RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Program Peningkatan Kualifikasi Akademik Guru Dalam Jabatan (Ppkag-Dj)


Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 42 disebutkan bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani, rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 28 disebutkan bahwa pendidik memiliki kualifikasi akademiki dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal 29 ayat 2 disebutkan bahwa pendidik pada SD/MI atau bentuk lain yang sederajat memiliki a) kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau Sarjana (S-1); b) latar belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan SD/MUI, kependidikan lain; dan dan c) sertifikat profesi guru untuk SD/MI.
Berdasarkan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan PP no 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, bahwa persyaratan kualifikasi minimal guru SD/MI adalah D-IV atau S-1. Sementara kualifikasi guru SD yang berijasah D-II PGSD baru 40%, berijasah D-III 2,7%, dan 8,3% beriijasah S-1 dan sisanya berijasah SPG, SGO atau yang sederajat (Sumber Ditjen PMPTK, 2004). Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah guru SD/MI yang belum memenuhi kualifikasi persyaratan yang telah ditetapkan sebesar 91,7%.
Jika dilihat dari distribusi atau penempatan guru SD pada umumnya terjadi penumpukan jumlah guru di daerah-daerah tertentu dan sekolah-sekolah tertentu. Sementara di daerah lain (daerah khusus) justru terjadi sebaliknya mengalami kekuarangan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. UU No. 14 Tahun 2005, pasal 1 tentang Ketentuan Umum butir 17, yang dimaksud daerah khusus adalah daerah-daerah terpencil atau terbelakang, daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah perbatasan dengan negara lain, daerah yang mengalami bencana, bencana sosial atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain. Melihat jumlah guru yang belum memenuhi kualifikasi yang ditentukan dan kekurangan guru pada daerah khusus, maka pengadaan guru dan peningkatan kualifikasi guru mendesak untuk segera dilakukan.
Pasal 23 UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menjelaskan bahwa pemerintah mengembangkan sistem pendidikan guru ikatan dinas berasrama di Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) atau di perguruan tinggi (PT) untuk menjamin efisiensi dan mutu pendidikan. Sedangkan kurikulum pendidikan guru pada LPTK harus mengembangkan kompetensi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan nasional, pendidikan bertaraf internasional, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka program yang berkaitan dengan pengadaan dan peningkatan kualifikasi guru SD/MI saat ini telah dilaksanakan melalui Program Pendidikan Guru S-1 Berasrama dan berikatan dinas. Dalam melaksanakan Program Pendidikan Guru S-1 PGSD berasrama ini, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ditunjuk sebagai salah satu penyelenggara dari 13 LPTK yang ditunjuk. Hasil kesepakatan Rektor UNESA, Ditjen Dikti, dan Ditjen PMPTK UNESA memperoleh daerah binaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 5 kabupaten/kota yakni Kota Kupang, kabupaten Kupang, Timur Tengah Selatan, Sumba Barat, Ngada, dan Ende.
Visi, Misi, dan Tujuan Prodi S1 PGSD
Visi dari program peningkatan kualifikasi akademik guru SD melalui Program Studi S1 PGSD adalah sebagai program penyelenggara calon guru SD/MI berkualifikasi S1 untuk menghasilkan guru SD/MI yang professional. Misi Program Studi S1 PGSD adalah

  1. menyiapkan calon guru SD/MI yang memenuhi standar nasional, sehingga tepat kualifikasi, tepat mutu, tepat jumlah, dan tepat persebarannya,
  2. menyelenggarakan program peningkatan kualifikasi guru SD/MI menjadi berkualifikasi strata satu (S-1) secara terintegrasi berasrama untuk menghasilkan lulusan yang tangguh dan siap melaksanakan tugas sebagai sebagai guru SD/MI.
  3. mengembangkan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional calon guru SD/MI untuk menjadi guru profesional.

Tujuan program peningkatan kualifikasi akademik guru SD melalui Penyelenggaran Program Beasiswa S1 PGSD Berasrama dan Berikatan Dinas ini adalah

  1. Memenuhi tuntutan standar tenaga pendidik SD/MI sebagai realisasi UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta PP No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional yakni (a) kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-4) atau sarjana (S-1); (b) latar belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan SD/MI, kependidikan lain, atau psikologi dan (c) sertifikat profesi pendidik guru untuk SD/MI.
  2. Menunjang penuntasan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.
  3. Meningkatkan kualitas proses pendidikan guru yang dapat menghasilkan lulusan dengan memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, professional, dan sosial sehingga kapabel dan kredibel sebagai pendidik di SD/MI.
  4. Memenuhi kebutuhan guru SD/MI di di daerah khusus.

Posted 22 May 2011 05:57 PM by admin in Sertifikasi Guru


Download Attachment :
Makalah Isbd.doc
Kel 8 Manajemen Humas.doc
Ringkasan Harga Cd Motivasi_oktober.pdf
Scholarships2012.xls
Lkti Juara 3.doc

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net