RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Prinsip-prinsip model elaborasi

Prinsip-prinsip yang mendasari model elaborasi adalah sebagai berikut:
Prinsip kesatu: Penyajian kerangka isi. Kerangka isi, yang menunjukkan bagian-bagian utama bidang studi dan hubungan-hubungan utama di antara bagian-bagian itu, hendaknya disajikan pada fase pertama pembelajaran.
Prinsip pertama berkaitan dengan kapan kerangka isi (epitome) sebaiknya disajikan. Teori elaborasi menempatkannya pada fase yang paling awal dari keseluruhan peristiwa pembelajaran. Menampilkan kerangka isi (epitome): apakah itu berupa struktur konseptual, ataujjrpsedural, atau teoritik, pada fase pertama pembelajaran berfungsi untuk menyediakan ideational scaffolding (Ausubel, 1968) atau anchoring knowledge (Reigeluth dan Stein, 1983) bagi isi yang lebih rinci yang dipelajari kemudian. Kalau berpijak pada teori skema, kerangka isi yang disajikan pada awal pembelajaran akan dapat berfungsi sebagai skemata bagi asimilasi konsep-konsep atau informasi baru.
Prinsip kedua: Elaborasi secara bertahap. Bagian-bagian yang tercakup dalam kerangka isi hendaknya dielaborasi secara bertahap.
Prinsip yang kedua ini berkaitan dengan tahapan dalam melakukan elaborasi isi pembelajaran. Elaborasi tahap pertama, akan mengelaborasi bagian-bagian yang tercakup dalam kerangka isi; elaborasi tahap kedua, akan mengelaborasi bagian-bagian yang tercakup dalam elaborasi tahap pertama, dan begitu seterusnya. Dengan demikian, urutan pembelajaran bergerak dari umum-ke-rinci, atau dari sederhana-ke-kompleks (urutan elaboratif).
Prinsip ketiga: Bagian terpenting disajikan pertama kali. Pada suatu tahap elaborasi, apapun pertim-bangan yang dipakai, bagian yang terpenting hendaknya dielaborasi pertama kali.
Prinsip yang ketiga berkaitan dengan pertanyaan, bagian mana dari semua bagian yang tercakup dalam kerangka isi, atau dalam elaborasi tahap pertama, kedua, dan seterusnya, yang harus disajikan pertama kali. Teori elaborasi menekankan bahwa bagian yang terpenting yang harus disajikan pertama kali.Penting tidaknya suatu bagian ditentukan oleh sumbangannya untuk memahami keseluruhan isi bidang studi. Apabila bagian-bagian itu, atau sub-sub bagian itu memiliki hubungan prasyarat belajar, maka bagian yang menjadi prasyarat harus disajikan pertama kali (lebih dulu). Apabila bagian-bagian itu berupa konsep-konsep yang memiliki hubungan coordinate, maka konsep yang paling sederhana sebaiknya disajikan pertama kali.
Prinsip keempat: Cakupan optimal elaborasi. Kedalaman dan keluasan tiap-tiap elaborasi hendaknya dilakukan secara optimal.
Prinsip keempat berkaitan dengan tingkat kedalaman dan keluasan elaborasi. Setiap elaborasi hendaknya dilakukan cukup singkat agar konstruk (fakta, konsep, prinsip, atau prosedur) dapat diterima dengan baik oleh si-belajar, dan sekaligus mudah dalam membuat sintesis, namun juga perlu cukup panjang agar tingkat kedalaman dan keluasan elaborasi memadai.
Prinsip kelima: Penyajian pensintesis secara bertahap. Pensintesis hendaknya diberikan setelah setiap kali melakukan elaborasi.
Prinsip kelima berkaitan dengan kapan sebaiknya pensintesis disajikan. Penampilan pensintesis secara bertahap, yaitu setelah setiap kali melakukan elaborasi, secara khusus dimaksudkan untuk menunjukkan hubungan di antara konstruk-konstruk yang lebih rinci yang bam diajarkan, dan untuk menunjukkan konteks elaborasi dalam epitome. Dengan cara seperti ini, pemahaman suatu konsep, atau prosedur, atau prinsip menjadi lebih dalam karena semuanya dipelajari dalam konteksnya.
Prinsip keenam: Penyajian jenis pensintesis. Jenis pensintesis hendaknya disesuaikan dengan tipe isi bidang studi.
Pensintesis yang fungsinya sebagai pengait satuan-satuan konsep, atau prosedur, atau prinsip, hendaknya disesuaikan dengai tipe isi bidang studi. Tipe isi bidang studi yang dimaksud di sini bisa konsep, prosedur, atau prinsip; sedangkan jenis pensintesis bisa berupa struktur konseptual, prosedural, atau teoritik. Dalam hal ini, prinsip keenam menghendaki agar stuktur konseptual digunakan untuk konsep, struktur prosedural untuk prosedur, dan struktur teoretik untuk prinsip.
Prinsip ketujuh: Tahapan pemberian rang-kuman. Rangkuman hendaknya diberikan sebelum setiap kali menyajikan pensintesis.
Rangkuman, yang dimaksudkan untuk mengadakan tinjauan ulang mengenai isi bidang studi yang sudah dipelajari, hendaknya diberikan sebelum penyajian pensintesis. Lebih lengkap lagi, sebelum setiap kali menyajikan pensintesis. Secara logis, ini dilakukan agar memudahkan proses pembuatan dan sekaligus pemahaman pensintesis. Kaitan-kaitan yang ada di antara konsep-konsep, prosedur-prosedur, dan pula prinsip-prinsip akan lebih mudah ditunjukkan apabila satuan-satuan konsep, atau prosedur, atau prinsip ini telah dipahami dengan baik.

Posted 11 Jul 2011 03:27 PM by admin in Teori Elaborasi


Download Attachment :
G1898518 Instalasi Wordpress Offline.pdf
Mkpbm I Mata Kuliah Pbm I.doc
Pengaruh Ifrs Terhadap Silabus Dan Materi Pengajaran Akuntansi Keuangan.doc
Workshop Pengembangan Silabus Dan Rpp Pada Guruguru Sekolah Dasar Se Kota Surabaya Tahun 2011.doc
Nara Sumber Pada Workshop Pengembangan Silabus Dan Rpp Pada Guruguru Sd Pemerintah Kota Surabaya Tanggal 20 Juli 2010.doc

Recent Post

  • Prinsip pendidikan dan
    Prinsip pendidikan dan pengajaran peserta didik autis - AsesmenAsesmen adalah proses yang sitematis dalam mengumpulkan data berfungsi untuk ...
  • Contoh Asesmen Perkembangan
    Contoh Asesmen Perkembangan Peserta Didik Autis - Aspek Sosial Apakah anak dapat diajak dalam kegiatan menempel ...
  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...




Checkpagerank.net