RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Pengembangan Pengalaman Belajar Ranah Kognitif, Psikomotorik, dan Afektif

Pengalaman belajar adalah kegiatan fisik maupun mental yang perlu dilakukan oleh siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan materi pelajaran. Berbagai alternatif pengalaman belajar dapat dipilih sesuai dengan jenis kompetensi serta materi yang dipelajari.
Pengalaman belajar dapat dilakukan dengan baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pengalaman belajar di dalam kelas dilaksanakan dengan jalan mengadakan interaksi antara siswa dengan sumber belajar. Bentuk pengalaman belajar di dalam kelas dapat berupa telaah buku, telaah Undang-Undang, telaah hasil penelitian, mengadakan percobaan di laboratorium, mengukur tinggi benda menggunakan klinometer, kerja praktek di studio, dan sebagainya.
Pengalaman belajar diluar kelas dilakukan dengan jalan mengunjungi objek studi yang berada di luar kelas. Misalnya, mengamati jalannya sidang perkara pidana di Pengadilan Negeri, mengamati cara pengambilan keputusan di DPRD bagi siswa yang mempelajari PPKN; melakukan observasi ragam tumbuhan pantai dibandingkan dengan ragam tumbuhan di pegunungan bagi siswa yang ingin mempelajari keanekaragaman mahluk hidup sesuai dengan karakteristik habitatnya dalam mata pelajaran Biologi; mengamati kecepatan abrasi pantai untuk dapat memahami pengaruh ombak laut terhadap pantai dalam mata pelajaran Geografi, dan sebagainya.
Ditinjau dari dimensi kompetensi yang ingin dicapai, pengalaman belajar siswa meliputi pengalaman belajar kognitif, psikomotorik dan afektif.
Kompetensi kognitif meliputi menghafal, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesiskan, dan menilai. Pengalaman belajar yang relevan dengan setiap tingkatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pengalaman belajar untuk tingkat hafalan dapat berupa berlatih menghafal verbal atau parafrase di luar kepala, berlatih menemukan taktik menghafal misalnya menggunakan yang perlu dihafal dapat berupa fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.
Pengalaman belajar untuk tingkatan pemahaman dilakukan dengan jalan membandingkan (menunjukkan persamaan dan perbedaan), mengidentifikasi karakteristik, menggeneralisasi, menyimpulkan, dan sebagainya.
Pengalaman belajar tingkatan aplikasi dilakukan dengan jalan memadukan berbagai unsur atau komponen, menyusun membentuk bangunan, mengarang, melukis, menggambar, dan sebagainya.
Pengalaman belajar untuk mencapai kemampuan dasar penilaian (judgement) terhadap objek studi menggunakan kriteria tertentu, misalnya menilai kesesuaian suatu bangunan dengan bestek.
Berkenaan dengan ranah psikomotorik, kompetensi dicapai meliputi tingkatan gerakan awal, semi rutin, gerakan rutin. Untuk mencapai kompetensi tersebut, pengalaman belajar yang perlu dilakukan antara lain :
Pada tingkatan penguasaan gerakan awal, siswa perlu berlatih menggerakkan sebagian anggota badan. Pada tingkat gerakan semi rutin, siswa perlu berlatih, mencoba atau menirukan gerakan yang melibatkan seluruh anggota badan. Pada tingkatan gerakan rutin siswa perlu melakukan gerakan secara menyeluruh dengan sempurna dan sampai pada tingkatan otomatis. Pengalaman belajar yang umum dilakukan untuk mencapai ketiga tingkatan tersebut adalah berlatih dengan frekuensi tinggi dan intensif  (driill), menirukan, mensimulasikan, mendemonstrasikan gerakan yang ingin dikuasai, dan sebagainya. Misalnya, siswa penerbang mensimulasikan cara menerbangkan pesawat dengan menggunakan standar pesawat.
Berkenaan dengan ranah afektif, kompetensi yang ingin dicapai antara lain meliputi tingkatan pemberian respon (responding), apresiasi (appreeciating), penilaian (valuing), dan internalisasi (internalization). Pengalaman belajar yang relevan dengan berbagai jenis tingkatan afektif tersebut antara lain : berlatih memberikan respon atau reaksi terhadap nilai-nilai yang dihadapkan kepadanya, berlatih menikmati atau menerima nilai, norma, serta objek yang mempunyai nilai etika dan estetika; berlatih menilai ditinjau dari segi baik buruk, adil tidak adil, indah tidak indah terhadap objek studi; berlatih menerapkan/mempraktekkan nilai, norma, etika dan estetika dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Secara konkrit, pengalaman belajar yang perlu dilakukan agar siswa mencapai berbagai tindakan tingkatan kompetensi afektif tersebut antara lain dengan mengamati dan menirukan perilaku contoh/model/panutan, mendatangi objek studi yang dapat memupuk pertumbuhan nilai, berbuat atau berpartisipasi aktif sesuai dengan tuntunan nilai yang dipelajari, dan sebagainya.

Posted 27 Jul 2011 06:30 PM by admin in Metode Pembelajaran


Download Attachment :
Nuansa Fiqih Sosial.doc
Doktrin Zionisme Dan Idiologi Pancasila.doc
Bila Kiyai Menjadi Tuhan.doc
Kegiatan Belajar 1.doc
Disain Instruksional1.ppt

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net