RSS

Post Tagged Jurnal Penelitian Pemahaman Diri

Pengaruh Lingkungan keluarga, Fasilitas Belajar dan Prestasi Belajar Program Diklat Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha

04 Aug 2011 - penelitian ini maka digunakan metode dokumentasi. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas 2 dan 3 Program penjualan SMK Negeri I Malang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Stratified Random sampling. Kemudian sampel ditentukan sebesar 60 responden. Berdasarkan pengelolaan data dan analisis regresi linier berganda dapat diketahui hasil yang menyatakan: (1). Terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar program diklat kewirausa ...
ABSTRAK Busthomi, Erwin Wahyu. 2007. Pengaruh Lingkungan keluarga, Fasilitas Belajar dan Prestasi Belajar Program Diklat Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha (Studi pada siswa kelas 2 dan 3 program penjualan SMK Negeri I Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen Program Studi Pendidikan Tata Niaga Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si, (II) Titis Shinta Dewi SP, MM. Derasnya arus informasi akan menuntut masyarakat menjadi lebih kritis pada satu sisi dan pada satu sisi yang lain kehidupan dan perekonomian yang lebih kompleks. Persaingan akan bertambah keras, dan terjadi mobilitas dan interaksi yang tinggi antar negara dan bangsa disertai dengan melimpahnya konsepsi dan produk fisik dari luar. Banyak pekerjaan yang ditangani dengan menggunakan piranti yang canggih, sehingga banyak pula pekerjaan yang berubah secara radikal yang tentunya membutuhkan tidak saja kecakapan berpikir tetapi juga ketrampilan berkarya dan berusaha. Keluarga mempunyai tanggung jawab penuh atas segala kebutuhan sehari-hari baik sandang, papan pangan maupun pendidikan. Untuk mutu pendidikan keluarga pada dasarnya sudah diserahkan sepenuhnya pada sekolah, sehingga tugas orang tua dalam hal kecerdasan atau intelektual anak akan menjadi ringan. Proses belajar memerlukan suatu fasilitas belajar yang memudahkan siswa dalam belajar sehingga dapat mencapai prestasi belajar yang optimal. Tentunya bagi siswa yang kurang mampu dan mempunyai ...
Read More

Teori Humanistik

07 Aug 2011 - penelitian itu diketahui guru yang fasilitatif mengurangi angka bolos siswa, meningkatkan angka konsep diri siswa, meningkatkan upaya untuk meraih prestasi akademik termasuk pelajaran bahasa dan matematika yang kurang disukai, mengurangi tingkat problem yang berkaitan dengan disiplin dan mengurangi perusakan pada peralatan sekolah, serta siswa menjadi lebih spontan dan menggunakan tingkat berpikir yang lebih tinggi. Implikasi Teori Belajar Humanistik Guru Sebagai Fasilitator Psikologi huma ... dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambatlaun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dala ...
Teori humanistik memandang tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambatlaun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada proses belajar, ialah : Proses pemerolehan informasi baru, Personalia informasi ini pada individu. Tokoh penting dalam teori belajar humanistik secara teoritik antara lain adalah: Arthur W. Combs, Abraham Maslow dan Carl Rogers. Arthur Combs (1912-1999) Bersama dengan Donald Snygg (1904-1967) mereka mencurahkan banyak perhatian pada dunia pendidikan. Meaning (makna atau arti) adalah konsep dasar yang sering digunakan. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka. Anak tidak bisa matematika atau sejarah bukan karena bodoh tetapi karena mereka enggan dan terpaksa dan merasa sebenarnya tidak ada alasan penting mereka harus mempelajarinya. Perilaku buruk itu ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net