RSS

Post Tagged Cara Kerja Ilmu Ilmu Empiris

Keyakinan-Keyakinan Keliru dari Metode Ilmiah

09 Jun 2011 - kerjanya. Di awal-awal kelahiran ilmu, sistem pencapaian pengetahuan dikonsepsikan sangat objektif, rasional, dan empiris. Pandangan keilmuan tradisional bersikukuh bahwa teori-teori dan hukum-hukum ilmiah dibenarkan ataupun disalahkan dengan dasar data-data objektif. Anggapannya, ini dilakukan melalui “Metode ilmiah”. Prosedur-prosedur dalam metode ilmiah diperlukan karena manusia dicurigai memiliki beraneka tendensi dan perasaan yang sangat tidak bisa dipercaya, termasuk bias, perasaan, int ... ilmu yang sebagian besar kita pelajari boleh jadi menyesatkan. Ide-ide “metode ilmiah” juga bisa jadi keliru. Ini mungkin disebabkan para ilmuwan itu sendiri yang cenderung tidak mau tahu kemungkinan-kemungkinan filsafat ilmu. Perubahan-perubahan telah bergulir dalam sejarah tentang apakan ilmu itu dan bagaimana seharusnya cara kerjanya. Di awal-awal kelahiran ilmu, sistem pencapaian pengetahuan dikonsepsikan sangat objektif, rasional, dan empiris. Pandangan keilmuan tradisional bersikukuh b ... empiris. Pandangan keilmuan tradisional bersikukuh bahwa teori-teori dan hukum-hukum ilmiah dibenarkan ataupun disalahkan dengan dasar data-data objektif. Anggapannya, ini dilakukan melalui “Metode ilmiah”. Prosedur-prosedur dalam metode ilmiah diperlukan karena manusia dicurigai memiliki beraneka tendensi dan perasaan yang sangat tidak bisa dipercaya, termasuk bias, perasaan, intuisi, dan seterusnya. Hal-hal sedemikian ini harus dicegah merasuki ilmu, sehingga pengetahuan yang dapat dipercaya ...
Banyak pelajar yang dididik dengan pandangan keilmuan yang terkenal, atau setidaknya harus dikenal. Tetapi, status ilmu yang sebagian besar kita pelajari boleh jadi menyesatkan. Ide-ide “metode ilmiah” juga bisa jadi keliru. Ini mungkin disebabkan para ilmuwan itu sendiri yang cenderung tidak mau tahu kemungkinan-kemungkinan filsafat ilmu. Perubahan-perubahan telah bergulir dalam sejarah tentang apakan ilmu itu dan bagaimana seharusnya cara kerjanya. Di awal-awal kelahiran ilmu, sistem pencapaian pengetahuan dikonsepsikan sangat objektif, rasional, dan empiris. Pandangan keilmuan tradisional bersikukuh bahwa teori-teori dan hukum-hukum ilmiah dibenarkan ataupun disalahkan dengan dasar data-data objektif. Anggapannya, ini dilakukan melalui “Metode ilmiah”. Prosedur-prosedur dalam metode ilmiah diperlukan karena manusia dicurigai memiliki beraneka tendensi dan perasaan yang sangat tidak bisa dipercaya, termasuk bias, perasaan, intuisi, dan seterusnya. Hal-hal sedemikian ini harus dicegah merasuki ilmu, sehingga pengetahuan yang dapat dipercaya bisa diperoleh. Prosedur yang serinci-rincinya dan setepat-tepatnya (“metode ilmiah”) diikuti sehingga cacat manusiawi tersebut tidak menghalangi proses penemuan murninya. Induktivisme Baconian di awal-awal abad ke-17 pada satu titik merupakan metode ilmiah. Ide dasar jaman itu adalah: beberapa pengamatan menjadi tidak efektif oleh praanggapan atau prakonsepsi teoritis yang dilakukan, sementara masih mengumpulkan data, atau secara induktif menyimpulkan teori-teori dari data-data itu (melalui generalisasi data tersebut ke dalam hukum-hukum fisis), dan ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net