RSS

Post Tagged Pengertian Komprehensif Dan Radikal

Ciri Pemikiran Filsafat

02 Jun 2011 - pengertian yang dapat diterima akal seperti ilmu ukur. Pemikiran filsafat bersifat Koheren berarti sesuai dengan kaidah berpikir (logis) dan Konsisten yaitu tidak berubah-ubah dan tidak berlawanan sehingga tidak ada yang kontradiksi di dalamnya. Jadi berpikir filsafat harus runtut. Bagan konseptual dari berbagai pendapat ini tidak boleh berkontradiksi. Berikut ini adalah contoh ketidakruntutan yang mungkin tersembunyi dalam pernyataan-pernyataan yang tidak tampak: Tuhan maha baik, tidak me ... komprehensif, Tidak ada sesuatupun yang berada di luar jangkauannya (menyeluruh). Jika tidak, filsafat akan ditolak, dikatakan berat sebelah dan tidak memadai, serta baru dapat dikatakan memadai bila memuat penjelasan tentang semua gejala. Pemikiran filsafat bersifat Integral (menyeluruh) yaitu pemikiran yang luas, pemikiran yang meliputi beberapa sudut pandang. Pemikiran kefilsafatan meliputi beberapa cabang ilmu dan pemikiran semacam ini ingin mengetahui hubungan antara cabang ilmu yang sat ... Radikal yaitu berpikir sampai ke akar-akarnya. Yaitu berpikir sampai ke akarnya, sampai hakikat, esensi, substansi, inti yang dipikirkan, dan berusaha menangkap pengetahuan hakiki yang mendasar tersebut. Pemikiran filsafat bersifat Universal yaitu berpikir tentang hal-hal yang bersifat umum. Berpikir tentang hal dan proses yang bersifat umum. Filsafat mencari kebenaran tentang segala sesuatu dan menyatakannya dalam bentuk paling umum. Filsafat berkaitan dengan pengalaman umum manusia. Bersi ...
Pemikiran filsafat bersifat Konseptual yaitu berpikir dalam filsafat tidak hanya sekedar berpikir, tapi mempunyai konsep yaitu secara umum. Konsepsi (rencana kerja) merupaakan hasil peng-umum-an dan abstraksi dari pengalaman tentang berbagai hal dan proses individual. Filsafat merupakan pemikiran tentang hal dan proses dalam hubungan yang umum. Seorang filsuf tidak hanya membicarakan dunianya sendiri ataupun dunia sekitarnya, melainkan juga mengenai perbuatan berpikir itu sendiri. Dengan ciri ini maka berpikir kefilsafatan melampaui batas-batas pengalaman hidup sehari-hari. Pemikiran filsafat bersifat Radikal yaitu berpikir sampai ke akar-akarnya. Yaitu berpikir sampai ke akarnya, sampai hakikat, esensi, substansi, inti yang dipikirkan, dan berusaha menangkap pengetahuan hakiki yang mendasar tersebut. Pemikiran filsafat bersifat Universal yaitu berpikir tentang hal-hal yang bersifat umum. Berpikir tentang hal dan proses yang bersifat umum. Filsafat mencari kebenaran tentang segala sesuatu dan menyatakannya dalam bentuk paling umum. Filsafat berkaitan dengan pengalaman umum manusia. Bersifat sistematik. Sistem adalah kebulatan dari sejumlah unsur yang saling berhubungan menurut tata pengaturan untuk mencapai suatu maksud atau menunaikan suatu peranan tertentu. Pendapat uraian kefilsafatan harus saling berhubungan secara teratur dan terkandung maksud atau tujuan tertentu. Bersifat komprehensif, Tidak ada sesuatupun yang berada di luar jangkauannya (menyeluruh). Jika tidak, filsafat akan ditolak, dikatakan berat sebelah dan tidak memadai, serta ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net