RSS

Post Tagged Assesment Pembelajaran Paud

Evaluasi Terhadap Desain Pembelajaran Berbasis Web

15 Jul 2011 - assesment dari sebuah nilai, evaluasi berarti tidakan seseorang untuk menetapkan sesuatu seperti kualitas, tingkat kepentingan, kondisi dll. Sebagai statement dari sebuah nilai, evaluasi dapat berupa perkataan atau tulisan yang mengungkapkan sebuah nilai tertentu seperti kualitas, tingkat kepentingan, kondisi dll Pengertian evaluasi melekat pada tindakan atau objek evaluasi. Pengertian evaluasi dapat berberda karena kepentingan evaluasi. Pada Pengembangan Web Pembelajaran (Desain Pembelajaran ... Pembelajaran (Desain Pembelajaran Berbasis Web), evaluasi diartikan oleh gayle dan karen sebagai sebuah dasar tindakan yang dibutuhkan untuk melakukan pembenahan terhadap Desain Pembelajaran Berbasis Web. Evaluasi pada Desain Pembelajaran Berbasis Web tersebut merupakan pembenahan terhadap desain web, metode pengembangan, hingga implementasi web. Evalusi dalam ranah teknologi pembelajaran merupakan proyeksi domain atau kawasan penilaian. Pada kawasan penilaian tersebut diuraikan dengan sub d ...
Sesuai kamus yang dikeluarkan oleh Microsoft Encarta 2006, evaluasi merupakan kata serapan evaluation. Evaluation merupakan kata benda yang menjelaskan assessment dari nilai atau statemen dari sebuah nilai. Sebagai assesment dari sebuah nilai, evaluasi berarti tidakan seseorang untuk menetapkan sesuatu seperti kualitas, tingkat kepentingan, kondisi dll. Sebagai statement dari sebuah nilai, evaluasi dapat berupa perkataan atau tulisan yang mengungkapkan sebuah nilai tertentu seperti kualitas, tingkat kepentingan, kondisi dll Pengertian evaluasi melekat pada tindakan atau objek evaluasi. Pengertian evaluasi dapat berberda karena kepentingan evaluasi. Pada Pengembangan Web Pembelajaran (Desain Pembelajaran Berbasis Web), evaluasi diartikan oleh gayle dan karen sebagai sebuah dasar tindakan yang dibutuhkan untuk melakukan pembenahan terhadap Desain Pembelajaran Berbasis Web. Evaluasi pada Desain Pembelajaran Berbasis Web tersebut merupakan pembenahan terhadap desain web, metode pengembangan, hingga implementasi web. Evalusi dalam ranah teknologi pembelajaran merupakan proyeksi domain atau kawasan penilaian. Pada kawasan penilaian tersebut diuraikan dengan sub domain : 1). Analisis Masalah; 2). Pengukuran Beracukan Patokan; 3). Penilaian Formatif; 4). Penilaian Sumatif Penilaian sendiri memiliki pengertian kawasan ini menempati pengertian yang luas. Hingga akhirnya gagasan tentang penilaian sendiri dimunculkan pada tahun 1930an. Pada awal gagasan ini penilaian merupakan kegiatan untuk penghakiman, pernyataan pengutaan kebenaran, pengujian dan kegiatan yang berorientasi objek pada ...
Read More

Pengembangan Model Pembelajaran kebugaran jasmani menggunakan media sederhana dari bahan bambu

05 Aug 2011 - assesment) dengan angket yang ditujukan kepada siswa dan guru pendidikan jasmani, serta observasi sekolah, 2) pengembangan rancangan produk, 3) evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, 1 ahli Kebugaran Jasmani, 1 ahli media pendidikan jasmani, yang menghasilkan berupa produk awal, 4) revisi rancangan produk berdasarkan evaluasi para ahli (hasil rancangan produk berupa produk awal) dan uji coba lapangan pada kelompok kecil, 5) revisi hasil dari uji coba lapang ... Pembelajaran kebugaran jasmani menggunakan media sederhana dari bahan bambu di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Heru Widijoto, M. S. (2) Drs. Agus Gatot Subijantoro, M. Kes. Di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar aktivitas kebugaran jasmani diberikan pada pembelajaran Pendidikan Jasmani aspek pengembangan, berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan, Pe ...
ABSTRAK Arifin, Miftakhul. 2009. Pengembangan Model Pembelajaran kebugaran jasmani menggunakan media sederhana dari bahan bambu di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Heru Widijoto, M. S. (2) Drs. Agus Gatot Subijantoro, M. Kes. Di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar aktivitas kebugaran jasmani diberikan pada pembelajaran Pendidikan Jasmani aspek pengembangan, berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan, Pelaksanaan pembelajarannya meliputi sit–up, push–up, back-up, siswa kurang tertarik dan tidak serius dalam melaksanakannya, dan belum pernah dilakukan pembelajaran menggunakan media sederhana, untuk itu perlu dilakukan pengembangan model pembelajaran kebugaran jasmani menggunakan media sederhana dari bahan bambu. Aktivitas Pembelajaran Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk aktivitas pengembangan berisi latihan kebugaran jasmani, dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. dan meliputi latihan kelentukan, kekuatan, keseimbangan, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan.Media sederhana yang dikembangkan menggunakan bahan bambu berbentuk kipas, gawang, lingkaran, tonggak zig-zag, gelang, lingkaran keseimbangan, bilah jembatan, dan bola. Tujuan pengembangan model pembelajaran kebugaran jasmani menggunakan media sederhana dari bahan bambu di SMP Negeri 1 Wlingi ini adalah diharapkan dengan adanya model pembelajaran aktivitas kebugaran jasmani menggunakan bambu dapat membuat siswa senang dan serius dalam mengikuti pembelajaran aktivitas kebugaran jasmani dan dalam ...
Read More

