RSS

Post Tagged Contoh Pendidikan Non Formal

Media, Teknologi, dan Pembelajaran

18 May 2011 - pendidikan. Contohnya, komputer dan internet telah mempengaruhi proses pembelajaran sampai saat ini. Aturan-aturan dari pendidik dan pebelajar telah berubah karena dipengaruhi media dan teknologi yang digunakan di dalam kelas. Perubahan ini sangat esensial, karena sebagai penuntun dalam proses pembelajaran, pendidik (guru) berhak menguji media dan teknologi dalam konteks belajar dan itu berdampak pada hasil belajar siswa. LEARNING Belajar adalah proses pengembangan pengetahuan, ketrampi ... formal dimana guru tidak berfungsi atau bekerja dengan siswa-siswa lain. Dalam aturan pendidikan informal, media seperti video kaset dan komputer untuk kursus dapat digunakan oleh orang yang magang pada tempat kerja atau di rumah. Pembelajaran kooperatif terkait dengan pembelajaran mandiri. Pembelajaran kooperatif dengan hipermedia dapat diarahkan untuk memacu perubahan-perubahan diantara siswa sebagaiman mereka berjalan searah dan membicarakan respons mereka terhadap materi-materi pembelaja ...
Dalam  sejarah, media dan teknologi memiliki pengaruh terhadap pendidikan. Contohnya, komputer dan internet telah mempengaruhi proses pembelajaran sampai saat ini. Aturan-aturan dari pendidik dan pebelajar telah berubah karena dipengaruhi media dan teknologi yang digunakan di dalam kelas. Perubahan ini sangat esensial, karena sebagai penuntun dalam proses pembelajaran, pendidik (guru) berhak menguji media dan teknologi dalam konteks belajar dan itu berdampak pada hasil belajar siswa. LEARNING Belajar adalah proses pengembangan pengetahuan, ketrampilan-ketrampilan, atau pengembangan tingkah laku sebagai interaksi individu, menyangkut fasilitas-fasilitas fisik, psikologis, metode pembelajaran, media, dan teknologi. Belajar adalah proses yang dilakukan sepanjang waktu oleh individu manapun. Dengan demikian, belajar adalah proses yang melibatkan proses seleksi, pengaturan, dan penyampaian pesan yang pantas kepada lingkungan dan bagaimana cara pebelajar berinteraksi dengan informasi tersebut. Dengan demikian hal ini melihat beberapa pandangan-pandangan psikologis dan pandangan-pandangan filusuf. Pembahasan kali ini juga akan menggambarkan berbagai aturan dari media dalam belajar dan menampilkan metode-metode yang berbeda, seperti presentasi-presentasi, demonstrasi-demonstrasi, dan diskusi-diskusi akan teknologi yang berhubungan dengan belajar. 1. Psychological Perspective on Learning Bagaimana instruktur menampilkan peran dari media dan teknologi di dalam kelas, ini tergantung akan seberapa jauh mereka memahami akan bagaimana masyarakat telah belajar mengunakannya. Dibawah ini ada beberapa perspektif yang berkaitan dengan psychological perspectives ...
Read More

