RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Peran guru dalam memotivasi siswa

Peran guru yang penting dalam mendorong pembelajaran siswa adalah meningkatkan keinginan siswa atau motivasi untuk belajar. Untuk melakukan tugas ini, guru perlu memahami siswa dengan baik agar nantinya guru mampu menyediakan pengalaman-pengalaman pembelajaran, yang darinya siswa akan menemukan sesuatu yang menarik, bernilai, dan secara instrinsik memotivasi, menantang, dan berguna bagi mereka (Kellough, 2000). Semakin baik guru memahami minat-minat siswa, dan menilai tingkat-tingkat keterampilan siswa, maka semakin efektif menjangkau dan mengajari mereka. Untuk memperoleh informasi, beberapa pertanyaan yang dapat diajukan pada mereka adalah sebagai berikut (McCarty & Siccone, 2001):

  • Menurut anda hal-hal apa saja yang harus diketahui oleh orang “dewasa cerdas” ?
  • Apa minat, hobi, dan cara-cara favorit yang anda gunakan untuk menghabiskan waktu anda?
  • Skill, bakat, aktivitas, atau sesuatu apa yang membuat anda menikmatinya?
  • Apa yang sangat tidak anda sukai?
  • Apa yang paling anda takuti?

Orang tua dan guru mendorong motivasi siswa dengan berbagai cara. Contoh, sebagian besar orang tua memperkuat dan menghadiahi anak anak mereka dengan mengatakan kata-kata seperti “silakan/tolong” dan “terima kasih.” Hal ini dapat diterapkan secara efektif melalui modeling apabila orang tua menggunakan istilah-istilah ini dan secara personal mengilustrasikan daya tarik perilaku-perilaku sosial tersebut pada anak-anak mereka. Motivasi awal pada anak-anak dalam proses ini mungkin melibatkan konsep tentang nilai instrinsik. Ketika menggunakan “silakan/tolong” dan “terima kasih,” anak-anak mendapatkan apa yang mereka inginkan sekaligus berusaha menyenangkan orang tua mereka dengan proses ini pula. Namun, orang tua bukan berarti langsung mengajarkan proses tersebut pada anak-anak mereka; mereka hanya menfasilitas kemampuan anak-anak untuk menggali nilai ekstrinsik dengan menggunakan istilah-istilah ini dalam percakapan sehari-hari mereka. Meski demikian, beberapa pendidik kurang nyaman dengan aplikasi faktor-faktor motivasional yang didasarkan penghargaan - penghargaan instrinsik semacam ini karena menyenangkan orang lain dan menerima reward hanya akan menghasilkan keuntungan pembelajaran jangka pendek. Hanya saja, para pendidik ini mungkin masih menggunakan aplikasi penghargaan - penghargaan ekstrinsik, namun kemudian mereka membantu siswa untuk membuat perubahan dari penghargaan - penghargaan tersebut. Hal ini berarti bahwa siswa melakukan perubahan dari kebutuhan ekstrinsik untuk menyenangkan orang lain dan berpartisipasi agar memperoleh penghargaan menuju kebutuhan instrinsik untuk memperoleh pengetahuan atau memuaskan minat mereka. Sealin menawarkan reward untuk perilaku yang baik dan bagus, para guru seharusnya menekankan nilai atas aktivitas pembelajaran tertentu dan mendesain aktivitas ini dengan cara - cara yang membuat semua siswa yakin bahwa mereka akan sukses (Parsons & Brown, 2002).
Adakalanya, anda mungkin pernah mendengar seorang guru yang berkata, “ada anak -anak yang tidak dapat dimotivasi.” Sebenarnya para siswa tidak pernah tidak termotivasi, hanya saja mereka mungkin tidak tertarik dengan apa yang diajarkan guru. Berhubungan dengan “anak-anak yang tidak termotivasi” ini, tantangan guru adalah membantu siswa memahami relevansi atau aplikasi praktis dari tugas pembelajaran yang diberikan. Selain itu yang tak kalah penting adalah bahwa tugas yang diberikan harus sesuai dengan kapabilitas mereka. Jika tugas tersebut terlalu sulit atau terlalu mudah, mereka mungkin menghindarinya karena mereka bisa saja dibuat pusing atau justru bosan (Pintrich & Schunk, 2002; Stipek, 2002). Siswa sering kali meneruskan pekerjaan mereka pada tugas - tugas yang diberikan jika mereka mengalami perasaan pencapaian dan kepuasan yang benar - benar nyata. Keinginan untuk menghadapi, mengeksplorasi, dan mengatasi tantangan - tantangan, baik itu tantangan intelektual ataupun tantangan fisik, merupakan inti dari motivasi instrinsik dalam kelas yang harus digalakkan oleh guru. Siswa yang termotivasi karena keharusan untuk memahami dan menguasai suatu tugas (orientasi penguasaan/kemahiran) menunjukkan perilaku - perilaku dan pemikiran yang lebih positif daripada siswa yang mengerjakan sesuatu untuk hasil tertentu (orientasi performa) (McMillan, 2004).
Salah satu dari peran terpenting guru adalah meyakinkan pada siswa bahwa kita terlibat bersama mereka di setiap tantangan dan berada “dalam sudut mereka” di setiap saat. Hal ini tentu saja membutuhkan strategi - strategi organisasional dan personal yang fokus pada nilai dan kekuatan motivasi instrinsik dan dampak positipnya pada prestasi akademik siswa. Sulit bagi siswa untuk berhasil jika mereka kekurangan motivasi untuk tetap fokus pada tugas-tugas yang menentang. Para guru perlu mempertimbangkan faktor – faktor berikut ini untuk mendorong siswa fokus pada hasil pembelajaran yang diinginkan (Guillaume, 2004):