Kemampuan Berkomunikasi Sebagai Salah Satu Pilar Profesionalisme Guru dalam Membimbing Anak Usia Dini

28 Oct 2011 - assesment”, yang selanjutnya dapat dipakai sebagai acuan untuk perbaikan kedepan. Mengimplementasikan program sesuai dengan tujuan bagi anak. Sangat diperlukan kemampuan guru untuk merancang program yang baik, terintegrasi, dan dapat me­warnai keragaman latar belakang anak didik, dengan memperhatikan kese­imbangan kegiatan kognitif, psikomotor dan afektif, dengan prinsip ”belajar melalui bermain”. Mengatur dan mengorganisasikan ruang kelas sesuai dengan kebutuhan anak. Peng­aturan ruang kela ... pembelajaran yang meng­hasil­kan kemampuan dan keterampilan pada anak. Sesuai dengan keunikan dan per­tumbuhan anak usia dini disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Berdasarkan paparan diatas, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu proses pembinaan tumbuh kembang anak sejak lahir hingga 8 tahun secara menyeluruh, yang mencakup aspek fisik dan nonfisik, dengan memberikan rangsangan bagi per­kem­bangan jasmani, rohani (moral dan spritual), motorik ... PAUD sejenis lainnya seperti lembaga PAUD yang akhir-akhir ini mulai menjamur, terlihat sebagian besar para guru atau pamong memiliki latar bela­kang pendidikan yang kurang memadai. Ada kesan siapa saja boleh menjadi guru atau pamong dilembaga PAUD. Hal itu memungkinkan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam me­nangani anak karena latar belakang pendidikan yang tidak sesuai atau kurang me­madainya pendidikan dan keterampilan para guru atau para pamong tersebut. Misalnya dalam berkomunikasi dengan ...
Pendahuluan Dalam penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di­perlukan sumberdaya yang handal dan berkompetensi. Seorang individu memerlukan pendidikan mumpuni yang selayaknya telah mulai dipupuk sejak anak berusia dini bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Pentingnya stimulasi pendidikan anak sejak usia dini didukung oleh hasil pene­litian yang menyatakan bahwa pada umur 4 tahun, anak telah mencapai separuh dari kemampuan kecerdasannya, dan pada umur 8 tahun mencapai 80%. Setelah umur 8 tahun, tanpa melihat bentuk pendidikannya dan lingkungan yang diperoleh, kemampuan kecerdasan anak hanya dapat diubah sebanyak 20%. Dari hasil penelitian tersebut berarti bahwa selama usia 4 tahun pertama dari kehidupan anak dan dari usia 4-8 tahun ke­cerdasan anak sudah berkembang sebanyak 80%. Hal ini menunjukkan betapa pesatnya pertumbuhan otak anak pada tahun-tahun tersebut. Demikian pesatnya dan pentingnya perkembangan yang terjadi pada masa-masa awal kehidupan anak sehingga masa awal ini dikatakan sebagai masa emas (golden age). Masa ini hanya terjadi satu kali dalam kehidupan dan tidak dapat ditangguhkan pada periode berikutnya. Inilah yang menyebabkan masa anak sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena itu, anak harus dipersiapkan dengan cara dibina dan dikembangkan agar berkembang optimal. Dalam konteks mempersiapkan generasi penerus berkualitas itulah pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peranan amat penting. ...
Read More

Model Media Pendidikan Inklusif

21 Feb 2012 - assesment Alat-alat drumband d. Alat-alat keterampilan: jahit, ukir, anyam sablon perbengkelan tata boga peternakan pertukangan kayu: bubut, kayu, dll keramik pertukangan batu e. Alat-alat olahraga f. Jaringan ICT Tunagrahita a. Alat assesmen Tes intelegensi (WISC-R) Tes intelegensi stanford binet Cognitive visual b. Alat kemampuan merawat diri Alat-alat mandi Alat-alat merias diri Perlengkapan pakaian Perlengkapan rumah tangga Alat-alat keterampilan: pertuka ... pembelajaran terjadi secara efektif dan efisien. Media adalah alat yang dapat membantu pembelajaran yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan sempurna. Media pendidikan juga berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga peserta didik tidak merasa bosan dalam belajar. Apapun yang disampaikan oleh pendidik mesti menggunakan media, paling tidak yang digunakannya adalah media verbal yaitu berupa ...
Media pendidikan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga pembelajaran terjadi secara efektif dan efisien. Media adalah alat yang dapat membantu pembelajaran yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan sempurna. Media pendidikan juga berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga peserta didik tidak merasa bosan dalam belajar. Apapun yang disampaikan oleh pendidik mesti menggunakan media, paling tidak yang digunakannya adalah media verbal yaitu berupa kata-kata yang diucapkan. Segala sesuatu yang terdapat di lingkungan sekolah, baik benda hidup atau tidak, yang pada awalnya tidak dilibatkan dalam pembelajaran, tetapi setelah dirancang dan dipakai dalam kegiatan pembelajaran, benda tersebut berstatus media sebagai alat perangsang belajar. Dengan kata lain, benda tersebut dapat disebut media jika dirancang dan dipakai dalam pembelajaran. Menurut Koyo Kartasurya, media itu digolongkan menjadi 4 (empat) jenis, yakni: Media visual; gambar, photo, sketsa, diagram grafik, karton foster, peta dan globe. Media dengar: radio, tape rekorder, laboratorium bahasa, dan CD. Project still media: slide, OHP. Projected mosion media: TV, Vidio, Komputer. Sementara menurut Amir Hamzah Sulaeman, media pendidikan dapat digolongkan menjadi 6 (enam) jenis, yakni: ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net