RSS

Post Tagged Contoh Soal Berpikir Kritis

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Produktif Multimedia Siswa Kelas X Smkn 1 Cerme Gresik

06 Aug 2011 - soal; menyusun soal pre-tes post-test; mengadakan uji validitas dan reliabilitas soal dan menghitungnya; menyusun soal berdasarkan hasil validitas. Pelaksanaan: melaksanakan pengajaran Multimedia pada kelas eksperimen (X MM 1) dan kelas kontrol (X MM 2); dalam proses belajar mengajar, guru bidang studi bertindak sebagai pengajar. Selama proses belajar mengajar, guru mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sedangkan peneliti mengamati proses belajar mengajar; mengadakan tes awal da ... berpikir kritis, memiliki keterampilan sosial, dan pencapaian hasil pembelajaran yang lebih optimal. Peningkatan ini didasarkan pada karakteristik pembelajaran karena tidak semua pembelajaran dapat berlangsung hanya dengan satu model saja. Model pembelajaran merupakan pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial (Suprijono, 2010: 46). Sedangkan menurut Arends dalam bukunya Suprijono (2010: 46) menyebutkan bahwa model pembelajaran mengacu pada p ... kritis dalam merenovasi pembelajaran yaitu PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Perubahan-perubahan dalam aktivitas pembelajaran dikelas sangat diperlukan sebagai upaya merenovasi pembelajaran yang berlandaskan pada pemikiran kritis PAIKEM. Perubahan-perubahan itu bisa berupa dari isi model pembelajaran yang dilakukan oleh guru, yang mana didalam model terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik. Dengan adanya peru ...
Muhammad Ali Rahmansyah1, Lamijan Hadi Susarno2 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya Abstrak: Pembelajaran di SMKN 1 Cerme Gresik yang monoton khususnya kompetensi keahlian multimedia mata pelajaran produktif multimedia hanya akan berdampak pada kejenuhan siswa dalam menerima pelajaran. Model konvensional yang lama menjamur pada proses pembelajaran tidak pernah diubah oleh guru mata pelajaran sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa menjadi merosot. Dalam mengatasi hal ini diperlukan suatu perubahan dalam kegiatan pembelajaran salah satunya adalah pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Rumusan masalah untuk judul diatas adalah apakah ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dengan menggunakan model konvensional dan model kooperatif tipe Group Investigation pada mata pelajaran Produktif Multimedia di kelas X Multimedia SMKN 1 Cerme Gresik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental jenis control group pre-test post-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 1 Cerme dengan kelas eksperimen adalah kelas X MM 1 dan kelas kontrol adalah kelas X MM 2 dengan sistem acak. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai pre test dan post test yang digunakan untuk mengetahui normalitas dan homogenitas sampel serta yang digunakan untuk mengetahui perbedaan sampel setelah diberi perlakuan. Teknik analisis data menggunakan uji-t atau dengan uji Chi Kuadrat dua sampel. ...
Read More

Contoh Instrumen Penilaian

20 Sep 2011 - soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: Soal dengan memilih jawaban pilihan ganda dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) menjodohkan Soal dengan mensuplai-jawaban. isian atau melengkapi jawaban singkat atau pe ... berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Pilihan ganda mempunyai kelemahan, yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawaba ...
Penilaian Tertulis Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: Soal dengan memilih jawaban pilihan ganda dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) menjodohkan Soal dengan mensuplai-jawaban. isian atau melengkapi jawaban singkat atau pendek soal uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benar-salah, isian singkat, dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Pilihan ganda mempunyai kelemahan, yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Alat penilaian ini kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas karena tidak menggambarkan kemampuan peserta didik yang sesungguhnya. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net