RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Penggunaan Tindak Tutur Siswa dalam Percakapan di Kelas

Abstrak

Penggunaan tuturan siswa dalam percakapan siswa terhadap guru dan terhadap siswa di kelas dapat dikatakan sebagai penggunaan tindak tutur siswa dalam percakapan di kelas. Karena adanya pengaruh konteks penggunaannya termasuk norma sosial budaya penuturnya, penggunaan tindak tutur siswa dalam percakapan di kelas dapat bervariasi, yang ada pada suatu tempat berbeda dengan yang ada di tempat lain, yang ada pada suatu daerah berbeda dengan yang ada di daerah lain, yang ada pada suatu negara berbeda dengan yang ada di negara lain. Berdasarkan hal tersebut, kajian terhadap penggunaan tindak tutur siswa dalam percakapan di kelas di SMA Lab IKIP Singaraja menarik dan perlu dilakukan.Penelitian ini berupaya menjawab masalah sebagai berikut. Bagaimanakah penggunaan tindak tutur siswa dalam percakapan di kelas di SMA Lab IKIP Singaraja? Masalah tersebut mencakup hal sebagai berikut. Bagaimanakah penggunaan bentuk, fungsi, dan strategi penyampaian direktif dan asertif siswa dalam percakapan di kelas di SMA Lab IKIP Singaraja? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang tergolong studi kasus tunggal, yang menggunakan ancangan sosiolinguistik dan pragmatik. Data penelitian terdiri atas dua jenis, yaitu: (1) data tuturan dan (2) data catatan lapangan. Data tuturan mengandung bentuk, fungsi, dan strategi penyampaian direktif dan asertif. Data catatan lapangan meliputi catatan lapangan deskriptif dan catatan lapangan reflektif. Data pertama diperoleh melalui teknik perekaman menggunakan tape recorder dan data kedua diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Prosedur analisis data menggunakan model tersebut melalui empat tahap, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) pereduksian data, (3) penyajian data, dan (4) penyimpulan temuan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Penggunaan bentuk direktif dan asertif siswa dalam percakapan di kelas berupa tuturan bermodus deklaratif, interogatif, dan imperatif. Dalam percakapan siswa-guru dan percakapan siswa-siswa, tuturan tersebut digunakan untuk menyampaikan berbagai kategori fungsi direktif dan asertif sesuai kebutuhan komunikasi mereka. Bentuk direktif dan asertif yang digunakan untuk menyampaikan berbagai fungsi tindak tutur tersebut menggunakan BI dengan varian linguistik bervariasi yang memperlihatkan adanya kewajaran dan kesantunan berbeda-beda. Penggunaan bentuk direktif dan asertif siswa yang demikian itu mencerminkan penggunaan BI berdasarkan norma sosial budaya dalam percakapan di kelas yang dilatari norma sosial budaya penggunaan BL-Singaraja. Hal itu berarti bahwa siswa SMA sebagai suatu masyarakat tutur dalam percakapan kelas mempunyai bentuk direktif dan asertif yang diwujudkan dengan piranti linguistik bervariasi untuk membedakan hubungan sosial mereka.Penggunaan fungsi direktif dan asertif siswa dalam percakapan di kelas cukup bervariasi. Dalam percakapan siswa-guru, penggunaan fungsi direktif siswa berupa: pertanyaan dan permintaan. Dalam percakapan siswa-siswa, penggunaan fungsi direktif berupa permintaan, pertanyaan, perintah, dan pengizinan. Penggunaan fungsi asertif siswa, baik dalam percakapan siswa-guru maupun dalam percakapan siswa-siswa berupa penyampaian laporan, penyampaian pendapat, penerimaan, dan penolakan. Berbagai kategori fungsi direktif dan asertif tersebut masing-masing diwujudkan dengan tuturan imperatif, deklaratif, atau imperatif yang diformulasikan menggunakan BI dengan varian linguistik yang bervariasi yang memperlihatkan adanya kewajaran dan kesantunan berbeda-beda. Penggunaan fungsi direktif dan asertif siswa yang demikian itu mencerminkan penggunaan BI berdasarkan norma sosial budaya dalam percakapan di kelas yang dilatari norma hubungan sosial budaya penggunaan BL-Singaraja. Hal itu berarti bahwa siswa SMA sebagai suatu masyarakat tutur dalam percakapan di kelas mempunyai fungsi direktif dan asertif bervariasi dan mempunyai piranti linguistik dengan variasi tersendiri untuk menyatakan masing-masing fungsi tindak tutur tersebut.Penggunaan strategi penyampaian direktif dan asertif siswa berupa strategi langsung dan tidak langsung. Strategi langsung digunakan untuk menyampaikan berbagai kategori fungsi direktif dan asertif yang terkait langsung dengan topik pembelajaran. Strategi tidak langsung digunakan untuk menyampaikan berbagai kategori fungsi direktif dan asertif yang terkait dan tidak terkait langsung dengan topik pembelajaran. Strategi penyampaian fungsi direktif dan asertif tersebut diwujudkan dengan tuturan dalam berbagai bermodus yang menggunakan BI dengan varian linguistik bervariasi yang memperlihatkan adanya kewajaran dan kesantunan berbeda-beda. Penggunaan fungsi direktif dan asertif siswa yang demikian itu mencerminkan penggunaan BI berdasarkan norma sosial budaya dalam percakapan di kelas yang dilatari norma sosial budaya penggunaan BL-Singaraja. Hal itu berarti pula bahwa siswa SMA sebagai suatu masyarakat tutur dalam percakapan di kelas mempunyai strategi penyampaian direktif dan asertif yang diwujudkan dengan piranti linguistik untuk menyatakan fungsi-fungsi direktif dan asertif mereka dengan gaya kontekstual berbeda-beda.Berdasarkan uraian tersebut, dapat dirumuskan simpulan sebagai berikut. (a) Siswa SMA sebagai suatu masyarakat tutur dalam percakapan di kelas mempunyai bentuk direktif dan asertif yang diwujudkan dengan piranti linguistik bervariasi untuk membedakan hubungan sosial mereka. (b) Siswa SMA sebagai suatu masyarakat tutur dalam percakapan di kelas mempunyai fungsi direktif dan asertif bervariasi dan mempunyai piranti linguistik dengan variasi tersendiri untuk mengekspresikan masing-masing fungsi tindak tutur tersebut. (c) Siswa SMA sebagai suatu masyarakat tutur dalam percakapan di kelas mempunyai strategi penyampaian direktif dan asertif yang diwujudkan dengan piranti linguistik untuk mengekspresikan fungsi-fungsi direktif dan asertif mereka dengan gaya kontekstual berbeda-beda.Sesuai dengan hasil penelitian tersebut, disarankan hal-hal sebagai berikut. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk merancang aktivitas belajar mengajar yang dapat menumbuhkan dan memelihara motivasi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal. Bagi kepala sekolah, temuan penelitian ini dapat memberi masukan untuk merencanakan dan menciptakan suasana pendidikan dan pengajaran yang kondusif di sekolah yang dipimpinnya. Bagi peneliti berikutnya, dalam rangka replikasi, jangkauan penelitian ini dapat diperluas.

Posted 04 Aug 2011 06:31 PM by admin in Abstrak Penelitian


Download Attachment :
26.pdf
27.pdf
311.pdf
34.pdf
47.pdf

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net