RSS

..: Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya :..

Tingkat Retensi, indikator keefektifan pembelajaran

Indikator terakhir yang dapat digunakan untuk menetapkan keefektifan pembelajaran adalah tingkat retensi, yaitu jumlah unjuk-kerja yang masih mampu ditampilkan mahasiswa setelah selang periode waktu tertentu. Atau, dengan menggunakan konsepsi memory theorists, jumlah informasi yang masih mampu diingat atau diungkapkan kembali oleh si-belajar setelah selang waktu tetentu. Jadi, makin tinggi retensi berarti semakin efektif pembelajaran itu.
Sebagai indikator pengukuran keefektifan pembelajaran, tingkat retensi lebih tepat dipakai pada pembelajaran yang menekankan ingatan. Kalau menggunakan taksonomi Merrill (1983), dari 3 tingkat unjuk-kerja yang dikemukakannya: mengingat, menggunakan, dan menemukan; tingkat mengingat fakta, konsep, prosedur, atau prinsip, yang cocok digunakan untuk menetapkan tingkat retensi. Kalau menggunakan taksonomi Gagne (1985), maka pembelajaran ranah informasi verbal dapat diukur keefektifannya dengan menggunakan tingkat retensi.
Ketujuh indikator ini: tingkat kecermatan, tingkat kecepatan, kesesuaian dengan prosedur baku, kuantitas, kualitas hasil akhir, tingkat alih belajar, dan tingkat retensi, dalam kenyataannya jarang digunakan secara keseluruhannya untuk menetapkan keefektifan suatu pembelajaran. Pilihan perlu dibuat berdasarkan pada tujuan yang ingin dicapai. Bila tekanan tujuan adalah pada penguasaan unjuk-kerja tertentu dengan tingkat kecermatan tinggi, maka indikator tingkat kecermatan harus dipakai. Demikian juga, apabila tekanan tujuan pada kuantitas unjuk-kerja, maka indikator kuantitas yang harus dipakai. Tekanan tujuan, apakah itu pada tingkat kecermatan, atau tingkat kecepatan, dan seterusnya, dapat diketahui dari rumusan tujuan khusus pembelajaran.
Perlu juga dicatat di sini bahwa satu indikator seringkali tidak cukup sebagai informasi untuk menetapkan keefektifan suatu pembelajaran. Dalam hal ini, menggunakan indikator-indikator lain yang sesuai akan lebih dapat menggambarkan tingkat keefektifan secara lebih cermat. Umpamanya, unjuk kerja: "mengetik surat dengan mesin pengolah kata", di samping dapat diukur dengan menggunakan tingkat kecermatan, juga dapat diukur dengan tingkat kecepatan, kesesuaian dengan prosedur baku, kuantitas, dan kualitas hasil akhir.
Dalam mengukur keefektifan suatu program pembelajaran, harus diakui bahwa ada hasil pembelajaran yang langsung dapat diukur setelah pembelajaran berakhir, dan ada hasil pembelajaran yang terbentuk secara kumulatif (hasil pengiring), karena itu tidak segera bisa diamati. Joyce dan Weil (1986) mengacukan hasil pembelajaran langsung sebagai instructional effects, dan pembelajaran yang terbentuk secara kumulatif disebutnya sebagai nurturant effects. Uraian dalam tulisan ini dibatasi pada hasil pembelajaran yang langsung.
Di samping mengaitkan pengukuran tingkat keefektifan pembelajaran dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, pengaitan dengan tipe isi matakuliah juga dapat dilakukan. Meskipun harus diakui bahwa karena adanya kaitan langsung antara tujuan dan isi pembelajaran, maka pengukuran pada variabel tujuan sudah dapat menggambarkan keefektifan pembelajaran. Untuk keperluan analisis konseptual kedua variabel ini dapat dan perlu dipisahkan. Uraian lebih rinci mengenai ini akan dikemukakan secara tersendiri setelah uraian efisiensi dan daya tarik pembelajaran.

Posted 12 Jun 2011 01:03 PM by admin in Efisiensi Pembelajaran


Download Attachment :
Pengertiaan Komputer Dan Internet3.doc
Cover_1.doc
Pertemuan I Kewarganegaraan.doc
Makalah Dunia Maya.pdf
Pembahasan Soal Snmptn 2010 Fisika Kode 548.pdf

Recent Post

  • Hakikat Dan Perkembangan
    Hakikat Dan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini - Motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan-gerakan tubuh. Secara ...
  • Bagaimana Anak Usia
    Bagaimana Anak Usia Dini Belajar - Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat ...
  • Jenis-jenis Asesmen Autentik
    Jenis-jenis Asesmen Autentik - Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Belajar Autentik - Asesmen Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Menurut Ormiston ...
  • Asesmen Autentik dan
    Asesmen Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 - Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ...
  • Definsi dan Makna
    Definsi dan Makna Asesmen Autentik - Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil ...
  • Landasan Kurikulum 2013
    Landasan Kurikulum 2013 - Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan ...
  • Perkembangan Kognitif dan
    Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Calistung (Baca-Tulis-Hitung) - NAEYC (National Association for the Education of Young Children) memberikan ...
  • Tahap Perkembangan Kognitif
    Tahap Perkembangan Kognitif anak usia dini (lahir-8 tahun) menurut Piaget - Tahap Sensorimotor (lahir-18 bulan) Pada tahap ini, bayi hanya bergantung ...
  • Tahapan kognitif Anak
    Tahapan kognitif Anak - Kognisi adalah proses dan produk yang terjadi dalam otak sehingga ...
  • Model Pembelajaran Reggio
    Model Pembelajaran Reggio Emilia - Model pembelajaran Reggio Emilia merupakan contoh model ...
  • Model Pembelajaran Montessori
    Model Pembelajaran Montessori - Model pembelajaran Montessori mengacu pada pembelajaran yang dikembangkan Maria Montessori, ...
  • Model pembelajaran Bermain
    Model pembelajaran Bermain Kreatif - Model pembelajaran bermain kreatif mulai dikembangkan pada tahun 1985 di ...
  • Model Pembelajaran High/scope
    Model Pembelajaran High/scope - Pendekatan high scope pada awalnya dikembangkan untuk anak anak luar ...
  • Hakikat Permainan Teka
    Hakikat Permainan Teka Teki - Pada hakikatnya permainan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh individu ...




Checkpagerank.net