Pengertian Pengukuran, Penilaian, Pengujian, Evaluasi, dan Asesmen

28 May 2011 - pendidikan berbasis kompetensi dasar berdasarkan pada klasifikasi observasi unjuk kerja atau kemampuan peserta didik dengan menggunakan suatu standar. Pengukauran dapat  menggunakan tes dan nontes.  Tes adalah seperangkat prtanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah, atau suatu pernyataan/permintaan untuk melakukan sesuatu. Nontes berisi pertanyaan atau pernyataan  yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Instrumen nontes bisa berbentuk  kuesioner atau inventori. Kuesioner berisi sejuml ... nontes.  Tes adalah seperangkat prtanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah, atau suatu pernyataan/permintaan untuk melakukan sesuatu. Nontes berisi pertanyaan atau pernyataan  yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Instrumen nontes bisa berbentuk  kuesioner atau inventori. Kuesioner berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan, peserta didik diminta menjawab atau memberikan pendapat terhadap pernyataan. Inventori merupakan instrumen yang berisi tentang laporan diri  yaitu keadaan pes ... formal atau informal, untuk menghasilkan informasi  tentang peserta didik, yaitu tes tertulis, tes lisan, lembar pengamatan, pedoman wawancara, tugas rumah dan sebagainya. Penilaian juga diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran. Asesmen adalah penilaian, sehingga dikenal pula asesmen alternatif dan asesmen  portofolio. Asesmen alternatif adalah pendekatan nontradisional untuk memberi penilaian kinerja atau hasil belajar peserta didik. Pengertian tradisional dalam konteks ...
Pengukuran adalah kegiatan mengukur. Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Misalnya mengukur panjang meja dengan satuan panjang yaitu meter, atau mengukur berat badan dengan satuan berat yaitu kilogram. Hasil pengukuran bersifat kuantitatif. Penilaian adalah kegiatan menilai. Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu berdasarkan membandingkan hasil pengukuran dengan suatu kriteria tertentu (ukuran baik buruk). Putusan itu sesuai atau tidak sesuai dengan kriteria itu. Sedangkan kegiatan mengevaluasi adalah kegiatan mengukur dan menilai itu. Jadi kegiatan pengukuran, penilaian, dan evaluasi itu bersifat hierarkhis, artinya dilakukan secara berurutan:  dimulai dengan pengukuran, dilanjutkan dengan penilaian, dan diakhiri dengan mengevaluasi. Pengukuran menurut Guilford ( 1982) adalah proses penetapan angka terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu. Pengukuran pendidikan berbasis kompetensi dasar berdasarkan pada klasifikasi observasi unjuk kerja atau kemampuan peserta didik dengan menggunakan suatu standar. Pengukauran dapat  menggunakan tes dan nontes.  Tes adalah seperangkat prtanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah, atau suatu pernyataan/permintaan untuk melakukan sesuatu. Nontes berisi pertanyaan atau pernyataan  yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Instrumen nontes bisa berbentuk  kuesioner atau inventori. Kuesioner berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan, peserta didik diminta menjawab atau memberikan pendapat terhadap pernyataan. Inventori merupakan instrumen yang berisi tentang laporan diri  yaitu keadaan peserta didik, misalnya potensi ...
Read More

Gagasan Dasar Pusat Sumber belajar

29 May 2011 - pendidikan agar jasa iotu terkendalikandan terarah, sehingga dapat dihindari pemborosan waku, dana dan pikiran. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kita untuk belajar lebih banyak, lebih cepat dan lebih efektif. Jumlah fakta dalam tiap disiplin ilmu telah berkembang sedemikian rupa, sehingga tidak mungkin lagi kita mempelajari fakta, di samping itu fakta-fakta tersebut terlalu sedikit kegunaannya dalam kehidupan. Adalah lebih bermanfaat dan ekonomis bagi kita untuk belajar leb ... non insani yang terdapat di sekelilingnya. Memang mungkin belajar yang berlangsung itu tak terarah dan tak terkendalika, tetapi tidak berarti bahwa itu tidak berguna. Kebanyakan dari kita belajar tentang seks tidak dari guru atau orang tua, tetapi kita dapat mengarahkan dan mengendalikannya sendiri. Siapapun, tak terkecuali guru, merupakan pembelajar yang perlu “berguru”, di samping berfungsi membelajarkan  orang lain. Perluasan pengertian guru. Masih banyak yang berpendapat bahwa yang disebu ... formal, bahkan banyak gagasan itu yang telah pula dinyatakan sebagai kebijakan meskipun belum secara formal. Namun boleh dikatakan tidak atau belum ada tindak lanjut dan pedoman pelaksanaannya. Demikian pula implikasi atas kebijakan itu kurang sekali mendapat perhatian. Kalau kita pinjam pendapat Beeby (1997) tentang strategi pembaharuan kualitatif, dapat kita catat sedikitnya tiga syarat yang diperlukan untuk melaksanakan gagasan pembaharuan, yaitu : (1) adanya pemahaman akan hakekat dan tuju ...
Gagasan dasar yang utama di sini adalah yang berhubungan dengan “belajar” dan “pembelajaran”. Barangkali perlu dijelaskan secara singkat terlebih dahulu arti “pembelajaran” (instructional). Banyak di antar kita yang menganggap bahwa istilah itu adalah padanan dari “mengajar” (teaching). Padahal sebenarnya ada dua perbedaan pokok antara ke duanya. Perbedaan itu ialah : Mengajar mengandung arti adanya interaksi langsung antara sumber ajaran (seringkali berupa guru) dengan si belajar. Oleh karena itu mengajar dianggap sebagai salah satu ciri profesi mendidik. Membelajarkan tidak mensyaratkan adanya interaksi langsung, sehingga seseorang atau sesuatu dapat menyebabkan orang lain belajar dengan melalui media cetak (buku, diktat, makalah dll.), media komunikasi lain, atau dirinya sendiri. Mengajar secara tradisional didasarkan pada teori belajar yang sifatnya deskriptif (dengan pola dasar : bila . . ., maka . .  .). bahkan semula dianggap bahwa mengajar dan belajar mempunyai hubungan kauslitas; ke duanya dianggap sebagai dua sisi bersebelahan sari mata uang yang sama. Pembelajaran didasarkan pada teori instruksional yang sifatnya preskriptif (pola dasarnya : agar supaya . . ., lakukan . . .). belajar dan pembelajaran merupakan dua hal yang terpisah, namun diharapkan ada interaksi di antara ke duanya dengan hasil yang optimum, serta mengingat kondisi tertentu. Beberapa asumsi dasar yang berhubungan dengan belajar ...
Read More

