RSS

Post Tagged Pengertian Daya Saing

Pendidikan Berbasis Multimedia

25 Jun 2011 - daya saing sumber daya manusia sangat ditentukan oleh kualitas. Kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh kadar teknologi yang dimiliki. Dari sisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkembang dewasa ini adalah e-education. Sebenarnya banyak istilah yang dapat dijumpai dalam lingkungan pendidikan berbasis Teknologi Internet yaitu e-Education, m-Education dan i-Education. Ditilik dari konsep bahasa, E-Education sebenarnya merupakan sistem pendidikan berbasis media elektronik, seperti radi ... saing sumber daya manusia sangat ditentukan oleh kualitas. Kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh kadar teknologi yang dimiliki. Dari sisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkembang dewasa ini adalah e-education. Sebenarnya banyak istilah yang dapat dijumpai dalam lingkungan pendidikan berbasis Teknologi Internet yaitu e-Education, m-Education dan i-Education. Ditilik dari konsep bahasa, E-Education sebenarnya merupakan sistem pendidikan berbasis media elektronik, seperti radio dan ...
Persaingan antar bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi  (IPTEK) sangat ketat sehingga, daya saing sumber daya manusia sangat ditentukan oleh kualitas. Kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh kadar teknologi yang dimiliki. Dari sisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkembang dewasa ini adalah e-education. Sebenarnya banyak istilah yang dapat dijumpai dalam lingkungan pendidikan berbasis Teknologi Internet yaitu e-Education, m-Education dan i-Education. Ditilik dari konsep bahasa, E-Education sebenarnya merupakan sistem pendidikan berbasis media elektronik, seperti radio dan televisi. Sehingga kuliah subuh atau program pelajaran yang disajikan Televisi – televisi sekarang ini juga termasuk dalam lingkungan e-education. Namun berhubung sistem e-Education lebih dikenal oleh masyarakat luas ketika Internet digunakan sebagai media pendidikan, maka masyarakat luas banyak yang beranggapan bahwa e-Education adalah pendidikan yang menggunakan Internet sebagai media utamanya. Paradigma tentang e-Education yang dipahami saat ini adalah pendidikan berbasis Internet, sehingga selanjutnya akan digunakan pema­haman tersebut. Pola e-Education terus mengalami perkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang ada, Teknologi yang sekarang bayak digunakan adalah telephon seluler atau ponsel. Sistem ponsel merupakan teknologi telepon nirkabel atau pengguna dapat mengakses tanpa kabel, maka per­kembanglah protokol-protokol baru seperti Wireless Application Protocol (WAP) yang memungkinkan akses Internet melalui media komunikasi ponsel di mana sebuah komputer notebook yang terhubung ke ...
Read More

Privatisasi dan Pembentukan Pasar Bebas bagi Dunia Pendidikan

18 Aug 2011 - daya saing Perguruan Tinggi negeri. Namun tanpa perhitungan kuota yang tepat dan sistem penunjang aksesibilitas, elitisme dalam pendidikan tinggi akan mengancam proses demokratisasi di Indonesia. Pendidikan yang diharapkan menjadi jembatan bagi pemerolehan akses ekonomi, politik, hukum, dan budaya secara lebih merata menjadi roboh. Kekuatan globalisasi dan pusaran neo-liberalisme tidak bisa dibendung lagi. Ketidak-mampuan negara dalam membiayai pendidikan tinggi tidak seharusnya membuat Perg ... saing Perguruan Tinggi negeri. Namun tanpa perhitungan kuota yang tepat dan sistem penunjang aksesibilitas, elitisme dalam pendidikan tinggi akan mengancam proses demokratisasi di Indonesia. Pendidikan yang diharapkan menjadi jembatan bagi pemerolehan akses ekonomi, politik, hukum, dan budaya secara lebih merata menjadi roboh. Kekuatan globalisasi dan pusaran neo-liberalisme tidak bisa dibendung lagi. Ketidak-mampuan negara dalam membiayai pendidikan tinggi tidak seharusnya membuat Perguruan ...
Era persaingan global dan pusaran neo-liberalisme tidak bisa dibendung lagi dan melanda dunia pendidikan. Di jenjang pendidikan tinggi, mahasiswa di ebrbagai universitas terkemuka di Indonesia melakukan aksi menentang biaya tinggi pendidikan. Otonomi pendidikan tinggi membawa implikasi hak dan kewajiban Perguruan Tinggi negeri dan swasta untuk mengatur pengelolaannya sendiri termasuk mencari sumber-sumber pendapatan guna menghidupi diri. Konsekuensi logis dari otonomi kampus, saat ini Perguruan Tinggi seakan berlomba membuka program baru atau menjalankan strategi penjaringan mahasiswa baru untuk mendatangkan dana. Perdebatan antara antiotonomi dan pro-otonomi Perguruan Tinggi tidak akan berkesudahan dan mencapai titik temu. Kelompok yang menentang otonomi Perguruan Tinggi berpandangan negara harus bertanggung-jawab atas pendidikan dan menanggung pembiayaan Perguruan Tinggi negeri. Mereka mengkhawatirkan privatisasi Perguruan Tinggi akan menutup akses bagi calon mahasiswa dari kalangan tidak mampu dan fenomena komersialisasi ini justru akan menurunkan komitmen dan mutu pendidikan tinggi. Gejala McDonaldisasi pendidikan tinggi di Indonesia dianggap sebagai bagian dari gerakan neoliberalisme yang menjelma dalam kebijakan pasar bebas dan mendorong pemerintah untuk melakukan privatisasi berbagai aset pemerintah. Heru Nugroho dkk (2002) menyoroti kontroversi otonomi Perguruan Tinggi di UGM dan menganggap kebijakan itu telah mengkhianati ideologi negara dan UUD 1945. Sementara itu, kebijakan privatisasi pendidikan tinggi ini nampaknya akan terus dijalankan. Dua alasan yang ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net