RSS

Post Tagged Kesimpulan Pendidikan

Paradigma Pendidikan Masa Depan

07 Aug 2011 - pendidikan Indonesia secara kuantitatif telah berkembang sangat cepat. Pada tahun 1965 jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 53.233 dengan jumlah murid dan guru sebesar 11.577.943 dan 274.545 telah meningkat pesat menjadi 150.921 SD dan 25.667.578 murid serta 1.158.004 guru (Pusat Informatika, Balitbang Depdikbud, 1999). Jadi dalam waktu sekitar 30 tahun jumlah SD naik sekitar 300%. Sudah barang tentu perkembangan pendidikan tersebut patut disyukuri. Namun sayangnya, perkembangan pendidikan terseb ...
Selama tiga dasawarsa terakhir, dunia pendidikan Indonesia secara kuantitatif telah berkembang sangat cepat. Pada tahun 1965 jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 53.233 dengan jumlah murid dan guru sebesar 11.577.943 dan 274.545 telah meningkat pesat menjadi 150.921 SD dan 25.667.578 murid serta 1.158.004 guru (Pusat Informatika, Balitbang Depdikbud, 1999). Jadi dalam waktu sekitar 30 tahun jumlah SD naik sekitar 300%. Sudah barang tentu perkembangan pendidikan tersebut patut disyukuri. Namun sayangnya, perkembangan pendidikan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan yang sepadan. Akibatnya, muncul berbagai ketimpangan pendidikan di tengah-tengah masyarakat, termasuk yang sangat menonjol adalah: a) ketimpangan antara kualitas output pendidikan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan, b) ketimpangan kualitas pendidikan antar desa dan kota, antar Jawa dan luar Jawa, antar pendudukkaya dan penduduk miskin. Di samping itu, di dunia pendidikan juga muncul dua problem yang lain yang tidak dapat dipisah dari problem pendidikan yang telah disebutkan di atas. Pertama, pendidikan cenderung menjadi sarana stratifikasi sosial. Kedua, pendidikan sistem persekolahan hanya mentransfer kepada peserta didik apa yang disebut the dead knowledge, yakni pengetahuan yang terlalu bersifat text-bookish sehingga bagaikan sudah diceraikan baik dari akar sumbernya maupun aplikasinya. Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi sejauh ini belum menampakkan ...
Read More

Kompetensi Kepala Sekolah Menengah Pertama

08 Sep 2011 - Pendidikan Memahami landasan pendidikan: filosofi, disiplin ilmu (ekonomi, psikologi, sosiologi, budaya, politik), dan ilmiah. Memahami dan menghayati hakikat manusia, hakikat masyarakat, hakikat pendidikan, hakikat sekolah, hakikat guru, hakikat peserta didik dan hakikat proses belajar mengajar Memahami aliran-aliran pendidikan Menerapkan pendekatan sistem dalam sekolah Memahami, menghayati, dan melaksanakan tujuan dan fungsi pendidikan nasional Memahami kebijakan, perencanaan, d ...
Memiliki Landasan dan Wawasan Pendidikan Memahami landasan pendidikan: filosofi, disiplin ilmu (ekonomi, psikologi, sosiologi, budaya, politik), dan ilmiah. Memahami dan menghayati hakikat manusia, hakikat masyarakat, hakikat pendidikan, hakikat sekolah, hakikat guru, hakikat peserta didik dan hakikat proses belajar mengajar Memahami aliran-aliran pendidikan Menerapkan pendekatan sistem dalam sekolah Memahami, menghayati, dan melaksanakan tujuan dan fungsi pendidikan nasional Memahami kebijakan, perencanaan, dan program pendidikan nasional, propinsi, dan kabupaten/kota Memahami kebijakan, perencanaan, dan program pendidikan di SLTP Memahami Sekolah sebagai Sistem Menggunakan sistem sebagai pegangan cara berfikir, cara mengelola dan cara menganalisis sekolah Mengidentifikasi dan mengembangkan jenis-jenis input sekolah Mengembangkan proses sekolah (proses belajar mengajar, pengkoordinasian, pengambilan keputusan, pemberdayaan, pemotivasian, pemantauan, pensupervisian, pengevaluasian dan pengakreditasian). Meningkatkan output sekolah (kualitas, produktivitas, efisiensi, efektivitas, dan inovasi) Memahami dan menghayati Standar Pelayanan Minimal (SPM) Melaksanakan SPM secara tepat Memahami lingkungan sekolah sebagai bagian dari sistem sekolah yang bersifat terbuka Memahami Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Memahami dan menghayati hakikat otonomi pendidikan Memahami dan menghayati hakikat pendidikan berbasis masyarakat (community based education). Memahami dan menghayati arti, tujuan dan karakteristik manajemen berbasis sekolah (school based management) Memahami kewenangan sekolah dalam kerangka otonomi pendidikan Memahami, menghayati, dan melaksanakan tahap-tahap implementasi manajemen berbasis sekolah Mengevaluasi tingkat keberhasilan manajemen berbasis sekolah. Merencanakan ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net