RSS

Post Tagged Contoh Konflik Antar Kelas

Perkembangan Sosial Anak Masa Sekolah Menengah

16 Jul 2011 - konflik positif, perilaku prososial, dan kualitas kepemimpinan, sedangkan anak-anak yang ditolak dan kurang-diterima cenderung memperagakan perilaku agresif dan antisoasial serta kinerja akademik tingkat-tingkat rendah (Parkhurst & Asher, 1992). Anak-anak yang ditolak secara social ini teramati memiliki resiko tinggi dalam masalah-masalah akademik dan social (Parker & Asher, 1987). Sementara itu, dalam studi terkini, Wentzel dan Asher (1995) menemukan bahwa anak-anak sekolah menengah yan ... antara teman (Damon, 1983). áPada saat remaja awal berjuang untuk memantapkan identitas pribadi yang bebas dari identitas orang tua mereka, mereka juga terus berpaling kepada teman sebaya mereka untuk kemanan dan dukungan sosial. Sementara anak-anak usia sekolah dasar melihat kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan seperti itu,á menjelang kelas satu sekolah menengah pertama, teman-teman dengan jenis kelamin sama dipersepsi sebagai orang tua yang memberikan dukungan, dan menjelang kelas satu ... kelas satu sekolah menengah pertama, teman-teman dengan jenis kelamin sama dipersepsi sebagai orang tua yang memberikan dukungan, dan menjelang kelas satu sekolah menengah atas mereka dipersepsi sebagai sumber utama dukungan sosial (Furman & Buhrmester, 1992). Hubungan dengan teman sebaya. Di samping dengan teman-teman dekat mereka, kebanyakan remaja juga memberikan nilai tinggi pada kelompok teman sebaya yang lebih besar sebagai sumber ide dan nilai di samping persahabatan dan hiburan. ...
Persahabatan pada saat anak memasuki remaja, perubahan-perubahan pada hakikat persahabatan juga terjadi. Pada umumnya, jumlah waktu yang dihabiskan bersama teman-teman meningkat secara tajam; remaja menghabiskan waktu lebih banyak waktu dengan teman sebaya daripada dengan anggota keluarga atau dengan diri mereka sendiri. Dalam kenyataannya, dibandingkan dengan remaja Jepang dan Rusia yang sebaya, yang menghabiskan waktu dua sampai tiga jam seminggu dengan teman-teman mereka , anak-anak Amerika belasan tahun rata-rata menghabiskan 20 jam per minggu bersama teman-teman mereka di luar waktu sekolah (Czikszentmihalyi & Larson, 1984). Remaja yang memiliki persahabatan yang menyenangkan dan harmonis juga melaporkan tingkat harga-diri yang lebih tinggi, kurang kesepian, memiliki keterampilan ľketerampilan sosial yang lebih matang, dan bertindak lebih baik di sekolah daripada remaja yang kurang dalam berteman (Slavin-Williams & Berndt, 1990). Selama remaja kapasitas untuk saling memahami dan pengetahuan bahwa orang lain merupakan individu unik dengan perasaan-perasaan mereka sendiri juga menyumbang kepada suatu peningkatan dramatis dalam penyikapan-diri, keintiman, dan loyalitas di antara teman (Damon, 1983). áPada saat remaja awal berjuang untuk memantapkan identitas pribadi yang bebas dari identitas orang tua mereka, mereka juga terus berpaling kepada teman sebaya mereka untuk kemanan dan dukungan sosial. Sementara anak-anak usia sekolah dasar melihat kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan seperti ...
Read More

Fenomena Tawuran antar Pelajar

18 Aug 2011 - antar pelajar saja yang menghiasi kolom-kolom media cetak, tetapi tawuran antar polisi dan tentara , antar polisi pamong praja dengan pedagang kaki lima, sungguh menyedihkan. Inilah fenomena yang terjadi di masyarakat kita. Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat. Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan m ...
Tawuran sepertinya sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Sehingga jika mendengar kata tawuran, sepertinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi. Hampir setiap minggu, berita itu menghiasi media massa. Bukan hanya tawuran antar pelajar saja yang menghiasi kolom-kolom media cetak, tetapi tawuran antar polisi dan tentara , antar polisi pamong praja dengan pedagang kaki lima, sungguh menyedihkan. Inilah fenomena yang terjadi di masyarakat kita. Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat. Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat.Sebaliknya mereka merasa bangga jika masyarakat itu takut dengan geng/kelompoknya. Seorang pelajar seharusnya tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti itu. Biasanya permusuhan antar sekolah dimulai dari masalah yang sangat sepele. Namun remaja yang masih labil tingkat emosinya justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Pemicu lain biasanya dendam Dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi para siswa tersebut akan membalas perlakuan yang disebabkan oleh siswa sekolah yang dianggap merugikan seorang siswa atau mencemarkan nama baik sekolah tersebut. Sebenarnya jika kita mau melihat lebih dalam lagi, salah satu akar permasalahannya adalah tingkat kestressan siswa yang tinggi dan pemahaman agama yang masih rendah. Sebagaimana kita tahu bahwa ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net