RSS

Post Tagged Pentingnya Pewarisan Semangat Proklamasi Kemerdekaan

Pendekatan Penilaian

28 May 2011 - pentingnya acak, konsistensi dan lainnya yang sering tidak dimengerti oleh klien. Akibatnya hubungan penilai dan klien renggang yang dapat menggagalkan pekerjaan penilai. Pendekatan Berorientasi pada Tujuan (Goal Oriented Approach) Pendekatan ini menggunakan tujuan program sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan. Penilai mencoba mengukur sampai di mana pencapaian tujuan telah tercapai. Model pendekatan ini memberikan petunjuk kepada pengembangan program, menjelaskan hubungan antara k ...
Pendekatan dalam penilaian dapat bermacam-macam. Pendekatan-pendekatan dalam penilaian itu adalah sebagai berikut. Pendekatan Eksperimental Pendekatan eksperimental adalah penilaian yang berorientasi pada penggunaan experimental science dalam program evaluasi. Ini berarti menggunakan kontrol eksperimen yang biasanya dilakukan dalam penelitian akademik. Penilai menciptakan situasi yang dikontrol, dengan beberapa subjek penerima perlakuan dan yang lainnya tidak menerima perlakuan, membandingkan kedua kelompok tersebut untuk melihat dampak program. Keuntungan pendekatan ini adalah kemampuannya menarik simpulan yang relatif objektif, dan generalisasi jawaban terhadap pertanyaan program yang bersangkutan. Dengan demikian lebih popular, tepercaya, dan disukai oleh pemakai serta pembuat keputusan. Kelemahannya adalah bahwa penilai sering menggunakan prinsip-prinsip desain penelitian, pentingnya acak, konsistensi dan lainnya yang sering tidak dimengerti oleh klien. Akibatnya hubungan penilai dan klien renggang yang dapat menggagalkan pekerjaan penilai. Pendekatan Berorientasi pada Tujuan (Goal Oriented Approach) Pendekatan ini menggunakan tujuan program sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan. Penilai mencoba mengukur sampai di mana pencapaian tujuan telah tercapai. Model pendekatan ini memberikan petunjuk kepada pengembangan program, menjelaskan hubungan antara kegiatan khusus yang ditawarkan dengan hasil yang akan dicapai. Dengan begitu ada hubungan yang logis antara kegiatan, hasil, dan prosedur pengukuran hasil. Jika program belum merumuskan tujuan secara jelas maka penilai membantu klien merumuskan tujuannya dan menjelaskan hubungan antara ...
Read More

Prasarana Pendukung Pusat Sumber Belajar

29 May 2011 - pentingnya fungsi pembelajaran, maka semangat dan dedikasi para pengajarpun akan susut. Dukungan ini dapat berupa penghargaan seperti misalnya penghargaan atas karya ilmiah dan/atau penelitian. Sekarang ini masih ada penafsiran yang kaku tentang pelaksanaan perkuliahan, yaitu harus ada tatap muka, yang diiringi oleh kegiatan terstruktur dan belajar mandiri dengan perbandingan waktu yang baku. Sudah waktunya penafsiran yang kaku itu diperbaiki, karena ceramah dengan tatap muka tidak selalu merupa ... semangat dan dedikasi para pengajarpun akan susut. Dukungan ini dapat berupa penghargaan seperti misalnya penghargaan atas karya ilmiah dan/atau penelitian. Sekarang ini masih ada penafsiran yang kaku tentang pelaksanaan perkuliahan, yaitu harus ada tatap muka, yang diiringi oleh kegiatan terstruktur dan belajar mandiri dengan perbandingan waktu yang baku. Sudah waktunya penafsiran yang kaku itu diperbaiki, karena ceramah dengan tatap muka tidak selalu merupakan cara terbaik untuk belajar. Du ...
Dengan prasarana pendukung dimaksudkan kondisi yang mendorong dan menarik untuk memprakarsai dan melaksanakan pembaharuan suatu iklim yang menggairahkan mereka yang berkepentingan untuk bertindak. Prasarana pendukung ini dapat dibedakan dalam empat macam, yaitu : Dukungan moral, mulai dari pimpinan perguruan tinggi atau kepala sekolah merupakan hal yang menentukan dalam meningkatkan aktifitas instruksional. Tanpa adanya perhatian yang besar dari pengelola tertinggi dalam suatu lembaga pendidikan tentang pentingnya fungsi pembelajaran, maka semangat dan dedikasi para pengajarpun akan susut. Dukungan ini dapat berupa penghargaan seperti misalnya penghargaan atas karya ilmiah dan/atau penelitian. Sekarang ini masih ada penafsiran yang kaku tentang pelaksanaan perkuliahan, yaitu harus ada tatap muka, yang diiringi oleh kegiatan terstruktur dan belajar mandiri dengan perbandingan waktu yang baku. Sudah waktunya penafsiran yang kaku itu diperbaiki, karena ceramah dengan tatap muka tidak selalu merupakan cara terbaik untuk belajar. Dukungan organisasi. Dukungan moral perlu diterjemahkan dalam serangkaian tindakan, untuk inilah diperlukan adaya dukungan organisasi. Pembaharuan kegiatan belajar dan membelajarkan, adalah kegiatan yang bersistem dan berkelanjutan, bukan kegiatan kebetulan dan seketika. Oleh karena itu perlu ada suatu organisasi tetap yang melaksanakan fungsi pengelolaan dan pengembangan kegiatan instruksional. Organisasi ini perlu mempunyai sejumlah tenaga inti tetap dengan keahlian khusus, yang mampu membina kerjasama dengan berbagai ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net