RSS

Post Tagged Teori Konsistensi

Hakikat, Kriteria, Dan Teori-Teori Kebenaran Ilmiah

02 Jun 2011 - Teori-Teori Kebenaran Ilmiah Teori yang menjelaskan kebenaran epistemologi adalah sebagai berikut: Teori Korespondensi Teori pertama adalah teori korespondensi, the correspondence theory of truth. Menurut teori ini, kebenaran atau keadaan benar itu apabila ada kesesuaian (correspondence) antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan atau pendapat tersebut. Dengan demikian, kebenaran epistemologis adalah kemanunggalan antara subjek dan objek pengetahuan itu dikatakan benar apabila di da ... konsistensi, the consistence theory of truth, yang sering pula dinamakan the coherence theory of truth. Menurut teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan (judgement) dengan sesuatu yang lain, yaitu fakta atau realitas, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri. Dengan perkataan lain, kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru itu dengan putusan-putusan lainnya yang telah kita ketahui dan akui kebenarannya terlebih dahulu. Teori Pragmatisme ...
Teori-Teori Kebenaran Ilmiah Teori yang menjelaskan kebenaran epistemologi adalah sebagai berikut: Teori Korespondensi Teori pertama adalah teori korespondensi, the correspondence theory of truth. Menurut teori ini, kebenaran atau keadaan benar itu apabila ada kesesuaian (correspondence) antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan atau pendapat tersebut. Dengan demikian, kebenaran epistemologis adalah kemanunggalan antara subjek dan objek pengetahuan itu dikatakan benar apabila di dalam kemanunggalan yang sifatnya intrinsik, internasional dan pasif-aktif terdapat kesesuaian antara apa yang ada di dalam pengetahuan subjek dengan apa yang ada di dalam objek. Hal itu karena puncak dari proses kognitif manusia terdapat di dalam budi atau pikiran manusia (intelectus), maka pengetahuan adalah benar bila apa yang terdapat di dalam budi pikiran subjek itu benar sesuai dengan apa yang di dalam objek. Teori Koherensi Tentang Kebenaran Teori yang kedua adalah teori koherensi atau konsistensi, the consistence theory of truth, yang sering pula dinamakan the coherence theory of truth. Menurut teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan (judgement) dengan sesuatu yang lain, yaitu fakta atau realitas, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri. Dengan perkataan lain, kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru itu dengan putusan-putusan lainnya yang telah kita ketahui dan akui kebenarannya terlebih dahulu. ...
Read More


Download as : MsWord 2003 | PDF
1



Checkpagerank.net