RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Perkembangan Sosial Anak Masa Sekolah Menengah

Persahabatan pada saat anak memasuki remaja, perubahan-perubahan pada hakikat persahabatan juga terjadi. Pada umumnya, jumlah waktu yang dihabiskan bersama teman-teman meningkat secara tajam; remaja menghabiskan waktu lebih banyak waktu dengan teman sebaya daripada dengan anggota keluarga atau dengan diri mereka sendiri. Dalam kenyataannya, dibandingkan dengan remaja Jepang dan Rusia yang sebaya, yang menghabiskan waktu dua sampai tiga jam seminggu dengan teman-teman mereka , anak-anak Amerika belasan tahun rata-rata menghabiskan 20 jam per minggu bersama teman-teman mereka di luar waktu sekolah (Czikszentmihalyi & Larson, 1984). Remaja yang memiliki persahabatan yang menyenangkan dan harmonis juga melaporkan tingkat harga-diri yang lebih tinggi, kurang kesepian, memiliki keterampilan –keterampilan sosial yang lebih matang, dan bertindak lebih baik di sekolah daripada remaja yang kurang dalam berteman (Slavin-Williams & Berndt, 1990).
Selama remaja kapasitas untuk saling memahami dan pengetahuan bahwa orang lain merupakan individu unik dengan perasaan-perasaan mereka sendiri juga menyumbang kepada suatu peningkatan dramatis dalam penyikapan-diri, keintiman, dan loyalitas di antara teman (Damon, 1983).  Pada saat remaja awal berjuang untuk memantapkan identitas pribadi yang bebas dari identitas orang tua mereka, mereka juga terus berpaling kepada teman sebaya mereka untuk kemanan dan dukungan sosial. Sementara anak-anak usia sekolah dasar melihat kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan seperti itu,  menjelang kelas satu sekolah menengah pertama, teman-teman dengan jenis kelamin sama dipersepsi sebagai orang tua yang memberikan dukungan, dan menjelang kelas satu sekolah menengah atas mereka dipersepsi sebagai sumber utama dukungan sosial (Furman & Buhrmester, 1992).
Hubungan dengan teman sebaya. Di samping dengan teman-teman dekat mereka, kebanyakan remaja juga memberikan nilai tinggi pada kelompok teman sebaya yang lebih besar sebagai sumber ide dan nilai di samping persahabatan dan hiburan. Penyesuaian dengan tekanan teman sebaya paling tinggi terjadi di antara usia 11 smpai 13 tahun, namun menjelang remaja akhir, penyesuaian dengan tekanan teman sebaya telah berkurang kembali ke tingkat-tingkat yang ditemukan pada anak-anak pertengahan (Berndt, 1979).
Hakikat hubungan teman sebaya pada remaja telah tercirikan dari sudut pandang status social dan pergaulan teman sebaya. Status social, atau tingkat –tingkat penerimaan oleh teman sebaya, dikaji menurtt kelompok-kelompok status yang sama yang teridentifikasi pada anak-anak pertengahan. Seperti halnya dengan anak-anak berusia sekolah dasar, remaja popular dan diterima-baik cenderung memperagakan keterampilan-keterampilan akademik dan pemecahan konflik positif, perilaku prososial, dan kualitas kepemimpinan, sedangkan anak-anak yang ditolak dan kurang-diterima cenderung memperagakan perilaku agresif dan antisoasial serta kinerja akademik tingkat-tingkat rendah (Parkhurst & Asher, 1992). Anak-anak yang ditolak secara social ini teramati memiliki resiko tinggi dalam masalah-masalah akademik dan social (Parker & Asher, 1987). Sementara itu, dalam studi terkini, Wentzel dan Asher (1995) menemukan bahwa anak-anak sekolah menengah yang ditolak namun patuh secara social tidak memperagakan masalah-masalah yang berkaitan dengan sekolah yang sama seperti teman-teman sebaya mereka yang ditolak dan aagresif. Temuan-temuan ini memberi kesan bahwa penolakan teman sebaya bersama-sama dengan perilaku negative menempatkan anak-anak ini dalam resiko.
Hubungan-hubungan teman sebaya dalam remaja juga telah diteliti dari sudut pandang klik dalam pergaulan remaja terkait (Brown, 1990). Suatu klik merupakan kelompok kecil, kelompok intim yang terbentuk oleh kesamaan kepentingan, kegiatan, dan teman-teman dari anggota-anggotanya. Sebaliknya, suatu pergaulan adalah kelompok lebih besar yang ditetapkan berdasarkan reputasinya. Di sekolah menengah , kesamaan cap yang menandai pergaulan misalnya pencandu obat bius (druggies). Kesetiaan terhadap klik atau pergaulan adalah hal biasa selama remaja namun tidak dengan sendirinya berlaku selamanya atau stabil. Meskipun tekanan untuk menyesuaikan diri dapat amat kuat di dalam kelompok –kelompok ini, hanya remaja yang termotivasi tinggi terpengaruh secara signigfikan oleh norma-norma ini (Brown, 1990).
Masalah-masalah emosional yang berkaitan dengan perkembangan fisik, kognorif, dan sosial dari anak-anak usia kelas-kelas tinggi sekolah dasar adalah hal biasa. Meskipun praremaja pada umumnya bahagia dan optimis, mereka juga mengidap banyak ketakutan, seperti takut tidak diterima dalam kelompok teman sebaya, tidak memiliki teman baik, dihukum oleh orang tua mereka, orang tua mereka bercerai, atau tidak dapat berprestasi baik di sekolah.
Emosi-emosi lain dari kelompok ini termasuk marah (dan takut tidak dapat mengendalikan kemarahan), bersalah, frustasi, dan cemburu. Praremaja memerlukan bantuan dalam menyadari bahwa emosi –emosi dan ketakutan-ketakutan itu merupakan bagian alami dari pertumbuhan. Orang dewasa harus mengijinkan mereka berbicara tentang emosi-emosi dan ketakutan-ketakutan ini, meskipun jika pembicaraan mereka tampak tidak realistis di mata orang dewasa. Perasaan bersalah sering muncul apabila ada konflik antara tindakan-tindakan anak-anak (berdasaekan nilai-nilai kelompok teman sebaya) dan nilai-nilai orang tua mereka. Marah adalah emosi biasa yang lain pada usia ini. Kemarahan diperagakan dengan intensitas lebih tinggi dibandingkan dengan banyak emosi-emosi lainnya. Seperti orang tua sering mengatakan kepada praremaja mereka agar mereka seharusnya tidak takut, orang tua juga sering mengatakan kepada mereka hendaknya mereka tidak mudah marah. Kesulitannya,hal ini merupakan harapan yang tidak realistik, meskipun untuk orang dewasa.

Posted 16 Jul 2011 08:18 AM by admin in Perkembangan Anak Masa Sekolah Menengah


Download Attachment :
Nuansa Fiqih Sosial.doc
Doktrin Zionisme Dan Idiologi Pancasila.doc
Bila Kiyai Menjadi Tuhan.doc
Kegiatan Belajar 1.doc
Rancangan Anggaran Kegiatan Pembelajaran Tik Smp Sma Arrahman 2011 2012.doc

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net