RSS

Post Tagged Makalah Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini

Kedudukan Sumber Belajar Dalam Proses Pembelajaran

29 May 2011 - perencanaan kurikulum. Pola ke tiga oleh Heinich menunjukkan dimana seluruh pembelajaran dilakukan oleh guru bermedia. Pola ini mirip dengan pola “media saja” (gambar 4). Dalam pola ini guru kelas sebagai komponen sistem instruksional insani, tidak terlihat dalam fungsi pemanfaatan. Guru bermedia tidak mencapai siswa melalui guru kelas dan tidak pula berbagi tanggung jawab dengan guru kelas (Heinich, 1970, hal. 148). Dari uraian di atas, tampak bahwa pemanfaatan sumber belajar harus berda ... pembelajaran yang penting selalu ada, dan yang dapat membantu pemecahan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran. Dari uraian di atas tampak bahwa pola-pola pembelajaran yang memanfaatkan sumber belajar cukup banyak antara lain sebagai berikut : Gambar1 Pembelajaran Tradisional (Morris, 1963, hal. 11) Tujuan ----> Penetapan isi & Metoda ----> Guru ----> Siswa ...
Dari sudut kelembagaan kita mengenal adanya penyelenggaraan Pendidikan melalui Sekolah dan Pendidikan Luar Sekolah. Apapun namanya dan di manapun kegiatan belajar mengajar dilakukan, kegiatan itu harus dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar yang terdapat di mana-mana baik langsung maupun tidak langsung dalam bentuk sarana ataupun prasarana. Kegiatan proses belajar mengajar memerlukan interaksi dengan sumber belajar yang dapat digunakan untuk menyediakan fasilitas belajar. Agar diperoleh hasil yang maksimal, maka kadar itu harus tinggi. Untuk memperoleh interaksi yang tinggi, maka proses interaksi perlu dikembangkan secara sistematik. Begitu pula sumber belajar perlu dikembangkan dan dikelola secara baik dan fungsional. Di mana-mana orang dapat belajar, dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Sebab sumber belajar ada di mana-mana, baik berupa manusia maupun bukan manusia, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan belajar mengajar. Oleh AECT disebutkan pula bahwa dalam kegiatan instruksional (PBM), sumber belajar dapat berubah menjadi komponen instruksional. Dan uraian tersebut jelas bahwa kegiatan belajar adalah  pembelajaran yang penting selalu ada, dan yang dapat membantu pemecahan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran. Dari uraian di atas tampak bahwa pola-pola pembelajaran yang memanfaatkan sumber belajar cukup banyak antara lain sebagai berikut : Gambar1 Pembelajaran Tradisional (Morris, 1963, hal. 11) Tujuan ----> Penetapan isi & Metoda ----> ...
Read More

Landasan filosofis, psikologis dan yuridis pembelajaran Tematik

07 Aug 2011 - pembelajaran tematik merupakan implementasi dari kurikulum yang berlaku. Pada saat mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran ini didasari pada landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan yuridis. Menurut Sukayati (2004:4), landasan filosofis dari implementasi pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifit ... Anak dinyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa setiap peserta didikpada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). ...
Landasan Filosofis Pelaksanaan pembelajaran tematik merupakan implementasi dari kurikulum yang berlaku. Pada saat mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran ini didasari pada landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan yuridis. Menurut Sukayati (2004:4), landasan filosofis dari implementasi pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman peserta didik. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung peserta didik(direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada peserta didik, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing peserta didik. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan peserta didikyang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Aliran humanisme melihat peserta didikdari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya. Landasan Psikologis Landasan psikologis terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didikdan psikologi belajar. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada peserta didikagar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Psikologi ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net