  • Mempertemukan kebutuhan-kebutuhan dan minat-minat.
  • Memusatkan tingkat-tingkat perhatian.
  • Menfasilitasi tanggapan atau kesadaran terhadap usaha - usaha yang masuk akal.
  • Memusatkan kemungkinan akan kesuksesan.
  • Menyediakan pengetahuan langsung atas hasil yang diperoleh.

Semakin banyak prestasi, atau kesuksesan, yang siswa alami, semakin besar kesempatan siswa mempertinggi harapan - harapan mereka dan semakin bertambah motivasi yang mereka dapatkan untuk mempertahankan dan mengupayakan tugas - tugas lain. Penelitian menunjukkan bahwa motivasi merupakan variabel yang kuat dalam proses pembelajaran, bahkan boleh jadi merupakan variabel yang lebih penting daripada kemampuan (Pintrich & Shunk, 2002).
Meskipun keterlibatan merupakan komponen penting dalam memotivasi atau menarik siswa, strategi - strategi organisasional guru seharusnya juga fokus pada dukungan struktur dan otonomi. Dengan menciptakan struktur-struktur organisasional ruang kelas yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan mencukupi kebutuhan kompetensi mereka. Selain strategi-strategi organisasional, interaksi-interaksi guru dengan siswa merupakan factor motivasional yang juga penting. Strategi - strategi pembelajaran personal untuk meningkatkan motivasi memerlukan sikap tulus, positip, semangat, dan suportif dari seorang guru. Selain itu, salah satu dari cara paling ampuh dalam mengkomunikasikan minat kita sebagai guru adalah dengan mendengarkan apa yang siswa katakan dan membiarkan mereka mengetahui bahwa kita menghargai pemikiran - pemikiran dan kontribusi - kontribusi mereka pada kelas. Pada akhirnya, humor dapat menjadi perangkat yang mutlak dilakukan untuk mendorong hubungan positip antara guru dan siswa.

Posted 16 Aug 2011 03:46 PM by admin in

Recent Post

  • Sejarah Kurikulum di
    Sejarah Kurikulum di Indonesia - Awal kurikulum terbentuk pada tahun 1947, yang diberi nama Rentjana ...
  • Peranan Kurikulum
    Peranan Kurikulum - Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis mengemban ...
  • Macam-macam Model Konsep
    Macam-macam Model Konsep Kurikulum - Model konsep kurikulum dibedakan atas empat. Landasan hal ini bersumber ...
  • Deskripsi Kurikulum
    Deskripsi Kurikulum - Oliva (1988) menyatakan interpretasi orang terhadap kurikulum bermacam-macam, antara lain ...
  • Model-model Desain Pembelajaran
    Model-model Desain Pembelajaran - Dalam desain pembelajaran dikenal beberapa model yang dikemukakan oleh para ...
  • Komponen-Komponen Pembelajaran
    Komponen-Komponen Pembelajaran - Dalam mendesain tujuan pembelajaran harus memperhatikan komponen-komponen yang mempengaruhi proses ...
  • Prinsip-Prinsip Belajar
    Prinsip-Prinsip Belajar - Prinsip-prinsip belajar adalah hal-hal yang sangat penting yang harus terdapat ...
  • Klasifikasi Media Pembelajaran
    Klasifikasi Media Pembelajaran Dalam Pendidikan - Media pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan, orang, dan ...
  • Supervisi Klinis SD
    Supervisi Klinis SD - Secara umum supervisi klinis diartikan sebagai bentuk bimbingan profesional yang ...
  • Impelementasi E-Learning dalam
    Impelementasi E-Learning dalam kegiatan pembelajaran - Keberhasilan pemanfaatan E-Learning environment yang terintegrasi tidak lepas dari berbagai ...
  • Pemanfaatan TIK dalam
    Pemanfaatan TIK dalam Pengembangan Media Pembelajaran - Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan sangat ...
  • Iplementasi Pergaulan pendidikan
    Iplementasi Pergaulan pendidikan terhadap kehidupan nyata - Jika kita mengamati pendidikan di Indonesia maka kita akan mendapatkan ...
  • Pergaulan Pendidikan
    Pergaulan Pendidikan - Sebelum kita mengkaji lebih lanjut tentang pergaulan pendidikan, terlebih dahulu ...
  • Pengertian Etika
    Pengertian Etika - Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional ...
  • Mendeteksi Perkembangan Anak
    Mendeteksi Perkembangan Anak Usia Dini - Di lapangan sering ditemukan kasus-kasus yang berakibat sudah terlalu jauh, ...




Checkpagerank.net