RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Perbedaan Output dengan Outcome

Lembaga pendidikan atau sekolah  menghasilkan  keluaran pendidikan.  Keluaran pendidikan ini bisa mengandung dua pengertian  yaitu output dan outcome.  Berkenaan dengan keluaran pendidikan ini maka kita cenderung harus  membedakan antara pengertian output dengan  outcome, agar kita tidak terjebak dan salah dalam memahaminya.
Yang dimaksud dengan output menurut Lauren Kaluge (2000) adalah   hasil langsung  dan segera dari pendidikan sedangkan outcome adalah efek jangka panjang  dari proses pendidikan misalnya penerimaan di pendidikan lebih lanjut, prestasi dan pelatihan berikutnya, kesempatan kerja, penghasilan serta prestise lebih lanjut.
Margaret C, Martha Taylor dan  Michael Hendricks (2002)  sepakat membedakan antara output dan outcome  sebagai berikut, outcome suatu program adalah respon partisipan terhadap pelayanan yang diberikan dalam suatu program. Sedangkan output program adalah jumlah atau units pelayanan yang diberikan atau jumlah orang-orang yang telah dilayani.  Sementara itu  NEA (2000)  lebih mempertegas dengan menyebutkan perbedaan antara output dengan outcome yaitu  output merupakan hasil dari aktifitas, kegiatan atau pelayanan dari sebuah program.  Output diukur dengan menggunakan istilah volume (banyaknya).  Sedangkan outcome adalah  dampak, manfaat, harapan perubahan dari sebuah kegiatan atau pelayanan suatu program.
Yang dimaksudkan dengan kinerja adalah proses kerja dan pencapaian prestasi.  Sejalan dengan Dinas Pendidikan Nasional,  Dale timpe (1999) berpendapat serupa bahwa kinerja adalah tingkat prestasi yang berhasil dicapai.  Jadi kinerja adalah suatu proses kerja dan pencapaian prestasi yang dihasilkan oleh sebuah proses/perilaku sekolah.  Yang dimaksudkan dengan kualitas adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa,  yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan atau yang tersirat. Kualitas kinerja lembaga pendidikan dapat diukur dari efektifitasnya, kualitasnya, produktifitasnya, efisiensinya.
Yang dimaksudkan dengan efektifitas adalah ukuran yang menyatakan sejauh mana sasaran (kuantitas, kualitas, waktu) telah dicapai.   Apabila digambarkan dalam bentuk persamaan maka efektifitas sama dengan hasil  nyata dibagi hasil yang diharapkan.
Sedangkan yang dimaksudkan dengan produktifitas adalah hasil perbandingan antara output dibagi input.  Baik input maupun output dinyatakan dalam bentuk kuantitas.  Kuantitas input berupa tenaga kerja, bahan dan energi.  Kuantitas output dapat berupa jumlah barang atau jasa yang dihasilkan atau sebagai contoh  jumlah siswa yang berhasil diluluskan.
Adapun efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal (menunjuk pada hubungan antara output yang dihasilkan dan input yang digunakan) dan efisiensi eksternal (hubungan antara biaya yang digunakan  untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif baik individual, sosial, ekonomik, non ekonomik yang didapat setelah pada kurun waktu yang panjang diluar sekolah.
Jadi dapat dikatakan bahwa outcome dalam sebuah sistem pendidikan  adalah dalam rangka  mewujudkan efisiensi eksternal dan efektifitas program.  Sedangkan output menekankan pada produktifitas, efektifitas dan efisiensi internal program.

Posted 31 May 2011 02:21 PM by admin in Kuliah Online


Download Attachment :
Pengertiaan Komputer Dan Internet3.doc
Cover_1.doc
Pertemuan I Kewarganegaraan.doc
Makalah Dunia Maya.pdf
Pembahasan Soal Snmptn 2010 Fisika Kode 548.pdf

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net