 2001. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
  • Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah : Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Laporan Penelitian. Malang : BAAKPSI dan Penerbit Universitas Negeri Malang (UM).

1) Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

Posted 06 Aug 2011 01:17 PM by admin in Abstrak Penelitian


Download Attachment :
Sni 03 1729 2000 Baja.pdf
Status Of Private Sec School.xls
Bab 10 Elektronika Daya.pdf
Canberralive How To Login1.ppt
Atl Docs 1509113.xls

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net