RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Prinsip-Prinsip Penggunaan Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar

Sering kita mendengar orang megatakan, bahwa perpustakaan adalah pusat atau sarana akademis yang paling utama, tetapi sedikit sekali yang diketahui tentang sejauh mana perpustakaan itu secara konkrit bermanfaat dalam kehidupan mahasiwa. Memang tidak mudah untuk menjabarkan secara sederhan manfaat apa saja yang akan diperoleh mahasiswa dalam sebuah perpustakaan. Hal ini terutama disebabkan beragamnya pandangan terhadap perpustakaan itu banyak ditentukan oleh pengalaman seseorang dalam menggunakan fasilitas dan pengalaman serta pengetahuan yang pernah diperolehnya melalui perpustakaan. Walaupun demikian secara umum berikut ini dikemukakan manfaat-manfaat apa saja yang akan diperoleh mahasiswa atau pengunjung dari sebuah perpustakaan, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Manfaat perpustakaan bagi mahasiswa atau pengunjung dapat dikelompokkan dalam empat aspek utama, yaitu :
  1. Aspek Komunikasi/Informasi
    1. Mahasiswa dapat mengambil ide-ide dari berbagai sumber, bidang ilmu yang ditulis oleh para ahli bidangnya masing-masing dari seluruh penjuru dunia. Hal ini dimungkinkan karena di perpustakaan tersedia/tersimpan secara sistematis bahan-bahan tersebut yang setiap saat siap untuk dimanfaatkan.
    2. Menimbulkan kepercayaan kepada diri sendiri dalam menyerap informasi yang tersedia dan dapat memberikan pertimbangan/memilih informasi atau ide-ide yang mana saja yang patut dimanfaatkan.
    3. Mahasiswa mendapat kesempatan memakai informasi yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu seperti pengetahuan tentang perubahan-perubahan dalam bidang ekonomi, politik, kondisi kehidupan masyarakat, dan sebagainya.
    4. Melalui informasi/ide yang diperolehnya, mahasiswa dapat memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan ini di dalam masyarakat di mana ia berada.
  2. Aspek Pendidikan
    1. Dengan perpustakaan mahasiswa mendapatkan kesempurnaan untuk mendidik diri sendiri secara berkesinambungan seumur hidup. Kesempatan ini bila dimanfaatkan secara maksimal akan memberikan hasil yang taka tertuga. Perkuliahan misalnya mempunyai waktu dan batas teretentu, sedang belajar di perpustakaan sebaliknya tidak mempounyai batas. Seseorang yang tidak pernah duduk dibangku kuliah pun akan menjadi manusia intelektual/terdidik bila secara sistematis berusaha untuk mendapatkannya (belajar sendiri), terutama melalui perpustakaan. Sebagai contoh dapat dikemukakan di sini para cendekiawan seperti Prof. DR. Hamka, bekas Wakil Presiden Adam Malik, bekas Presiden Amerika Abraham Lincoln yang bahka menjadi orang besar dunia, dan sebagainya. Mereka hanya memperoleh pendidikan formal sampai tingkat Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP), tetapi berkat kekuatan belajar sendiri berhasil menjadi manusia intelektual.
    2. Mahasiswa dapat membangkitkan dan mengembangkan minat akademis secara luas, mempertinggi kreativitas, dan kegiatan intelektual yang bebas. Dengan demikian mahasiswa dengan mudah mengembangkan probadinya baik semasa di bangku kuliah maupun setelah terjun ke masyarakat.
    3. Mendorong kecepatan untuk memecahkan masalah yang timbul dan memberikan kemampuan untuk memegang suatu jabatan. Hal ini diungkapkan karena di perpustakaan tersedia bahan-bahan yang dapat dipelajari untuk tujuan tersebut. Sebab pada hakekatnya ilmu pengetahuan itu sendiri berfungsi untuk memcahkan segala masalah dan manuntun seseorang untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan.
    4. Mempertinggi sikap sosial dan menciptakan masyarakat yang demokratis. Sikap sosial dan demokratis ini akan diperoleh berkat bahan perpustakaan yang dibaca.
  3. Aspek Kebudayaan
    1. Meningkatkan mutu kehidupan. Seperti dikemukakan di atas, di perpustakaan tersedia berbagai informasi/ilmu oengetahuan yang pada pokoknya dapat membantu dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan atau dengan kata lain dapat menjawab segala tantangan yang dihadapi. Apakah itu dalam bidang ekomoni melalui teori-teori dalam bidangnya masing-masing serta aspek kehidupan lainnya. Informasi ilmu pengetahuan yang terdapat di dalamnya bila dipelajari dan digunakan secara tepat guna dapat memberi kemudahan dalam usaha meningkatkan mutu/taraf kehidupan manusia baik secara individu maupun secara kelompok (masyarakat).
    2. Meningkatkan minat terhdap keinfahan dan kesenian. Melalui pemanfaatan perpustakaan seseorang dapat meningkatkan minatnya terhadap keindahan dan kesenian yang mana kedua faktor tersebut merupakan kebutuhan rohaniah manusia yang sangat penting.
    3. Mendorong tumbuhnya kreativitas seni dan kemerdekaan berbudaya.
    4. Mengembangkan sifat-sifat hubungan manusia yang positif dan menunjuang kehidupan antara kultur yang harmonis di antara suku bangsa dan antar bangsa.
  4. Aspek Rekreasi
    1. Menggalakkan kehidupan yang seimbang antara rohani dan jasmani. Dalam hal ini bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani bila dimanfaatkan dengan baik.
    2. Memberikan kesempatan untuk mengembangkan minat rekreasi/hobbi, serta pemanfaatan waktu senggang. Bacaan-bacaan seperti fiksi, tulisan ilmiah populer, pengetahuan tentang resep makanan misalnya, dapat dijadikan sebagai bahan hiburan, pengembangan hobbi, dan pemanfaatan waktu senggang. Dengan demikian waktu-waktu yang kosong tidak percuma tanpa kegiatan.
    3. Menunjang penggunaan yang kreatif dan kegiatan-kegiatan hiburan yang positif. Maksudnya melalui pengetahuan yang diperoleh dari perpustakaan kita akan dapat memanfaatkan kegiatan-kegiatan hiburan ke arah yang lebih positif.

Posted 30 May 2011 10:39 AM by admin in Landasan Konsepsi Organisasi Sumber Belajar


Download Attachment :
Sni 03 1729 2000 Baja.pdf
Status Of Private Sec School.xls
Bab 10 Elektronika Daya.pdf
Canberralive How To Login1.ppt
Atl Docs 1509113.xls

Recent Post

  • Prinsip pendidikan dan
    Prinsip pendidikan dan pengajaran peserta didik autis - AsesmenAsesmen adalah proses yang sitematis dalam mengumpulkan data berfungsi untuk ...
  • Contoh Asesmen Perkembangan
    Contoh Asesmen Perkembangan Peserta Didik Autis - Aspek Sosial Apakah anak dapat diajak dalam kegiatan menempel ...
  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...




Checkpagerank.net