Prinsip-Prinsip Penggunaan Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar

30 May 2011 - Pendidikan Dengan perpustakaan mahasiswa mendapatkan kesempurnaan untuk mendidik diri sendiri secara berkesinambungan seumur hidup. Kesempatan ini bila dimanfaatkan secara maksimal akan memberikan hasil yang taka tertuga. Perkuliahan misalnya mempunyai waktu dan batas teretentu, sedang belajar di perpustakaan sebaliknya tidak mempounyai batas. Seseorang yang tidak pernah duduk dibangku kuliah pun akan menjadi manusia intelektual/terdidik bila secara sistematis berusaha untuk mendapatkannya ( ... formal sampai tingkat Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP), tetapi berkat kekuatan belajar sendiri berhasil menjadi manusia intelektual. Mahasiswa dapat membangkitkan dan mengembangkan minat akademis secara luas, mempertinggi kreativitas, dan kegiatan intelektual yang bebas. Dengan demikian mahasiswa dengan mudah mengembangkan probadinya baik semasa di bangku kuliah maupun setelah terjun ke masyarakat. Mendorong kecepatan untuk memecahkan masalah yang timbul dan memberikan kemampuan untuk memega ...
Sering kita mendengar orang megatakan, bahwa perpustakaan adalah pusat atau sarana akademis yang paling utama, tetapi sedikit sekali yang diketahui tentang sejauh mana perpustakaan itu secara konkrit bermanfaat dalam kehidupan mahasiwa. Memang tidak mudah untuk menjabarkan secara sederhan manfaat apa saja yang akan diperoleh mahasiswa dalam sebuah perpustakaan. Hal ini terutama disebabkan beragamnya pandangan terhadap perpustakaan itu banyak ditentukan oleh pengalaman seseorang dalam menggunakan fasilitas dan pengalaman serta pengetahuan yang pernah diperolehnya melalui perpustakaan. Walaupun demikian secara umum berikut ini dikemukakan manfaat-manfaat apa saja yang akan diperoleh mahasiswa atau pengunjung dari sebuah perpustakaan, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Manfaat perpustakaan bagi mahasiswa atau pengunjung dapat dikelompokkan dalam empat aspek utama, yaitu : Aspek Komunikasi/Informasi Mahasiswa dapat mengambil ide-ide dari berbagai sumber, bidang ilmu yang ditulis oleh para ahli bidangnya masing-masing dari seluruh penjuru dunia. Hal ini dimungkinkan karena di perpustakaan tersedia/tersimpan secara sistematis bahan-bahan tersebut yang setiap saat siap untuk dimanfaatkan. Menimbulkan kepercayaan kepada diri sendiri dalam menyerap informasi yang tersedia dan dapat memberikan pertimbangan/memilih informasi atau ide-ide yang mana saja yang patut dimanfaatkan. Mahasiswa mendapat kesempatan memakai informasi yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu seperti pengetahuan tentang perubahan-perubahan dalam bidang ekonomi, politik, kondisi kehidupan masyarakat, dan ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF



Checkpagerank.net